Tamansari Discoverynews.com – di Kampoeng Salaka, Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, menjadi ruang perjumpaan lintas generasi dalam kegiatan Reuni AOET, atau SMK PGRI 2.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan nostalgia, tetapi juga diisi dengan kegiatan sosial berupa santunan anak yatim. Momentum ini menjadi ruang untuk mempertemukan kembali kawan-kawan yang telah lama tidak berkumpul dalam satu suasana kebersamaan.
Inisiator kegiatan, Irpan atau Ipank, mengatakan bahwa reuni tersebut digagas dengan semangat untuk kembali mempersatukan kawan-kawan dari berbagai generasi.
“Kegiatan ini kami gagas untuk mempersatukan kembali. Kita mungkin sudah punya kesibukan dan perjalanan masing-masing, tetapi silaturahmi jangan sampai ikut hilang,” ujar Ipank.
Suasana reuni semakin bermakna dengan hadirnya Pak Hasibuan, guru yang dikenal tegas dan saklek dalam mendidik para siswanya. Kehadirannya menjadi salah satu momen yang mempertemukan kembali guru dan murid dalam suasana penuh keakraban.
Sementara itu, Asep Suryana yang akrab disapa Gunung, selaku Ketua Panitia, mengatakan bahwa makna sebuah reuni tidak selalu diukur dari kemeriahan acara.
“Kadang yang kita butuhkan bukan acara yang besar, tetapi ruang untuk kembali bertemu. Ketika orang-orang yang pernah berjalan bersama bisa duduk dalam satu meja, saling menyapa dan saling menghormati, di situlah sebenarnya makna sebuah reuni,” ujar Asep.
Asep juga menyampaikan bahwa terselenggaranya kegiatan tersebut tidak terlepas dari keterlibatan sejumlah senior dan pendahulu di AOET, di antaranya Ipank, Berlin, Pian, serta kawan-kawan lainnya yang turut memberikan dukungan dalam proses persiapan hingga pelaksanaan.
Selain menjadi ruang silaturahmi, santunan anak yatim menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Kepedulian sosial ini melengkapi semangat kebersamaan yang dibangun melalui reuni.
Kampoeng Salaka pun menjadi ruang pertemuan berbagai generasi, tempat kawan lama kembali bersua, guru dan murid kembali berjumpa, serta kebersamaan diterjemahkan dalam bentuk kepedulian kepada sesama.
Reuni AOET bukan sekadar tentang kembali berkumpul, tetapi tentang menjaga agar waktu dan jarak tidak menghapus ruang untuk saling menyapa dan tetap menjadi bagian dari satu perjalanan.
(as)














Komentar