KALBAR | MEMPAWAH, Discoverynews.id ~ Aroma sangit jelaga masih tercium cukup pekat di atas hamparan tanah gambut kawasan Mempawah ketika rombongan penyidik kepolisian mulai menyisir sisa-sisa vegetasi yang menghitam. Angin kencang yang bertiup di lokasi tampaknya menjadi saksi bisu bagaimana kobaran api sempat menjalar cepat dan merekam jejak aksi pembakaran yang mendadak gempar di jagat maya. Penyisiran ketat ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan demi menindaklanjuti potongan video viral yang memperlihatkan dugaan keterlibatan seorang oknum wakil rakyat daerah setempat saat membakar lahan secara sengaja.
Langkah tegas ini ditandai dengan pelaksanaan olah tempat kejadian perkara secara intensif yang digelar langsung pada Senin, 21 September 2026. Tim gabungan yang terdiri dari personel Satuan Reserse Kriminal beserta unit identifikasi bergerak cepat menyusuri setiap celah area yang hangus untuk mengumpulkan seluruh bukti material yang tersisa. Batas-batas garis polisi pun dibentangkan memutari titik-titik utama yang disinyalir menjadi awal munculnya titik api, memastikan agar kondisi lapangan tetap steril dari intervensi pihak luar selama pengumpulan alat bukti berlangsung.
Di bawah komando langsung Kapolres Mempawah, AKBP Ade Chandra Capa Yanto, jajaran kepolisian menegaskan komitmen mereka untuk tidak main-main dalam menangani kasus lingkungan yang tengah menyita perhatian publik ini. Pengumpulan sampel tanah yang berarang, abu sisa pembakaran, hingga batang kayu yang hangus dilakukan secara cermat guna keperluan analisis forensik lebih lanjut. Petugas juga mengukur luas pasti dari area yang terbakar serta memetakan batas-batas kepemilikan tanah untuk mencocokkan data lapangan dengan rekaman audio visual yang telah beredar luas.
Pengungkapan kronologi dalam olah TKP ini menjadi kunci vital mengingat dampak pembakaran hutan dan lahan selalu menjadi ancaman serius bagi ekosistem serta kesehatan masyarakat Kalimantan Barat. Petugas tidak hanya memfokuskan perhatian pada sisa api, tetapi juga merekam penanda teknis seperti arah angin saat kejadian dan jarak dari permukiman warga terdekat. Setiap detail sekecil apa pun dicatat secara komprehensif oleh tim identifikasi untuk menguji tingkat kesengajaan serta dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan dari tindakan nekat tersebut.
Proses pemeriksaan lokasi kejadian ini juga diwarnai dengan pengambilan keterangan awal dari sejumlah saksi mata yang tinggal di sekitar area pembakaran. Warga sekitar yang sempat melihat kepulan asap maupun aktivitas di lokasi kejadian memberikan kesaksian guna memperkuat konstruksi hukum yang sedang dibangun pihak kepolisian. Kolaborasi antara bukti fisik di lapangan dan keterangan para saksi ini diharapkan mampu membongkar secara benderang motif di balik aksi pembakaran lahan yang melibatkan oknum pejabat publik tersebut.
Kapolres Mempawah, AKBP Ade Chandra Capa Yanto, menegaskan bahwa penegakan hukum dalam kasus ini akan berjalan transparan, profesional, dan obyektif tanpa memandang status sosial maupun jabatan pelaku. Pihak kepolisian memastikan bahwa aturan hukum terkait larangan pembakaran hutan dan lahan berlaku setara bagi siapa saja demi memberikan efek jera serta mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Penanganan perkara ini menjadi ujian penting bagi komitmen kepolisian dalam menjaga kelestarian lingkungan dari praktik pembersihan lahan secara ilegal.
Rangkaian olah TKP yang rampung pada sore hari tersebut kini menjadi fondasi utama bagi penyidik untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Berkas pemeriksaan fisik, hasil analisis barang bukti, serta rekaman video viral yang telah diuji keabsahannya akan segera digabungkan menjadi satu kesatuan berkas perkara. Masyarakat kini menanti kelanjutan proses hukum ini sebagai bentuk pembuktian bahwa supremasi hukum di wilayah Mempawah tetap berdiri tegak di atas kepentingan politik maupun kekuasaan.
(Tim/Red)
















Komentar