KALBAR | BENGKAYANG, Discoverynews.id — Perbatasan RI–Malaysia garis batas terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia mendadak pecah oleh raungan mesin mobil yang melaju liar menembus kegelapan. Pada Senin, 21 September 2026, kawasan rimba dan jalur tidak resmi Desa Jagoi Babang, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, kembali menjadi panggung perburuan sengit antara penjaga benteng perbatasan dan jaringan kejahatan lintas negara.
Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–Malaysia Yonarmed 19/Bogani berhasil mencium pergerakan gembong narkotika yang memanfaatkan celah lengah di kawasan terisolasi tersebut. Keberhasilan ini menambah daftar panjang drama penyelundupan barang haram yang tak pernah surut di sepanjang koridor emas perbatasan Kalimantan.
Langkah cepat militer berawal dari desus-desus informasi intelijen yang masuk ke telinga aparat mengenai pergerakan mencurigakan barang terlarang melalui jalan-jalan pintas atau jalur tikus. Merespons sinyal bahaya tersebut, tim Pos Koki Jagoi Babang di bawah komando Sertu Umar Karepesina bergerak senyap membelah keheningan malam.
Mereka mengambil posisi strategis untuk melakukan pengintaian ketat dan penyekatan di titik-titik rawan yang kerap dijadikan sarang penyelundupan. Kontak senyap ini dirancang sedemikian rupa untuk memastikan tidak ada celah bagi para pelaku kejahatan meloloskan barang bawaan mereka ke jantung wilayah Indonesia.
Ketegangan mencapai puncaknya pada pukul 20.14 WIB ketika lampu sorot satu unit mobil Toyota Hilux silver memecah kegelapan dari arah area pengintaian. Petugas yang sudah bersiaga penuh langsung berupaya menghentikan kendaraan roda empat tersebut untuk melakukan pemeriksaan rutin. Namun, alih-alih kooperatif, pengemudi misterius di balik kemudi justru menginjak pedal gas dalam-dalam hingga raungan mesin menggelegar di tengah kesunyian desa.
Kepanikan yang membuncah membuat kendaraan melaju tak terkendali hingga akhirnya terjerembab keras di samping pelataran rumah warga sekitar.
Memanfaatkan kepekatan malam yang menyelimuti area pemukiman warga, pengemudi nekat tersebut langsung melompat keluar dan melarikan diri ke balik rerimbunan kegelapan. Pelaku memilih meninggalkan mobil serta barang berharganya demi menghindari sergapan pasukan Pamtas yang terus merangsek mendekat.
Penggeledahan menyeluruh pun langsung digelar secara intensif di lokasi kejadian untuk membongkar muatan yang disembunyikan di dalam kabin kendaraan abandoned tersebut. Kejelian petugas akhirnya membuahkan hasil manis ketika sebuah tas hitam misterius berhasil dievakuasi dari dalam mobil.
Di dalam tas hitam tersebut, petugas menemukan lima kemasan teh cina merek Guanyin Wang yang sudah sangat tersohor sebagai modus klasik jaringan pengedar internasional. Setelah ditimbang dan diperiksa secara mendalam, kemasan tersebut ternyata berisi kristal bening narkotika jenis sabu dengan total berat mencapai 1.913,3 gram atau berkisar 1,91 kilogram.
Tidak hanya mengamankan mobil dan sabu, petugas juga menyita sejumlah barang bukti krusial lainnya seperti dokumen identitas Warga Negara Indonesia (WNI) atas nama seorang pria berinisial P, lembaran uang tunai Rupiah serta Ringgit Malaysia, yang menguatkan keterlibatan jaringan lintas batas.
Komandan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani, Letkol Arm Hanafi Solaeman, menegaskan bahwa penggagalan narkotika jenis sabu bernilai miliaran rupiah ini merupakan bukti nyata dari ketajaman naluri dan kesiapsiagaan prajurit TNI di benteng terdepan.
Beliau menegaskan tidak akan ada ruang aman sekecil apa pun bagi pergerakan jaringan narkoba internasional di sepanjang jalur tikus perbatasan. Pengawasan ketat serta pengamanan di titik-titik rawan perbatasan dijanjikan bakal terus ditingkatkan demi membentengi masyarakat dari ancaman bahaya laten narkotika.
Kini, seluruh barang bukti beserta dokumen pelengkap telah disita rapat di markas komando untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Letkol Arm Hanafi Solaeman telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memperketat koordinasi bersama pihak Bea Cukai dan jajaran kepolisian setempat guna mengusut tuntas jaringan di balik penyelundupan ini.
Sementara itu para pelaku jarigan narkoba internasional ini masih dalam pengejaran terhadap terduga pelaku berinisial ( P ) yang identitasnya telah dikantongi aparat dan terus dilakukan secara intensif untuk membongkar tabir gelap perdagangan narkoba di bumi Kalimantan Barat.
(Tim/Red)
















Komentar