Pandeglang-Discoverynews.id- Upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan mendapat apresiasi dari masyarakat Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten. Ketua DPAC LSM Harapan Rakyat Indonesia Maju (Harimau) Kecamatan Sukaresmi, Jejen Jaenudin, bersama Gerakan Masyarakat Patia Bersatu, menyampaikan penghargaan atas program revitalisasi SD Negeri Turus 1, Kamis (24/09/2026).
SD Negeri Turus 1 merupakan satuan pendidikan negeri yang berlokasi di Kampung Turus, Desa Turus, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, dengan NPSN 20600475. Data resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga mencatat sekolah tersebut sebagai salah satu satuan pendidikan dasar negeri di Kecamatan Patia.
Jejen Jaenudin mengatakan, revitalisasi fasilitas pendidikan merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik serta tenaga pendidik.
Menurutnya, dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Banten, hingga pemerintah pusat melalui kementerian yang membidangi pendidikan perlu diapresiasi sepanjang pelaksanaannya dilakukan secara transparan, sesuai ketentuan, serta mengedepankan kualitas pekerjaan.
“Kami dari LSM Harimau bersama Gerakan Masyarakat Patia Bersatu mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap revitalisasi SD Negeri Turus 1. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Karena itu, pembangunan sarana pendidikan harus benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak dan masyarakat,” ujar Jejen.
Ia berharap revitalisasi tersebut tidak sekadar menghasilkan bangunan fisik yang baru, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan fasilitas pendidikan yang memenuhi standar kelayakan dan mendukung proses belajar mengajar secara optimal.
“Dengan dibangunnya dan diperbaikinya sarana pendidikan ini, mudah-mudahan anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman, para guru semakin termotivasi, dan kualitas pendidikan di wilayah Patia terus meningkat,” katanya.
Jejen juga menegaskan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam mengawal pembangunan. Menurut dia, apresiasi terhadap pemerintah harus berjalan beriringan dengan partisipasi publik dalam memastikan setiap program pembangunan memberikan manfaat sebagaimana tujuan yang telah ditetapkan.
“Partisipasi masyarakat bukan berarti mencari-cari kesalahan, tetapi memastikan pembangunan yang menggunakan anggaran negara benar-benar bermuara pada kepentingan masyarakat. Kami akan terus mendorong pembangunan yang transparan, berkualitas, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Senada dengan Jejen, Ramdan, warga setempat, menyambut positif revitalisasi SD Negeri Turus 1. Ia menilai perbaikan sarana pendidikan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat karena sekolah merupakan salah satu fasilitas publik yang bersentuhan langsung dengan masa depan generasi muda.
“Kami tentu bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah. Mudah-mudahan pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak kami dan dapat digunakan dalam jangka panjang,” ungkap Ramdan.
Sementara itu, Ahda juga menyampaikan harapan agar revitalisasi tersebut diikuti dengan pemeliharaan fasilitas secara berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan fisik sekolah perlu dibarengi dengan perhatian terhadap kualitas lingkungan belajar, kebersihan, keamanan, serta fasilitas pendukung pendidikan.
Ia berharap seluruh pihak, mulai dari pemerintah, pihak sekolah, komite, hingga masyarakat, dapat bersama-sama menjaga hasil pembangunan tersebut.
Revitalisasi SD Negeri Turus 1 pada akhirnya diharapkan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur semata. Lebih jauh, program tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan layanan pendidikan dasar di Kecamatan Patia sekaligus memberikan ruang belajar yang lebih layak bagi generasi penerus.
Bagi masyarakat, hadirnya fasilitas pendidikan yang baik bukan sekadar persoalan bangunan, melainkan investasi sosial yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.














Komentar