Nias Barat,DiscoveryNews.id. Rapat Koordinasi Tingkat Kecamatan Mandrehe Barat Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, dan sinergitas antara Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, serta seluruh elemen masyarakat.
Rakor tersebut digelar di Aula Kantor Kecamatan Mandrehe Barat, Rabu (23/9/2026). Kegiatan dihadiri unsur Forkopimcam, Pemerintah Kecamatan, Ketua TP PKK Kecamatan, para Pj Kepala Desa, BPD, Sekretaris Desa, Kepala Sekolah, Tokoh Masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan di wilayah Mandrehe Barat.
Dalam forum itu, Tokoh Pemuda Afolo Gulo, S.H., CPP., CNLI, menegaskan pentingnya sinergitas lintas sektor untuk memperkuat pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Afolo, rakor tidak boleh hanya menjadi forum administratif, tetapi harus menjadi ruang bersama untuk menyatukan persepsi, menyampaikan aspirasi, dan mencari solusi konstruktif atas persoalan di tengah masyarakat.
“Sinergitas bukan sekadar kata, tetapi harus diwujudkan dalam komunikasi yang terbuka, koordinasi yang efektif, serta kolaborasi nyata antara pemerintah dan masyarakat. Karena pembangunan tidak dapat berjalan optimal apabila setiap unsur bergerak sendiri-sendiri,” ujar Afolo.
Ia menegaskan Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa memiliki peran strategis dalam memastikan program pembangunan berjalan terarah dan bermanfaat nyata bagi masyarakat.
Afolo juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pembangunan.
“Pemuda bukan hanya generasi penerus, tetapi juga bagian dari kekuatan pembangunan hari ini. Energi, kreativitas, dan potensi pemuda harus diarahkan menjadi kekuatan yang produktif bagi masyarakat dan daerah,” katanya.
Ia berharap pemerintah terus membuka ruang komunikasi dan partisipasi bagi pemuda di berbagai bidang, mulai dari sosial kemasyarakatan, olahraga, pendidikan, ekonomi kreatif, kewirausahaan, hingga pembangunan.
Lebih lanjut, Afolo mengajak seluruh elemen untuk menempatkan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama. Perbedaan pandangan dalam pemerintahan adalah hal wajar, namun harus dikelola secara dewasa melalui musyawarah.
“Yang terpenting adalah bagaimana setiap perbedaan dapat kita kelola secara dewasa dan konstruktif. Kita harus mengedepankan kepentingan masyarakat,” ungkapnya.
Afolo juga mengapresiasi pelaksanaan Rakor tersebut dan berharap hasilnya tidak berhenti pada pembahasan, tetapi diterjemahkan menjadi langkah nyata sesuai kewenangan dan kebutuhan masyarakat.
“Mari kita bangun budaya kerja yang mengedepankan koordinasi dalam perencanaan, kolaborasi dalam pelaksanaan, dan evaluasi terhadap setiap program,” tutur Afolo di akhir penyampaiannya.
Editor : Red.











Komentar