oleh

Kisah Inspiratif Prof, Jejak Putra Polewali Mandar: Dari Penjual Es Keliling Hingga Menjadi Rektor IAIN Pontianak

PONTIANAK, Discoverynews.id ~ Kisah perjalanan hidup seseorang sering kali menyimpan lembaran perjuangan yang tak terduga sebelum akhirnya mencapai puncak keberhasilan.

Hal inilah yang mendasari gambaran profil Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, sosok akademisi yang kini memegang amanah besar dalam memimpin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak.

Discovery Photo Eksklusif

Momen Terbaik Hari Ini

Jelajahi kumpulan foto pilihan dengan cerita visual yang memukau dan penuh inspirasi di balik setiap lensanya.

Jauh sebelum mengenakan toga kebesaran sebagai seorang Guru Besar Ilmu Hadis, pria yang berasal dari Polewali Mandar, Sulawesi Barat ini telah menempuh asam garam kehidupan yang penuh dengan keterbatasan sejak masa kecilnya.  

Masa kecil Wajidi Sayadi diwarnai oleh ujian berat yang menguji ketangguhan mentalnya sejak dini. Ketika masih duduk di kelas 1 madrasah ibtidaiyah, beliau harus kehilangan sang ayah untuk selama-lamanya.

Kehilangan pilar utama keluarga tersebut memaksa Wajidi kecil untuk tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga ikut memikul tanggung jawab besar membantu perekonomian keluarga demi bisa bertahan hidup dan melanjutkan sekolah.  

Ditengah terik matahari dan himpitan ekonomi, Wajidi kecil membulatkan tekad untuk terus melangkah tanpa menyerah pada keadaan.

Saat anak-anak sebayanya menghabiskan waktu dengan bermain, ia mengisinya dengan bekerja keras menjajakan es keliling.

Tidak berhenti di situ, pengalaman masa kecilnya juga dihiasi dengan pekerjaan sebagai kusir bendi, mengendalikan kereta kuda demi mengumpulkan rupiah untuk menyambung hidup serta membiayai kebutuhan pendidikannya.  

Ketekunan dan rasa haus akan ilmu pengetahuan yang tertanam kuat dalam dirinya membakar semangat Wajidi untuk terus melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Setiap keringat yang menetes saat berjualan es dan mengemudikan bendi ia jadikan motivasi utama untuk membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk menggapai cita-cita setinggi langit di dunia akademis.  

Langkah demi langkah dijalani dengan penuh dedikasi hingga akhirnya membawa Wajidi berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi dan meniti karier sebagai seorang dosen.

Keahlian dan ketekunannya dalam mendalami literatur Islam, khususnya di bidang keilmuan hadis, mengantarkannya mencapai puncak kepangkatan akademik tertinggi saat dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Hadis.  

Puncak pengabdian akademisnya semakin nyata ketika Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi resmi dilantik untuk mengemban amanah sebagai Rektor IAIN Pontianak periode 2026–2030.

Kepercayaan besar ini menjadi bukti sahih atas kapasitas, integritas, serta kepemimpinan yang telah ia bangun selama bertahun-tahun di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri tersebut.  

Kisah transformasi hidup dari seorang anak penjual es dan kusir bendi di Polewali Mandar hingga menjadi Rektor IAIN Pontianak memberikan pesan mendalam tentang arti sebuah kegigihan.

Perjalanan panjang ini menegaskan bahwa mental juara dan kerja keras yang dipupuk sejak masa kecil mampu mengubah tantangan hidup menjadi pijakan menuju keberhasilan yang menginspirasi banyak orang. (Red)

Dukungan Sponsor

Dukung Jurnalisme Independen Discovery News

Bantu kami terus menyajikan berita akurat, mendalam, dan terpercaya untuk masyarakat. Kontribusi Anda sangat berarti bagi kelangsungan media kami.

☕ Dukung Sekarang

Komentar

News Feed