PONTIANAK, Discoverynews.id ~ Langkah kaki yang biasanya terdengar tegas dan lugas di sepanjang lorong Markas Kepolisian Sektor Pontianak Timur mendadak terasa begitu berat dan penuh keheningan pada Rabu (30/09/2026) pagi yang tak biasa itu.
Atmosfer di sudut Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mendadak bergeser menjadi panggung kehampaan yang mencekam ketika seluruh jajaran menghentikan sejenak rutinitas pelayanan mereka demi menyaksikan momen paling emosional dalam perjalanan dinas kepolisian.
Hari itu bukan sekadar pergantian kalender kerja biasa, melainkan sebuah babak penutup dari lembaran panjang dedikasi seorang perwira yang telah mengukir jejak tak terhapuskan di hati setiap anggotanya.
Keringat dingin dan ketegangan yang biasanya mewarnai dinamika penjagaan keamanan masyarakat seolah meleleh digantikan oleh gelombang keharuan yang sulit dibendung saat Waka Polsek Pontianak Timur, AKP Maman Sulaeman, melangkah ke tengah ruang pertemuan.
Tatapan matanya yang teduh menyapu satu per satu wajah para personel yang selama ini berdiri di garis depan bersamanya, membagi suka dan duka dalam menjaga situasi kondusif wilayah hukum tersebut.
Keheningan menyeruak rapat-rapat, menyimpan beban emosional yang teramat sangat dari sebuah perpisahan yang datang tanpa bisa ditawar oleh waktu.
Satu per satu prajurit Bhayangkara yang biasanya dikenal tangguh dan pantang menyerah di lapangan mulai menundukkan kepala ketika air mata haru tak lagi mampu ditahan menetes di pipi mereka.
Suasana kekeluargaan yang telah dibangun bertahun-tahun di dalam Markas Polsek Pontianak Timur seakan meledak dalam keheningan yang sarat makna, menciptakan pemandangan penuh kehangatan sekaligus kepedihan mendalam.
Kebersamaan dalam melintasi berbagai ancaman, malam-malam panjang tanpa tidur, hingga perjuangan melayani warga tiba-tiba berputar kembali bagaikan kilasan memori yang sangat berharga.
Dengan suara yang bergetar menahan gejolak perasaan yang membuncah di dada, AKP Maman Sulaeman menyampaikan untaian kata pamit yang menggetarkan jiwa seluruh personel yang hadir.
Beliau mengalirkan rasa terima kasih yang mendalam atas setiap tetes keringat, kerja sama yang solid, serta dukungan tanpa batas dari seluruh anggota yang senantiasa berdiri kokoh mendampinginya selama mengemban amanah sebagai orang nomor dua di jajaran Polsek Pontianak Timur.
Setiap patah kata yang terucap bukan sekadar formalitas perpisahan, melainkan pengakuan tulus akan ikatan batin yang telah melampaui sekat-sekat hierarki jabatan.
Keharuan yang merayapi seluruh ruangan mencapai puncaknya saat pimpinan tertinggi markas tersebut melangkah maju memberikan penghormatan terakhirnya secara pribadi.
Kapolsek Pontianak Timur, AKP Suryadi, S.H., M.A.P., dengan wajah penuh ketegaran yang tak mampu menyembunyikan rasa kehilangan, berdiri di hadapan rekan sejawatnya untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas seluruh dedikasi, pengorbanan, dan loyalitas tanpa syarat yang telah dicurahkan AKP Maman Sulaeman demi tegaknya panji-panji kepolisian di Pontianak Timur.
Di tengah suasana yang kian sarat akan kenangan manis dan perjuangan bersama, Kapolsek Pontianak Timur menyampaikan pesan mendalam yang terpatri kuat di Sanubari seluruh personel yang hadir menyaksikan momen sejarah tersebut.
AKP Suryadi melepaskan kepergian sang wakil dengan doa dan harapan terbaik untuk mengarungi bahtera pengabdian di tempat bertugas yang baru, seraya menegaskan bahwa ikatan yang telah terbentuk tidak akan pernah goyah oleh jarak dan waktu.
“Selamat menjalankan tugas dan pengabdian di tempat selanjutnya. Terima kasih atas dedikasi dan kebersamaan selama bertugas di Polsek Pontianak Timur.
Semoga silaturahmi dan kekeluargaan yang telah terjalin tetap terjaga,” ujar Kapolsek Pontianak Timur AKP Suryadi, S.H., M.A.P., mengakhiri salam perpisahannya dengan penuh ketulusan, menutup lembaran hari itu dengan kenangan abadi tentang arti sebuah pengabdian tulus di tubuh Kepolisian Republik Indonesia.
Wartawan: (Sony Afrizal)
















Komentar