Jakarta Discoverynews.id Tim dokter forensik memastikan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh Sutrimo.
Kepastian itu diperoleh setelah tim dokter melakukan ekshumasi jenazah Sutrimo di Banyumas, Jawa Tengah, 12 Agustus 2026.
“Pada pemeriksaan tidak ditemukan luka ataupun jejas akibat kekerasan tajam maupun tumpul, serta tidak ditemukan adanya patah tulang yang berkaitan dengan kekerasan,” kata Ketua Tim Ekshumasi, Prof Ahmad Yudianto, di Polda Metro Jaya, Rabu (30/9/2026).
Berdasarkan pemeriksaan toksikologi, tim dokter juga tidak menemukan kandungan zat kimia berbahaya pada organ maupun tanah di sekitar makam Sutrimo.
“Pemeriksaan toksikologi dari organ beserta tanah yang ada di sekitar pemakaman tidak menemukan adanya kandungan pestisida, alkohol, arsen, maupun sianida,” ujar Yudianto.
Yudianto mengatakan, Sutrimo meninggal dunia akibat penyakit jantung iskemik.
Kesimpulan itu diperoleh setelah tim dokter forensik melakukan pemeriksaan organ luar dan dalam Sutrimo.
“Kafein yang ditemukan dalam tubuh dinilai dapat berperan sebagai faktor pencetus yang memperberat kondisi penyakit tersebut,” ujar dia.
Yudianto menegaskan, penyebab kematian Sutrimo disimpulkan berdasarkan bukti ilmiah.
(WW)
















Komentar