KALBAR | MEMPAWAH, Discoverynews.id ~ Suasana penuh keakraban tampak jelas menyelimuti Mapolres Mempawah ketika jajaran kepolisian setempat menerima kunjungan istimewa dari delegasi tentara Jepang.
Pertemuan diplomatik yang dibalut dalam semangat silaturahmi ini mendadak mencuri perhatian publik karena dinamika komunikasi yang terjalin dengan sangat cair.
Kedatangan rombongan militer Negeri Sakura tersebut disambut secara langsung oleh Kapolres Mempawah, AKBP Ade Chandra Capa Yanto, S.I.K., beserta jajaran pejabat utama di lingkungan polres.
Agenda silaturahmi yang awalnya berjalan formal perlahan mencair tatkala kedua belah pihak mulai memasuki sesi diskusi interaktif mengenai berbagai isu strategis di wilayah Kalimantan.
Menariknya, AKBP Ade Chandra Capa Yanto, S.I.K., tampak memegang kendali percakapan dengan sangat percaya diri menggunakan bahasa Inggris yang fasih saat berdialog dengan para perwira tentara Jepang tersebut.
Kemampuan komunikasi lintas bahasa ini memperlancar penyampaian gagasan dan mempererat kehangatan antarkedua institusi keamanan dari negara yang berbeda.
Topik perbincangan yang diangkat pun tidak sekadar basa-basi diplomatik biasa, melainkan merambah pada isu krusial yang kerap melanda wilayah Kalimantan, yakni penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Dalam diskusi tersebut, AKBP Ade Chandra Capa Yanto, S.I.K., secara aktif memaparkan berbagai tantangan geografis serta langkah-langkah taktis yang selama ini diterapkan oleh jajaran kepolisian bersama instansi terkait di Kalimantan.
Penjelasan komprehensif ini disampaikan dalam balutan bahasa Inggris yang lugas agar dapat dipahami secara mendalam oleh para tamu dari Jepang.
Pihak tentara Jepang tampak mendengarkan dengan seksama setiap pemaparan yang diberikan oleh Kapolres Mempawah sambil mengajukan beberapa pertanyaan seputar efektivitas teknologi pemantauan titik panas.
Diskusi dua arah ini berlangsung dinamis, di mana kedua belah pihak saling bertukar pandangan mengenai pentingnya mitigasi bencana berbasis teknologi modern dan mitigasi dini di daerah rawan.
Penggunaan bahasa Inggris sebagai pengantar membuat pertukaran wawasan mitigasi karhutla ini berjalan tanpa hambatan komunikasi yang berarti.
Selain membahas aspek penanggulangan karhutla, pertemuan ini juga menjadi wadah strategis untuk memperkuat diplomasi luar negeri di tingkat sektor kepolisian daerah.
Kunjungan tentara Jepang ke Mapolres Mempawah membuktikan bahwa kerja sama lintas negara dapat dimulai dari hal-hal mendasar seperti berbagi pengalaman penanganan krisis lingkungan hidup.
AKBP Ade Chandra Capa Yanto, S.I.K., menilai bahwa sinergi global semacam ini sangat penting untuk memperkaya sudut pandang dalam menghadapi tantangan alam yang semakin kompleks di masa depan.
Menjelang akhir pertemuan, suasana kekeluargaan semakin terasa kental ketika kedua belah pihak saling bertukar cinderamata sebagai simbol persahabatan antarnegara.
Kehadiran tentara Jepang di Mapolres Mempawah meninggalkan kesan mendalam mengenai pentingnya keterbukaan komunikasi dan kolaborasi internasional dalam menjaga kelestarian alam Kalimantan.
Dialog intensif berbahasa Inggris yang dipimpin langsung oleh Kapolres Mempawah ini sukses mencatatkan momen inspiratif tentang bagaimana perwira kepolisian Indonesia tampil kompeten berdialog di kancah global.
(Tim/Red)










Komentar