oleh

Ketegasan Tanpa Kompromi: Polresta Pontianak Jatuhkan Sanksi PTDH Demi Jaga Marwah Dan Integritas Institusi Kepolisian

PONTIANAK, Discoverynews.id ~ Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pontianak kembali membuktikan komitmen mutlaknya dalam menegakkan disiplin serta kode etik profesi secara transparan tanpa pandang bulu di lingkungan internal korps bhayangkara.

Langkah drastis berupa penjatuhan sanksi Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH) diberlakukan terhadap personel yang terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran berat terhadap ketentuan hukum serta aturan internal yang berlaku di institusi kepolisian.

Discovery Photo Eksklusif

Momen Terbaik Hari Ini

Jelajahi kumpulan foto pilihan dengan cerita visual yang memukau dan penuh inspirasi di balik setiap lensanya.

Keputusan berat ini diambil bukan sekadar sebagai bentuk hukuman administratif semata, melainkan wujud nyata pertanggungjawaban moral kepada masyarakat luas agar kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum tetap terjaga dengan baik.

Pelaksanaan penegakan disiplin yang ketat ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto, S.I.K., M.Si., dalam sebuah upacara resmi internal yang dilangsungkan halaman Polresta Pontianak.

Dalam arahannya di hadapan seluruh jajaran personel, Kapolresta menegaskan bahwa tindakan tegas berupa PTDH merupakan instrumen korektif terakhir yang harus ditempuh ketika pembinaan dan peringatan sudah tidak diindahkan lagi oleh oknum anggota yang bersangkutan.

Pimpinan tertinggi di Polresta Pontianak tersebut dengan tegas menyatakan bahwa institusi tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi anggota yang mencoreng nama baik korps melalui perbuatan tercela yang melanggar sumpah jabatan.

Keputusan penjatuhan sanksi PTDH ini didasarkan pada hasil investigasi mendalam, proses sidang KKEP (Komisi Kode Etik Kepolisian), serta penelaahan matang yang berlandaskan pada peraturan perundang-undangan serta standar operasional prosedur yang berlaku di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Setiap tahapan proses penegakan hukum internal ini dijalankan secara objektif, proporsional, dan akuntabel guna memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil telah memenuhi rasa keadilan baik bagi institusi maupun masyarakat.

Hal ini sekaligus menggarisbawahi bahwa tidak ada keistimewaan atau perlindungan khusus bagi personel yang sengaja menyelewengkan wewenang dan tanggung jawab profesionalnya.

Pemberhentian tidak dengan hormat ini juga merefleksikan transformasi internal Polri yang terus berbenah menuju pelayanan yang bersih, humanis, berintegritas, serta dipercaya oleh publik secara luas.

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa marwah, kehormatan, serta wibawa institusi kepolisian berada jauh di atas kepentingan individu oknum mana pun yang berani melanggar pakta integritas.

Oleh karena itu, langkah pemecatan ini diharapkan mampu memberikan efek jera yang mendalam bagi seluruh personel lainnya agar senantiasa berhati-hati dalam bersikap, bertindak, serta menjaga martabat seragam cokelat yang mereka kenakan setiap hari.

Lebih lanjut, peristiwa penegakan hukum internal ini diharapkan dapat menjadi momentum refleksi kolektif bagi seluruh anggota Polresta Pontianak untuk senantiasa memegang teguh Tribrata dan Catur Prasetya dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Tugas pokok Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat serta penegak hukum menuntut standar moralitas dan integritas yang sangat tinggi dari setiap individu yang ada di dalamnya.

Tanpa adanya kedisiplinan yang kokoh dari internal satuan, mustahil institusi kepolisian dapat menjalankan misi penegakan hukum secara adil dan mendapatkan legitimasi penuh dari masyarakat luas.

Pihak Polresta Pontianak juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memberikan pengawasan aktif serta masukan konstruktif demi perbaikan kualitas kinerja pelayanan kepolisian di wilayah hukum Kota Pontianak dan sekitarnya.

Transparansi dalam penindakan pelanggaran internal seperti ini merupakan bukti konkret bahwa kepolisian tidak menutup mata terhadap segala bentuk penyimpangan yang dilakukan oleh anggotanya sendiri.

Partisipasi aktif dari masyarakat dipandang sebagai elemen vital dalam memastikan bahwa setiap anggota Polri senantiasa berada di jalur yang benar dan profesional dalam menjalankan amanah tugasnya sehari-hari.

Menutup rangkaian prosesi upacara penegakan disiplin tersebut, Kapolresta Pontianak kembali mengingatkan seluruh jajarannya agar senantiasa menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga yang tidak boleh terulang kembali di kemudian hari.

Konsistensi dalam menjaga integritas dan profesionalisme akan terus dijaga secara berkelanjutan melalui pengawasan melekat oleh para perwira di setiap satuan kerja.

Dengan langkah-langkah penertiban yang tegas dan konsisten ini, Polresta Pontianak optimistis dapat terus menghadirkan rasa aman, ketertiban, serta kepercayaan yang utuh di tengah-tengah masyarakat Kota Pontianak.

Sumber: Humas Polresta Pontianak

(Tim/Red)

Dukungan Sponsor

Dukung Jurnalisme Independen Discovery News

Bantu kami terus menyajikan berita akurat, mendalam, dan terpercaya untuk masyarakat. Kontribusi Anda sangat berarti bagi kelangsungan media kami.

☕ Dukung Sekarang

Komentar