DEPOK Discoverynews.id — Masa depan tidak selalu datang dalam bentuk satu pilihan yang harus segera ditentukan. Bagi sebagian orang, kuliah menjadi langkah awal.
Bagi yang lain, pekerjaan, membangun usaha, berkarya, atau menciptakan peluang sendiri justru menjadi jalan yang dipilih.
Persoalannya, pilihan tersebut sering kali datang bersamaan dengan keraguan: apakah harus mengikuti jalur yang sudah tersedia atau berani membangun jalur sendiri?
Pertanyaan itulah yang coba dibuka PT BEEang Cipta Raya melalui Coffee Talk – Future Ready di Sunzet Nusantara Café & Dining, Leuwinanggung, Depok, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan ini dirancang bukan sebagai seminar satu arah, melainkan ruang percakapan yang mempertemukan peserta dari berbagai kelompok usia dan latar belakang.
Sebanyak 40 peserta tercatat hadir dari kuota 50 peserta yang disiapkan panitia.
Keragaman peserta menjadi salah satu bagian penting dari konsep kegiatan.
Peserta berasal dari rentang usia yang berbeda, mulai dari kelompok usia 18–27 tahun, 28–35 tahun, hingga peserta berusia 36 tahun ke atas.
Data pendaftar menunjukkan bahwa kebutuhan untuk membicarakan masa depan tidak berhenti pada satu kelompok usia.
Bagi sebagian peserta, persoalan yang muncul berkaitan dengan pendidikan dan pekerjaan.
Sebagian lainnya sedang mencari arah baru, mengembangkan kemampuan, memperluas jaringan, atau melihat kemungkinan untuk menciptakan peluang sendiri.
Bukan Sekadar Memilih Jalur
Mengusung tema
“Pilihan Langkah Menuju Masa Depan: Kuliah, Bekerja, Berkarya, atau Menciptakan Peluang?”,
Coffee Talk – Future Ready berangkat dari gagasan bahwa perjalanan seseorang tidak harus mengikuti satu pola yang sama.
Pengalaman kerja, perkembangan teknologi, karya, kemampuan personal, serta koneksi dapat menjadi bagian yang saling berkaitan ketika seseorang menentukan langkah berikutnya.
Founder & CEO PT BEEang Cipta Raya, Jany Asha, mengatakan pendekatan tersebut berangkat dari kebutuhan untuk menciptakan ruang yang tidak menghakimi pilihan seseorang.
“Kami memulai dari mendengarkan. Profil pendaftar menunjukkan bahwa kebingungan menentukan langkah ke depan bukan hanya milik satu kelompok usia. Karena itu, kami ingin membuka ruang yang tidak menghakimi apakah seseorang memilih kuliah, bekerja, berkarya, atau mulai menciptakan peluangnya sendiri.”
Dengan pendekatan tersebut, pembicaraan tidak diarahkan untuk menentukan satu pilihan yang dianggap paling benar.
Peserta justru diajak melihat pengalaman dan kemungkinan dari berbagai sudut pandang.
Format ini sekaligus memperlihatkan pendekatan BEEang yang menempatkan kegiatan kreatif bukan sekadar sebagai acara, tetapi sebagai ruang untuk mempertemukan orang, gagasan, pengalaman, dan peluang.
Dari Cerita ke Percakapan
Sesi utama dipandu Tasya Yasin sebagai host. Sementara Ali “Coboy” Mustafa dan Aranggi Soemardjan hadir sebagai guide yang membawa perspektif mengenai perjalanan kerja, keberanian mengambil peluang, pemanfaatan AI, penguatan keterampilan, serta eksekusi ide.
Sementara itu, David Saragih hadir sebagai Special Inspiration Guest untuk berbagi pengalaman mengenai karya, konten, keberanian memulai, dan personal branding.
Kehadiran para pembicara tidak ditempatkan semata-mata sebagai sumber inspirasi dari atas panggung.
Peserta kemudian diajak masuk ke dalam percakapan yang lebih kecil melalui konsep Hive dan mekanisme Guide Rotation.
Dalam format tersebut, peserta dapat berpindah kelompok dan mendengarkan perspektif berbeda.
Tiga area menjadi titik pembahasan, yakni Tech & Future Skills, Creative & Talent Development, serta Economy & The Real World.
Format ini membuat pembahasan tentang masa depan tidak berhenti pada teori. Pengalaman para pembicara menjadi pintu masuk untuk membicarakan situasi yang lebih dekat dengan keseharian peserta.
Menghubungkan Potensi dengan Peluang
Perspektif lain datang dari Yusuf Ngadimin, Founder & CEO Uthoppia House,
Singapura, yang hadir sebagai invited guest.
Ia memperkenalkan secara singkat Uthoppia dan Mimicue.ai sekaligus membawa pembahasan mengenai cara mengenali potensi dan mengeksplorasi pilihan pendidikan maupun karier.
Sesi tersebut ditempatkan sebagai bagian dari percakapan dan demonstrasi singkat, bukan sebagai promosi produk dalam format panjang.
Pendekatan itu memperkuat pesan bahwa perkembangan teknologi dapat menjadi bagian dari perjalanan karier dan pengembangan diri, selama ditempatkan dalam konteks kebutuhan dan kemampuan yang ingin dibangun.
Bagi peserta, persoalan masa depan akhirnya tidak hanya berkaitan dengan
“ingin menjadi apa”, tetapi juga “kemampuan apa yang perlu dibangun”, “jaringan seperti apa yang perlu dikembangkan”, dan “langkah konkret apa yang bisa dimulai sekarang.”
Dari Inspirasi Menjadi Langkah
Bagian akhir kegiatan dirancang untuk memastikan percakapan tidak berhenti ketika acara selesai.
Peserta mengikuti sesi Suara Peserta & Real Cases bersama para narasumber.
Setelah itu, mereka diminta menuliskan satu langkah nyata yang ingin dilakukan melalui lembar My Next Step dan menempatkannya pada Next Step Wall.
Dengan cara tersebut, peserta tidak hanya membawa pulang pengalaman mengikuti sebuah acara, tetapi juga satu rumusan tindakan yang dapat mulai dijalankan setelah kegiatan.
Bagi BEEang Cipta Raya, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ruang kreatif yang tidak hanya mempertemukan orang, tetapi juga membuka percakapan mengenai potensi, keterampilan, teknologi, karya, dan peluang.
Coffee Talk – Future Ready menjadi program awal dari rangkaian kegiatan yang dikembangkan BEEang Cipta Raya.
Sebelumnya, kegiatan ini diperkenalkan sebagai ruang dialog bagi mahasiswa, fresh graduate, dan profesional muda untuk membahas perubahan dunia kerja secara lebih terbuka dan interaktif.
Pada akhirnya, pesan yang dibawa dari Depok cukup sederhana: masa depan tidak selalu harus dipilih dari jalur yang sudah tersedia.
Ada kalanya seseorang perlu memahami dirinya, mendengarkan pengalaman orang lain, lalu menentukan sendiri langkah berikutnya.
Bagi generasi yang hidup di tengah perubahan teknologi dan dunia kerja yang terus bergerak, kemampuan untuk beradaptasi dan mengambil langkah menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut.
Fandi










Komentar