Makassar,discoverynews.id — Kalla Institute Makassar terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan proses pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program kolaboratif yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar langsung dari praktisi dan pelaku industri.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi Kalla Institute bersama Indosat IM3 dalam kegiatan Airena Belajar yang mengangkat tema “IM3 with Google Gemini: AI untuk Semua – Pemanfaatan AI Meningkatkan Produktivitas.”
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Kalla Institute, Nipah Mall Makassar, lantai 6, Rabu (23/9/2026), tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal lebih dekat perkembangan teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) serta berbagai bentuk pemanfaatannya dalam mendukung kegiatan akademik, pekerjaan, kreativitas, hingga aktivitas sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis mengenai perkembangan AI, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan secara praktis untuk membantu menyelesaikan berbagai kebutuhan.
Kegiatan Airena Belajar menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman di bidang industri, pemasaran, teknologi, serta inovasi digital. Mereka adalah Widy Wibowo, Head of Sales IM3 Sulawesi; Muh. Zulfikar Aris, AI & Digital Innovation Educator; serta Alif Randhy Pratama, Quality Acq. & Mkt Intelligence.
Kehadiran para narasumber memberikan perspektif yang beragam kepada mahasiswa mengenai perkembangan teknologi digital, peluang pemanfaatan AI, hingga pentingnya kemampuan beradaptasi di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.
Kalla Institute Dorong Kolaborasi dengan Industri
Kegiatan Airena Belajar diawali dengan sambutan Anhar Januar Malik, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Kalla Institute.
Dalam sambutannya, Anhar menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dengan dunia industri sebagai bagian dari proses pengembangan kompetensi mahasiswa.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat menuntut institusi pendidikan untuk terus beradaptasi. Perguruan tinggi tidak cukup hanya memberikan pembelajaran yang bersifat teoritis, tetapi juga perlu membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengenal berbagai perkembangan terbaru yang terjadi di dunia industri.
Kolaborasi dengan perusahaan dan praktisi juga dinilai penting agar mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai kebutuhan dunia kerja serta perkembangan teknologi yang akan mereka hadapi setelah menyelesaikan pendidikan.
“Perguruan tinggi perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Melalui kolaborasi seperti ini, mahasiswa Kalla Institute mendapatkan kesempatan untuk memperluas wawasan dan mengenal teknologi terbaru. Mereka juga dapat memahami penerapannya dalam kehidupan akademik maupun dunia kerja,” ujar Anhar.
Ia menjelaskan bahwa Kalla Institute terus berupaya menghadirkan ekosistem pembelajaran yang mampu menghubungkan pendidikan, teknologi, dan kebutuhan industri.
Melalui kegiatan kolaboratif seperti Airena Belajar, mahasiswa diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk belajar langsung dari praktisi sekaligus memahami berbagai perkembangan yang sedang berlangsung di dunia profesional.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya kampus dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi perubahan pola kerja yang semakin dipengaruhi oleh teknologi digital.
Perkembangan kecerdasan artifisial, misalnya, kini telah memberikan pengaruh terhadap berbagai bidang pekerjaan. Kehadiran AI tidak hanya membuka peluang baru, tetapi juga mendorong masyarakat untuk memiliki kemampuan baru dalam memanfaatkan teknologi secara efektif, kreatif, dan bertanggung jawab.
Karena itu, mahasiswa perlu memiliki pemahaman yang memadai mengenai cara kerja teknologi sekaligus mengetahui bagaimana memanfaatkannya secara tepat.
Mahasiswa Kenali Pemanfaatan AI dan Google Gemini
Salah satu pembahasan utama dalam kegiatan Airena Belajar adalah mengenai perkembangan kecerdasan artifisial serta pemanfaatan Google Gemini dalam mendukung produktivitas.
Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai kemungkinan penggunaan AI untuk membantu proses belajar, mencari dan mengolah informasi, mengembangkan gagasan, menyusun konsep, hingga mendukung penyelesaian berbagai aktivitas secara lebih efektif.
Dalam sesi berbagi, Muh. Zulfikar Aris, AI & Digital Innovation Educator, menjelaskan bahwa teknologi AI saat ini berkembang menjadi salah satu alat yang dapat membantu manusia meningkatkan produktivitas.
Menurutnya, pemanfaatan AI tidak sebatas mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga membutuhkan kemampuan pengguna dalam memberikan instruksi, memahami informasi yang dihasilkan, serta melakukan verifikasi terhadap hasil yang diberikan.
“AI bukan sekadar teknologi yang sedang berkembang, tetapi sebuah tools yang dapat membantu kita bekerja lebih produktif. Yang penting adalah bagaimana kita memahami cara menggunakannya secara tepat dan bertanggung jawab untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan,” ujar Zulfikar.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak memandang AI sebagai teknologi yang sepenuhnya menggantikan kemampuan manusia.
Sebaliknya, AI dapat digunakan sebagai alat pendukung untuk membantu pengguna bekerja lebih cepat, mengembangkan gagasan, dan mengeksplorasi berbagai alternatif penyelesaian masalah.
Dalam konteks pendidikan, teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk membantu mahasiswa memahami materi pembelajaran, membuat rangkuman, menemukan referensi awal, mengembangkan ide, hingga membantu menyusun kerangka suatu pekerjaan.
Namun, pemanfaatan tersebut tetap perlu disertai sikap kritis dan bertanggung jawab.
Mahasiswa tetap perlu melakukan pengecekan terhadap informasi yang dihasilkan oleh AI, mempertimbangkan kredibilitas sumber, serta memastikan penggunaan teknologi tetap sesuai dengan prinsip etika akademik.
Pemahaman tersebut menjadi penting karena perkembangan AI semakin dekat dengan aktivitas masyarakat, termasuk mahasiswa.
Jika dimanfaatkan secara tepat, teknologi tersebut dapat menjadi salah satu pendukung dalam meningkatkan efektivitas proses belajar.
Adaptasi Teknologi Jadi Keterampilan Penting
Pada kesempatan yang sama, Widy Wibowo, Head of Sales IM3 Sulawesi, menyoroti pentingnya kemampuan generasi muda untuk terus belajar dan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Menurutnya, perubahan teknologi berlangsung dengan sangat cepat dan turut memengaruhi berbagai sektor industri.
Kemampuan beradaptasi menjadi salah satu keterampilan yang semakin dibutuhkan karena teknologi yang digunakan saat ini dapat terus mengalami perkembangan dalam waktu yang relatif singkat.
“Perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat. Karena itu, generasi muda perlu terus belajar dan beradaptasi. Melalui kegiatan seperti Airena Belajar, kami ingin berbagi pengalaman sekaligus memperkenalkan berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan melalui teknologi digital,” kata Widy.
Melalui kegiatan tersebut, IM3 juga berupaya memberikan ruang pembelajaran bagi generasi muda agar semakin dekat dengan perkembangan teknologi.
Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memahami fungsi teknologi serta melihat berbagai peluang yang dapat dikembangkan dari kemajuan digital.
Kemampuan beradaptasi terhadap teknologi juga menjadi semakin penting karena dunia kerja terus mengalami transformasi.
Berbagai proses pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini mulai didukung oleh sistem digital dan kecerdasan artifisial.
Kondisi tersebut membuat mahasiswa perlu mempersiapkan diri dengan keterampilan yang relevan, termasuk kemampuan menggunakan teknologi, berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, serta menyelesaikan permasalahan.
AI Dapat Mendukung Produktivitas
Sementara itu, Alif Randhy Pratama, Quality Acq. & Mkt Intelligence, turut memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi untuk mendukung produktivitas.
Menurutnya, perkembangan teknologi akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila pengguna mampu memahami cara memanfaatkannya sesuai dengan kebutuhan.
“Teknologi seharusnya tidak hanya kita kenal, tetapi juga kita manfaatkan. Dengan pemahaman yang tepat, AI dapat menjadi salah satu alat untuk membantu menyederhanakan pekerjaan dan meningkatkan produktivitas,” ungkap Randhy.
Ia menjelaskan bahwa teknologi dapat membantu seseorang menyelesaikan berbagai pekerjaan dengan lebih efektif.
Namun, hasil yang diperoleh tetap sangat bergantung pada bagaimana pengguna memanfaatkan teknologi tersebut.
Karena itu, kemampuan memahami kebutuhan, menyusun instruksi yang tepat, serta mengevaluasi informasi menjadi bagian penting dalam penggunaan AI.
Mahasiswa juga didorong untuk memanfaatkan AI sebagai pendamping dalam proses pembelajaran, bukan sekadar sebagai alat untuk memperoleh jawaban secara instan.
Dengan pendekatan tersebut, teknologi dapat membantu mahasiswa mengeksplorasi pengetahuan sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir.
Misalnya, mahasiswa dapat menggunakan AI untuk membantu menemukan ide awal, membuat struktur pembahasan, memahami istilah tertentu, membandingkan sejumlah konsep, hingga membantu mempersiapkan bahan presentasi.
Selanjutnya, mahasiswa tetap memiliki peran penting dalam menilai, memperbaiki, serta mengembangkan hasil yang diperoleh.
Mahasiswa Baru Antusias Ikuti Airena Belajar
Kegiatan Airena Belajar juga mendapatkan respons positif dari mahasiswa baru Kalla Institute yang mengikuti rangkaian kegiatan.
Para peserta terlihat antusias mengikuti pemaparan dari narasumber mengenai perkembangan AI dan berbagai contoh penggunaannya.
Bagi mahasiswa baru, kegiatan tersebut menjadi salah satu pengalaman awal untuk mengenal lingkungan pembelajaran di Kalla Institute yang tidak hanya berlangsung melalui kegiatan perkuliahan di dalam kelas, tetapi juga melalui berbagai program kolaborasi bersama mitra industri.
Melalui sesi pembelajaran tersebut, peserta memperoleh wawasan baru mengenai penggunaan AI untuk menunjang aktivitas akademik.
Salah satu mahasiswa baru Kalla Institute mengungkapkan bahwa kegiatan Airena Belajar memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam proses perkuliahan.
“Sebagai mahasiswa baru, kegiatan ini memberikan banyak pengetahuan baru bagi saya, terutama tentang pemanfaatan AI untuk membantu proses belajar. Saya jadi lebih memahami bahwa teknologi seperti Google Gemini bisa digunakan untuk mencari informasi, mengembangkan ide, dan membantu mengerjakan tugas perkuliahan,” ungkap salah satu peserta.
Menurut peserta, pengenalan teknologi AI sejak awal masa perkuliahan juga membantu mahasiswa memahami bahwa penggunaan teknologi perlu disertai kemampuan dalam mengelola dan mengevaluasi informasi.
Dengan demikian, mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana pendukung dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kegiatan seperti ini juga memberikan pengalaman berbeda bagi mahasiswa karena mereka dapat berinteraksi secara langsung dengan praktisi dan mendengarkan berbagai perspektif mengenai perkembangan dunia digital.
Pengalaman tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu mahasiswa sekaligus mendorong mereka untuk terus mengembangkan kemampuan.
Peserta Peroleh Berbagai Manfaat
Selain mendapatkan materi pembelajaran dari para narasumber, peserta Airena Belajar juga memperoleh berbagai manfaat yang disiapkan dalam rangkaian kegiatan.
Di antaranya kartu perdana dengan kuota internet 3GB, akses Gemini Plus, tambahan kapasitas penyimpanan hingga 40GB, sertifikat online, serta kesempatan memperoleh berbagai doorprize.
Berbagai fasilitas tersebut semakin menambah antusiasme peserta mengikuti rangkaian kegiatan.
Namun, manfaat utama yang diperoleh mahasiswa tetap berupa pengetahuan dan pengalaman mengenai perkembangan teknologi serta cara memanfaatkannya secara produktif.
Melalui sesi pemaparan dan diskusi, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk memahami perkembangan AI dari perspektif yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Mereka juga memperoleh gambaran mengenai bagaimana teknologi dapat diterapkan dalam dunia pendidikan maupun pekerjaan.
Perkuat Literasi Digital Mahasiswa
Kolaborasi bersama Indosat IM3 menjadi bagian dari upaya Kalla Institute dalam memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan dunia industri.
Kegiatan tersebut diharapkan memberikan pengalaman pembelajaran yang semakin relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan dari sisi akademik, tetapi juga mengenal penerapan teknologi secara langsung dalam berbagai bidang.
Hal ini penting untuk membantu mahasiswa memahami hubungan antara pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan kebutuhan yang akan mereka temui di dunia kerja.
Literasi digital juga menjadi salah satu kompetensi penting di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengoperasikan perangkat atau aplikasi, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, memanfaatkan teknologi secara efektif, menjaga etika dalam ruang digital, serta menggunakan teknologi untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
Kehadiran teknologi kecerdasan artifisial semakin memperluas kebutuhan terhadap literasi digital tersebut.
Pengguna tidak cukup hanya mengetahui cara menggunakan AI, tetapi juga harus mampu memahami keterbatasannya.
Kemampuan memeriksa kembali informasi, membedakan sumber yang kredibel, menjaga keamanan data, serta menggunakan teknologi sesuai etika menjadi aspek penting yang perlu dipahami generasi muda.
Karena itu, pengenalan AI kepada mahasiswa diharapkan tidak hanya menghasilkan pengguna teknologi yang aktif, tetapi juga pengguna yang kritis dan bertanggung jawab.
Siapkan Mahasiswa Hadapi Transformasi Digital
Sebagai kampus bisnis dan teknologi yang terhubung dengan ekosistem KALLA, Kalla Institute terus mendorong terciptanya lingkungan pembelajaran yang inovatif, adaptif, serta memiliki hubungan dengan perkembangan dunia industri.
Kegiatan kolaboratif menjadi salah satu sarana yang digunakan untuk memperluas pengalaman mahasiswa di luar proses pembelajaran formal.
Melalui program seperti Airena Belajar, mahasiswa memiliki kesempatan untuk memahami perkembangan teknologi secara lebih kontekstual.
Mereka dapat mengetahui bagaimana perkembangan tersebut memengaruhi dunia bisnis, pendidikan, komunikasi, maupun berbagai sektor lainnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mempersiapkan kompetensi menghadapi era transformasi digital.
Kemampuan teknologi kini menjadi bagian yang semakin tidak terpisahkan dari berbagai profesi.
Namun, kemampuan teknis juga perlu diimbangi dengan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, serta integritas.
Perpaduan antara berbagai kemampuan tersebut diharapkan membuat mahasiswa mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.
Kalla Institute juga terus mendorong mahasiswa agar terbuka terhadap perkembangan baru.
Perubahan teknologi seharusnya dilihat sebagai peluang untuk mengembangkan kompetensi sekaligus menciptakan inovasi.
Mahasiswa diharapkan dapat menggunakan teknologi bukan hanya untuk menyelesaikan tugas akademik, tetapi juga untuk mengembangkan gagasan, menciptakan solusi, dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat.
Dorong Penggunaan AI Secara Bertanggung Jawab
Di tengah semakin luasnya penggunaan AI, aspek tanggung jawab juga menjadi perhatian penting.
Kemudahan memperoleh informasi melalui teknologi kecerdasan artifisial perlu dibarengi dengan kemampuan untuk memahami keakuratan dan konteks informasi.
Mahasiswa tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap informasi yang digunakan dalam kegiatan akademik berasal dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
AI dapat membantu mempercepat berbagai proses, tetapi keputusan akhir tetap berada pada pengguna.
Karena itu, pemanfaatan AI perlu ditempatkan sebagai alat pendukung bagi kemampuan manusia.
Kalla Institute mendorong mahasiswa untuk menggunakan teknologi tersebut secara kreatif dan produktif tanpa mengabaikan prinsip kejujuran serta etika akademik.
Pemahaman mengenai penggunaan teknologi yang bertanggung jawab diharapkan dapat menjadi bekal mahasiswa, baik selama menjalani pendidikan maupun ketika memasuki dunia profesional.
Kalla Institute dan IM3 Dukung Generasi Muda Melek Teknologi
Melalui penyelenggaraan Airena Belajar, kolaborasi Kalla Institute dan Indosat IM3 turut mendukung peningkatan literasi digital di kalangan generasi muda.
Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal perkembangan teknologi dari para praktisi sekaligus memperoleh gambaran mengenai peluang pemanfaatannya.
Kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri memiliki peran penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia menghadapi perubahan.
Pengetahuan akademik dapat semakin diperkaya melalui pengalaman, wawasan praktis, serta interaksi langsung dengan dunia industri.
Ke depan, Kalla Institute berharap semakin banyak mahasiswa yang mampu memanfaatkan perkembangan AI secara kreatif, produktif, kritis, dan bertanggung jawab.
Mahasiswa juga diharapkan terus mengembangkan keterampilan digital agar mampu mengikuti perubahan teknologi yang berlangsung semakin cepat.
Kolaborasi dengan berbagai mitra industri akan terus menjadi bagian penting dalam pengembangan pengalaman belajar mahasiswa Kalla Institute.
Melalui pendekatan tersebut, kampus berupaya menciptakan proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan nyata di dunia kerja.
Dengan pemahaman teknologi yang semakin baik, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu beradaptasi dengan transformasi digital, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam menciptakan berbagai inovasi di masa depan.
Melalui Airena Belajar, Kalla Institute dan Indosat IM3 menegaskan pentingnya sinergi pendidikan dan industri dalam membangun generasi muda yang lebih siap menghadapi perkembangan teknologi.
Pemanfaatan AI seperti Google Gemini diharapkan menjadi salah satu pintu bagi mahasiswa untuk terus belajar, bereksperimen, mengembangkan kreativitas, serta meningkatkan produktivitas.
Pada akhirnya, perkembangan teknologi tidak hanya membutuhkan kemampuan untuk menggunakannya, tetapi juga kesiapan untuk terus belajar dan beradaptasi. Dengan semangat tersebut, Kalla Institute terus berupaya menghadirkan pengalaman pembelajaran yang relevan sehingga mahasiswa mampu tumbuh menjadi generasi yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan di era transformasi digital.















Komentar