Discoverynews.id — Akar teratai atau yang dikenal sebagai akar lotus selama ini mungkin belum banyak dilirik sebagai bahan pangan. Padahal, bagian tanaman yang tumbuh di dalam lumpur tersebut memiliki kandungan nutrisi yang cukup beragam dan telah lama dimanfaatkan dalam kuliner serta pengobatan tradisional di sejumlah negara Asia.
Selain memiliki tekstur khas dan dapat diolah menjadi berbagai hidangan, akar teratai mengandung vitamin, mineral, serat, serta sejumlah senyawa antioksidan yang dibutuhkan tubuh.
Mengacu pada data United States Department of Agriculture (USDA), sekitar 60 gram akar teratai yang telah direbus mengandung sekitar 40 kalori, 9,6 gram karbohidrat, 1,9 gram serat, 1 gram protein, serta 16,4 miligram vitamin C. Akar teratai juga mengandung kalium, fosfor, magnesium dan mangan.
Kandungan tersebut membuat akar teratai menarik untuk dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang beragam dan seimbang.
1. Kaya nutrisi
Akar teratai mengandung sejumlah zat gizi penting, termasuk vitamin C, serat, vitamin B kompleks, magnesium, mangan, fosfor dan kalium.
Vitamin C berperan dalam mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh serta pembentukan kolagen. Sementara serat penting untuk membantu menjaga fungsi saluran pencernaan. Adapun berbagai mineral di dalamnya berperan dalam mendukung fungsi otot, saraf dan tulang.
2. Membantu menjaga tekanan darah
Kandungan kalium pada akar teratai dapat mendukung keseimbangan cairan tubuh dan membantu fungsi pembuluh darah. Asupan kalium yang cukup sebagai bagian dari pola makan sehat diketahui berkaitan dengan pemeliharaan tekanan darah yang sehat.
Namun, akar teratai bukan pengganti obat atau terapi bagi penderita hipertensi.
3. Mendukung kesehatan pencernaan
Serat menjadi salah satu kandungan penting dalam akar teratai. Asupan serat yang cukup dapat membantu memperlancar buang air besar dan menjaga fungsi saluran pencernaan.
Karena itu, memasukkan sumber serat seperti akar teratai ke dalam menu makanan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan pencernaan.
4. Mengandung antioksidan
Akar teratai juga memiliki sejumlah senyawa bioaktif, termasuk senyawa fenolik dan flavonoid. Senyawa tersebut dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang membantu melawan efek radikal bebas di dalam tubuh.
Antioksidan berperan dalam membantu melindungi sel dari stres oksidatif. Meski demikian, manfaat tersebut tetap perlu dipahami sebagai bagian dari pola makan sehat secara keseluruhan.
5. Berpotensi mendukung kesehatan ginjal
Dalam pengobatan tradisional, akar teratai telah digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk berkaitan dengan kesehatan ginjal. Akar teratai juga disebut memiliki sifat diuretik.
Meski demikian, klaim mengenai kemampuan akar teratai dalam meningkatkan fungsi ginjal atau mengeluarkan racun dari tubuh masih membutuhkan bukti klinis yang lebih kuat. Bagi orang dengan gangguan ginjal, konsumsi makanan tinggi mineral seperti kalium sebaiknya disesuaikan dengan anjuran tenaga medis.
6. Mendukung kesehatan kulit
Vitamin C yang terdapat dalam akar teratai memiliki peran penting dalam pembentukan kolagen. Kolagen dibutuhkan tubuh untuk membantu mempertahankan struktur dan elastisitas kulit.
Selain itu, kandungan antioksidan pada akar teratai turut menjadi alasan bahan pangan ini menarik untuk dimasukkan ke dalam pola makan yang mendukung kesehatan kulit.
7. Membantu memenuhi kebutuhan nutrisi untuk otak
Akar teratai mengandung fosfor dan sejumlah mineral lainnya yang dibutuhkan tubuh. Fosfor berperan dalam berbagai proses biologis, termasuk metabolisme energi dan fungsi sel.
Namun, anggapan bahwa konsumsi akar teratai secara langsung dapat meningkatkan memori atau kecerdasan perlu disikapi secara hati-hati. Kesehatan otak dipengaruhi banyak faktor, termasuk pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, tidur dan gaya hidup.
Dengan kandungan nutrisi yang beragam, akar teratai dapat menjadi salah satu pilihan bahan pangan yang menarik untuk melengkapi menu sehari-hari. Mulai dari serat, vitamin C hingga berbagai mineral, tanaman yang selama ini lebih dikenal karena bunganya ternyata menyimpan bagian yang juga dapat dikonsumsi.
Meski memiliki sejumlah potensi manfaat, akar teratai sebaiknya tidak diposisikan sebagai obat untuk mengatasi penyakit tertentu. Konsumsi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing dan menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang.












Komentar