oleh

Menyusuri Tradisi Leluhur: Semarak Acara Tuba Adat di Desa Petai Patah Dusun Nago Kabupaten Ketapang

KALBAR KETAPANG, Discoverynews ~ Suasana meriah dan penuh kekeluargaan tampak jelas menyelimuti aliran sungai di Desa Petai Patah Dusun Nago, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang.

Tim Discoverynews.id yang turun langsung ke lokasi mendapati antusiasme luar biasa dari warga setempat yang tumpah ruah mengikuti tradisi turun-temurun Minggu (04/10/2026)

Discovery Photo Eksklusif

Momen Terbaik Hari Ini

Jelajahi kumpulan foto pilihan dengan cerita visual yang memukau dan penuh inspirasi di balik setiap lensanya.

Kegiatan budaya yang dikenal sebagai acara tuba adat ini tidak hanya sekadar ritual menangkap ikan bersama, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Terlihat hamparan sungai dipadati oleh masyarakat dari berbagai kalangan usia yang bersemangat berpartisipasi di tengah keindahan alam khas pedesaan Ketapang.  

Kehadiran tim Discoverynews.id di tengah-tengah masyarakat memperlihatkan bagaimana tradisi ini dijaga dengan penuh rasa hormat oleh generasi penerus.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, riuh suara kegembiraan warga berpadu dengan gemercik air sungai menciptakan atmosfer kebersamaan yang sangat autentik.

Setiap sudut sungai dipenuhi oleh warga yang membawa berbagai alat tangkap tradisional, bersiap menyambut puncak dari prosesi adat tersebut.

Suasana pagi hingga siang hari itu benar-benar menjadi pemandangan yang hidup, merefleksikan kuatnya ikatan sosial dan budaya di wilayah pedalaman Kabupaten Ketapang.  

Pelaksanaan tuba adat di Desa Petai Patah Dusun Nago ini memiliki makna filosofis yang mendalam bagi kehidupan masyarakat hukum adat setempat.

Selain sebagai sarana pemenuhan kebutuhan pangan bersama, ritual ini mencerminkan kearifan lokal dalam mengelola sumber daya alam secara bijak dan selaras dengan alam.

Para tokoh adat memimpin jalannya rangkaian acara dengan khidmat, memastikan setiap tahapan dilakukan sesuai dengan petunjuk para leluhur terdahulu.

Nilai-nilai gotong royong tampak sangat dominan, di mana setiap orang saling membantu dan berbagi hasil tangkapan begitu prosesi inti selesai dilaksanakan.  

Sebagai salah satu warisan budaya tak benda yang masih lestari, tradisi ini menarik perhatian karena mampu bertahan di tengah gempuran modernisasi zaman.

Warga Desa Petai Patah Dusun Nago menunjukkan bahwa modernitas tidak harus menggerus identitas budaya asli suatu daerah. Anak-anak hingga orang dewasa tampak membaur tanpa sekat, menikmati setiap momen kebersamaan di sepanjang aliran sungai yang berbatu.

Hal ini membuktikan bahwa pelestarian tradisi adat dapat berjalan beriringan dengan keharmonisan sosial masyarakat modern di Kabupaten Ketapang.  

Tim Discoverynews.id juga berkesempatan berbincang langsung dengan beberapa warga serta pemangku adat setempat untuk mendalami esensi di balik kegiatan ini.

Dari perbincangan tersebut terungkap bahwa persiapan acara ini telah dilakukan jauh-jauh hari melalui musyawarah mufakat tingkat dusun dan desa. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama suksesnya penyelenggaraan tradisi tuba adat pada tahun ini.

Mereka berharap tradisi luhur ini terus mendapatkan perhatian luas agar kelestariannya tetap terjaga hingga anak cucu kelak tanpa kehilangan makna sakralnya.  

Menjelang sore hari, rangkaian acara perlahan usai dengan senyum kepuasan terpancar dari wajah para warga yang membawa hasil tangkapan masing-masing.

Sungai di Desa Petai Patah Dusun Nago kembali tenang, meninggalkan cerita indah tentang kebersamaan dan kekayaan budaya lokal yang membanggakan. Liputan langsung ini menegaskan bahwa Kabupaten Ketapang menyimpan potensi kearifan lokal yang luar biasa dan layak untuk terus diperkenalkan kepada khalayak luas.

Tim Discoverynews.id akan terus hadir di garis terdepan untuk menyajikan laporan mendalam mengenai kekayaan tradisi Nusantara langsung dari sumbernya.

(Red)

Komentar