oleh

Tewas Terpangang di Lahan Sendiri: Niat Membuka Lahan Dengan Membakar, Berakhir Petaka Maut

KALBAR LANDAK,Discoverynews.id ~ Matahari baru saja bergeser ke barat ketika kesunyian Desa Kayuara, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak, mendadak pecah oleh gulungan asap hitam yang membumbung tinggi ke angkasa.

Siang itu, Rabu (30/9/2026), seorang warga bernama Udik melangkah seorang diri menuju ladang pertaniannya dengan niat mengolah tanah seperti hari-hari biasa.

Discovery Photo Eksklusif

Momen Terbaik Hari Ini

Jelajahi kumpulan foto pilihan dengan cerita visual yang memukau dan penuh inspirasi di balik setiap lensanya.

Tanpa disadari, langkah tersebut menjadi perjalanan terakhir kalinya menapaki bumi, terseret dalam pusaka maut api yang dengan cepat merayap dan melahap apa saja di sekitarnya.

Hembusan angin yang bertiup kencang di area terbuka membuat lidah-lidah api yang tadinya kecil berubah menjadi monster merah yang mengamuk hebat tanpa kendali.

Udik yang berada di tengah kepungan kobaran api seketika terisolasi, terjebak dalam perangkap panas yang membakar ruang geraknya hingga ia kehilangan segala celah untuk menyelamatkan diri.

Jerit tertahan di antara suara bergemeretak kayu yang terbakar musnah, sirna dihempas ganasnya udara panas yang kian pekat mencekik dada.

Waktu terus merayap hingga malam mulai merangkul bumi, namun sosok Udik tak kunjung menampakkan batang hidungnya di rumah, menyisakan kecemasan mendalam di hati keluarganya.

Pihak keluarga yang dilanda ketidakpastian akhirnya memutuskan menyusul ke lokasi ladang bersama warga desa dengan berbekal penerangan seadanya di tengah pekatnya kegelapan malam.

Alangkah terkejut dan hancurnya perasaan mereka saat mendapati kenyataan pahit, di mana sang petani ditemukan telah tak bernyawa setelah dijamah amukan api yang baru saja padam.

Sekitar pukul 20.00 WIB, suasana evakuasi bersama polisi dan warga desa, suasana berubah menjadi isak tangis histeris ketika jenazah korban perlahan digotong menjauh dari sisa-sisa bara yang masih mengepulkan asap tipis.

Para tetangga yang datang membantu hanya bisa tertegun menyaksikan tragedi yang merenggut nyawa secara mengenaskan akibat sebuah musibah di ladang pertanian.

Kepergian Udik menyisakan duka yang amat mendalam bagi sanak saudara, sekaligus meninggalkan luka batin yang sulit disembuhkan bagi warga desa setempat.

Peristiwa pilu ini kembali membuka mata banyak pihak mengenai betapa tipisnya batas antara kelangsungan hidup dan maut dalam sekejap mata akibat kelengahan kecil di alam terbuka.

Praktik pembakaran lahan tanpa pengawasan ketat terbukti menyimpan ancaman mematikan yang tidak hanya merusak kelestarian lingkungan, tetapi juga merenggut nyawa manusia secara tragis.

Pemerintah dan aparat setempat tidak henti-hentinya mengingatkan masyarakat agar segera meninggalkan cara-cara lama membuka lahan dengan membakar demi keselamatan bersama.

Menanggapi musibah ini,Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., menghimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan menghentikan praktik pembakaran lahan.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama demi menghindari jatuhnya korban jiwa akibat kelalaian dalam mengelola lahan terbuka.

(Tim/Red)

Komentar