oleh

Bocah 7 Tahun Tenggelam Saat Menyusul Kakak Bermain di Tepian Sungai Kapuas

PONTIANAK,Discoverynews.id ~ Derasnya arus Sungai Kapuas di Jalan Selat Bali, Pontianak Utara mendadak menjadi saksi bisu tragedi menyayat hati yang merenggut nyawa seorang bocah tak berdosa bernama SP pada Selasa sore, 6 Oktober 2026.

Di usianya yang baru menginjak tujuh tahun dan masih duduk di bangku kelas dua sekolah dasar, langkah kecil bocah malang tersebut harus terhenti secara tragis akibat sebuah ketidaksengajaan yang berujung petaka.

Discovery Photo Eksklusif

Momen Terbaik Hari Ini

Jelajahi kumpulan foto pilihan dengan cerita visual yang memukau dan penuh inspirasi di balik setiap lensanya.

Peristiwa pilu ini bermula sekitar pukul 14.35 WIB ketika korban berinisiatif menyusul sang kakak yang sedang asyik bermain di sekitar tepian sungai berarus tenang namun mematikan itu.

Tanpa diduga, di tengah gelak tawa dunia anak-anak, langkah kaki kecil korban tergelincir dari bibir sungai dan seketika terjurumus ke dalam dekap air Sungai Kapuas yang dalam, sementara takdir mencatat bahwa bocah malang tersebut belum memiliki kemampuan untuk berenang.

Panik melihat adiknya terseret arus dan tenggelam, sang kakak yang baru berusia sepuluh tahun sempat berjuang setengah mati memberikan pertolongan darurat menggunakan pelampung seadanya yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Namun, derasnya air dan kepanikan yang melanda membuat upaya heroik sang kakak berbuah sia-sia hingga tubuh mungil adiknya lenyap dari pandangan, memaksa sang kakak berlari histeris meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Tak lama berselang, laporan tersebut direspons cepat oleh personel Polsek Pontianak Utara yang langsung terjun ke lokasi bersama tim gabungan dari Dit Polairud Polda Kalbar, Damkar Hunter, BPBD Kota Pontianak, serta puluhan warga setempat yang bahu-membahu menyisir permukaan sungai demi menemukan korban.

Setelah sekitar satu jam pencarian yang menegangkan dan dibalut doa orang-orang terdekat, takdir akhirnya mempertemukan tim penyelamat dengan korban sekitar pukul 15.50 WIB dalam kondisi terbujur kaku dan tidak sadarkan diri di sekitar titik awal ia terjatuh.

Tubuh mungil yang basah kuyup itu langsung dilarikan secara darurat menuju RS Pontianak Utara guna mendapatkan tindakan medis secepat kilat demi mengembalikan napasnya yang telah hilang.

Di ruang pemeriksaan rumah sakit, tim medis berpacu dengan waktu melakukan Resusitasi Jantung Paru dengan harapan kecil ada keajaiban yang bisa menyelamatkan nyawa bocah tersebut.

Namun, garis tangan berkata lain karena monitor medis menunjukkan ketiadaan denyut nadi dan detak jantung, hingga akhirnya pada pukul 16.08 WIB pihak rumah sakit secara resmi menyatakan bahwa nyawa SP sudah tidak tertolong lagi.

Isak tangis keluarga pecah seketika di ruang duka, menyambut kepulangan jenazah korban yang dibawa menuju rumah duka di Jalan Darma Putra Gang Darma Putra 21,

Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, meninggalkan duka mendalam serta penyesalan tiada tara atas sebuah kelengahan kecil di tepi sungai yang merenggut masa depan seorang anak manusia untuk selamanya.

(Tim/Red)

Komentar