CIANJUR, DiscoveryNews.id – Wacana penerapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) berbasis digital di Kabupaten Cianjur terus dimatangkan. DPRD Kabupaten Cianjur menyatakan dukungan penuh terhadap sistem tersebut karena dinilai lebih efisien, transparan, dan mampu memangkas anggaran.
Dukungan itu disampaikan langsung Ketua Komisi I DPRD Cianjur, Moch Isnaeni, usai pelaksanaan simulasi tata cara pencoblosan digital di gedung DPRD Cianjur, Senin (6/10/2026).
Menurut Isnaeni, simulasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan untuk menguji kesiapan teknis sebelum diterapkan secara massal di 200+ desa yang akan menggelar Pilkades serentak.
“Ini terobosan. Lebih memudahkan warga menyalurkan hak suaranya dan sangat efisien, baik waktu maupun anggaran. Segala kemungkinan teknis akan kita atur detail dalam Perbup dan SK Bupati, jadi ada payung hukum yang jelas,” tegas Isnaeni kepada DiscoveryNews.id.
Antisipasi TPS Jauh dan Gangguan Teknis
Isnaeni juga menyoroti aspek geografis. Jika dalam skema awal hanya disiapkan satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) digital per desa, Komisi I mendorong agar di desa dengan wilayah luas dan medan sulit, TPS bisa ditambah menjadi dua titik.
“Langkah ini untuk mendekatkan pelayanan. Jangan sampai karena jarak yang jauh, partisipasi pemilih justru turun,” ujarnya.
Terkait keraguan publik soal gangguan teknis seperti listrik padam atau sistem error, Isnaeni memastikan sudah ada mitigasi berlapis. Mulai dari genset cadangan, server backup, hingga sistem offline.
“Dari hasil simulasi kemarin, tingkat kesalahan (error rate) sangat kecil, di bawah 1 persen. Jadi secara teknis kita sudah sangat siap,” klaimnya.
Jadwal Masih Menggantung di Meja Bupati
Sementara untuk kepastian jadwal Pilkades digital, hingga kini belum ada keputusan final. DPRD menyebut bola panas kini ada di tangan Bupati Cianjur, dr. M. Wahyu.
“Belum dipastikan diundur atau tidak. Kita masih menunggu keputusan Pak Bupati. Ini juga harus sinkron dengan jadwal dan regulasi dari Pemprov Jabar, karena Cianjur jadi daerah percontohan digitalisasi Pilkades di Jawa Barat,” pungkas Isnaeni.
Diketahui, Kabupaten Cianjur menjadi salah satu kabupaten yang dilirik Pemprov Jabar sebagai pilot project Pilkades digital. Jika berhasil, sistem ini akan menjadi model bagi kabupaten lain di Jawa Barat untuk mewujudkan Pilkades yang modern, cepat, dan minim konflik












Komentar