KALBAR SANGGAU,Discoverynews.id — Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Sanggau menyuarakan keprihatinan mendalam terkait kondisi infrastruktur pendidikan di wilayah pedalaman perbatasan, khususnya menyoroti bangunan SDN 14 Badat di Desa Suruh Tembawang, Kecamatan Entikong.
Sekolah yang berada di garis depan Nusantara tersebut kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, mengalami kerusakan parah, serta menyimpan ancaman nyata bagi keselamatan jiwa para siswa dan guru yang beraktivitas di dalamnya.
Persoalan krusial ini mengemuka seiring dengan sorotan tajam dari para pengurus organisasi profesi pendidik terhadap lambatnya penanganan fasilitas dasar di daerah terpencil.
Ketua IGI Kabupaten Sanggau, Muhammad Johnson Maulani, menegaskan bahwa kondisi bangunan sekolah yang hampir ambruk tersebut tidak hanya mengganggu proses belajar mengajar, tetapi juga mempertaruhkan nyawa anak-anak yang menuntut ilmu di bawah atap yang lapuk.
“Karena memang kita masih banyak melihat di daerah-daerah tertentu masih banyak sekolah yang rusak, ya rusak berat, rusak parah, bahkan memang dikhawatirkan ini tentu membahayakan anak-anak kita yang bersekolah,” ujar Muhammad Johnson Maulani pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Tidak hanya berhenti pada kondisi fisik gedung sekolah yang mengkhawatirkan, IGI Sanggau juga menyoroti beratnya tantangan geografis berupa akses jalan dan jembatan menuju lokasi tugas yang luput dari perhatian pemerintah daerah.
Para pendidik di wilayah tersebut harus berjibaku melintasi jalur yang rusak parah demi sampai ke sekolah setiap harinya, yang secara langsung menguras tenaga serta keselamatan mereka.
“Kemudian juga tantangan yang luar biasa untuk bisa sampai ke sekolah mengingat jalan yang memang masih perlu dan butuh sekali perhatian dari tentunya kita harapkan pemerintah daerah untuk bisa memperhatikan hal ini,” tambahnya.
Menanggapi situasi darurat tersebut, pihak IGI mendesak pemerintah daerah Kabupaten Sanggau agar segera menjadikan perbaikan infrastruktur pendidikan dan aksesibilitas jalan sebagai skala prioritas utama dalam alokasi pembangunan tahun ini.
Kelancaran mobilitas menuju satuan pendidikan dinilai sebagai kunci utama agar para guru dapat menjalankan tugas pengabdiannya secara maksimal tanpa dihantui rasa cemas.
“Karena memang kelancaran ke tempat tugas dibutuhkan untuk Bapak/Ibu guru sehingga dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari bisa lebih baik untuk memenuhi kebutuhan belajar anak-anak,” tegas Johnson.
Harapan besar kini disematkan kepada para pemangku kebijakan agar segera merealisasikan rehabilitasi total SDN 14 Badat serta membuka isolasi wilayah melalui pembangunan jalan yang memadai bagi masyarakat Suruh Tembawang.
Kehadiran infrastruktur yang layak bukan sekadar soal pembangunan fisik semata, melainkan wujud nyata keadilan sosial dan perlindungan negara terhadap masa depan generasi penerus bangsa di perbatasan antar negara.
(Tim/Red)
















Komentar