KALBAR BENGKAYANG,Discoverynews.id ~ Suasana malam yang senyap di Dusun Karya, Desa Monterado, Kabupaten Bengkayang Senin (5/101/2026) mendadak berubah menjadi kepanikan mencekam ketika sebuah kilatan cahaya terang benderang disertai suara gemuruh petir yang memekakkan telinga menghantam sebuah rumah warga.
Di dalam rumah tersebut, seorang remaja berusia tujuh belas tahun bernama Muhammad Rois Sulaiman tengah asyik menggenggam gawainya di lantai tanpa alas, tanpa pernah menyadari bahwa maut sedang mengintai dari balik langit yang kelam.
Cuaca yang sejak sore hari diguyur hujan deras mendadak menjadi saksi bisu atas tragedi mengerikan yang merenggut nyawa pemuda belia tersebut dalam sekejap mata.
Tanpa diduga, sambaran petir yang begitu kuat berhasil merangsek masuk ke dalam rumah dan langsung menghantam bagian dada korban secara telak, meninggalkan rasa sakit luar biasa dan trauma hebat pada tubuhnya.
Seketika itu pula, korban langsung mengalami sesak napas yang parah disertai muntah darah segar yang membuat pihak keluarga histeris ketakutan melihat kondisi korban yang memburuk dengan cepat.
Panik bercampur bingung, keluarga bersama warga sekitar berusaha memberikan pertolongan seadanya dan langsung melarikan korban menuju klinik bidan terdekat demi menyelamatkan nyawanya.
Namun, keterbatasan fasilitas dan peralatan medis di klinik tersebut membuat nyawa korban tidak dapat tertolong secara optimal, sehingga tenaga medis memutuskan untuk segera merujuknya ke RSUD Abdul Aziz Kota Singkawang.
Perjalanan panjang yang menegangkan itu diwarnai doa dan harapan keluarga agar pemuda malang tersebut dapat bertahan hidup di tengah hantaman takdir yang begitu kejam.
Setibanya di rumah sakit rujukan, tim dokter langsung melakukan pemeriksaan intensif, namun takdir berkata lain karena nyawa korban sudah tidak dapat diselamatkan lagi.
Mendengar laporan atas kejadian tragis tersebut, jajaran Kepolisian Sektor Monterado di bawah pimpinan Iptu Suhartadi langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara secara mendalam. Pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan tim medis
setempat guna mengumpulkan data lengkap, mencatat keterangan dari para saksi mata, serta melakukan visum terhadap jenazah korban untuk memastikan penyebab pasti kematian.
Dari hasil pemeriksaan sementara di lapangan, dipastikan bahwa korban tersambar petir saat berada di dalam rumahnya di tengah kondisi cuaca buruk yang sedang melanda kawasan tersebut.
Peristiwa pilu ini sontak menjadi duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan serta menjadi pengingat keras bagi seluruh masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan tinggi terhadap bahaya penggunaan perangkat elektronik di dalam ruangan saat badai petir melanda.
Pihak kepolisian mengimbau agar warga menghindari aktivitas yang menggunakan gawai atau alat elektronik lainnya ketika hujan deras disertai petir tengah berlangsung demi keselamatan jiwa masing-masing.
Tragedi di Monterado ini kini meninggalkan luka abadi serta pelajaran berharga bahwa alam dapat menguji ketahanan manusia kapan saja tanpa pernah memberikan peringatan terlebih dahulu.
(Tim/Red)










Komentar