oleh

Diduga Abaikan K3 dan Spesifikasi Material, Proyek Rehabilitasi SLB/SKH Darul Bayan Jadi Sorotan

Pandeglang-Discoverynews.id- Proyek rehabilitasi ruang kelas di Sekolah Luar Biasa (SLB)/SKH Darul Bayan berlokasi di Jl. Raya Teluk Lada Km. 01 Soge, Panimbang, Kabupaten Pandeglang, menuai sorotan . Pekerjaan yang didanai anggaran negara tersebut diduga mengabaikan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta disinyalir menggunakan material yang tidak sesuai spesifikasi teknis.

Berdasarkan papan informasi di lokasi, pekerjaan ini merupakan bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui anggaran Bantuan Pemerintah. Proyek bernilai Rp 230juta dari anggaran APBN 2026, dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan jangka waktu pelaksanaan 150 hari kalender.

Discovery Photo Eksklusif

Momen Terbaik Hari Ini

Jelajahi kumpulan foto pilihan dengan cerita visual yang memukau dan penuh inspirasi di balik setiap lensanya.

Dalam pantauan langsung awak media di lokasi pada Rabu (7/10/2026), sejumlah pekerja terlihat mengabaikan aspek keselamatan. Tanpa Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai seperti helm keselamatan, sepatu pelindung, maupun rompi kerja, diarea yang secara tegas terpasang papan imbauan bertuliskan “Anda Memasuki Kawasan Tertib K3 – Wajib Menggunakan APD”.

Kondisi tersebut mendapat tanggapan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) HARIMAU. Perwakilan LSM HARIMAU, Jejen, menyayangkan sikap pembiaran dari pihak pelaksana terhadap standar keselamatan kerja dan mutu bahan bangunan yang digunakan.

“Sangat disayangkan sejumlah pekerja ada yang tidak memakai Alat Pelindung Diri (APD). Selain itu, material baja ringan jenis kanal C yang tertumpuk di lokasi tercatat bermerek Sinar Abadi Truss C 75, diduga tanpa adanya label Standar Nasional Indonesia (SNI),” ujar Jejen

Tak hanya itu, LSM HARIMAU juga menanggapi jenis semen yang digunakan pada proyek rehabilitasi tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah direncanakan. Jejen menegaskan bahwa proyek yang bersumber dari uang negara harus dikerjakan secara profesional, transparan, mengutamakan kualitas serta keselamatan.

“Kami duga ketidaksesuaian spesifikasi penggunaan bahan material terkait semen, menyangkut ketahanan bangunan jangka panjang, terlebih ini adalah sarana pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus.Kami mendesak instansi terkait dan dinas pendidikan untuk segera turun ke lapangan melakukan evaluasi total,” tambah Jejen dilokasi

Guna mendapatkan klarifikasi yang berimbang, tim awak media beserta perwakilan LSM HARIMAU berupaya menemui pihak sekolah. Namun, Kepala SLB/SKH Darul Bayan belum dapat memberikan keterangan dengan alasan dalam keadaan sibuk. Kejelasan mengenai susunan serta struktur kepengurusan P2SP proyek tersebut belum terinformasikan secara transparan kepada publik.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah maupun P2SP belum memberikan klarifikasi ataupun tanggapan secara resmi terkait dugaan pelanggaran K3 dan ketidaksesuaian spesifikasi material pada proyek rehabilitasi tersebut.

Juhadi geembol
Author: Juhadi geembol

Komentar