CIANJUR – Discoverynews.id – Kawasan wisata Cianjur Selatan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah. Namun, pengembangan kawasan tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari akses infrastruktur, kelengkapan fasilitas, hingga promosi destinasi yang dinilai belum optimal.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur, Yudha Azwar, mengatakan, secara keseluruhan terdapat sekitar 41 destinasi wisata di Kabupaten Cianjur. Dari jumlah tersebut, belasan destinasi berada di wilayah Cianjur Selatan, ditambah sejumlah potensi wisata yang belum terdaftar maupun belum banyak terekspos.
“Untuk Cianjur Selatan ada belasan tempat wisata. Ditambah juga ada beberapa tempat wisata yang belum terdaftar. Kemarin ada beberapa potensi baru seperti di Kecamatan Leles dan Cidaun yang belum terekspos,” ujar Yudha, Rabu (7/10/2026).
Menurut Yudha, karakter wisata di wilayah Cianjur Selatan cukup beragam, terutama destinasi pantai dan wisata alam seperti air terjun. Selain itu, terdapat pula Kampung Adat Miduana di Kecamatan Naringgul yang menjadi salah satu potensi wisata berbasis budaya dan kearifan lokal.
Ia menuturkan, kelayakan setiap destinasi perlu kembali dievaluasi untuk memastikan kelengkapan fasilitas serta kesiapan tempat wisata dalam menerima kunjungan wisatawan.
Disbudpar Kabupaten Cianjur, lanjut Yudha, berencana kembali melakukan monitoring dan evaluasi terhadap sejumlah destinasi wisata mulai awal tahun depan.
“Untuk kelayakan wisata kita harus mengevaluasi lagi semuanya. Harus kita cek lagi kaitan dengan kelengkapan. Mudah-mudahan di awal tahun depan kita mulai melaksanakan lagi monitoring evaluasi ke tempat wisata,” katanya.
Meski tidak menetapkan target khusus peningkatan kunjungan wisatawan untuk kawasan Cianjur Selatan, Disbudpar tetap menargetkan pertumbuhan jumlah wisatawan secara keseluruhan di Kabupaten Cianjur. Tahun ini, target kunjungan wisatawan Cianjur berada di kisaran 3,05 juta pengunjung.
Dalam pengembangan kawasan wisata, Disbudpar juga melakukan koordinasi lintas perangkat daerah. Persoalan akses jalan menuju destinasi, misalnya, dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), sedangkan kebutuhan penerangan jalan dapat dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan.
“Kita rutin melakukan rapat koordinasi. Misalkan ada jalan ke tempat wisata yang membutuhkan perbaikan jalan, kita koordinasi dengan PU. Yang membutuhkan penerangan jalan seperti halnya di Pandanwangi dibantu oleh Dinas Perhubungan,” ungkapnya.
Yudha menambahkan, kawasan wisata Cianjur Selatan telah masuk dalam salah satu dari lima klaster pengembangan pariwisata daerah. Klaster tersebut mencakup kawasan Cipanas dan sekitarnya, Pandanwangi, wilayah perkotaan, Jangari-Cikalong, serta kawasan pesisir Selatan dan Curug.
Selain pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendukung, penguatan sumber daya manusia (SDM) serta kelembagaan pengelola wisata juga menjadi perhatian Disbudpar.
Pembinaan terhadap pelaku dan pengelola pariwisata di wilayah Selatan direncanakan dilakukan secara bertahap, mulai tahun ini dan dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya.
“Untuk pembinaan secara SDM dan kelembagaan, kita rencana wilayah Selatan, dari setiap tahunnya akan kita laksanakan pembinaan kelembagaan dan SDM,” pungkasnya. (Bach)å
Cianjur Selatan Berpotensi Jadi Penggerak Ekonomi Daerah melalui Pariwisata
















Komentar