PONTIANAK,Discoverynews.id ~ Suasana siang yang basah kawasan Tanray 2, tepatnya di depan Jalan Amanah, mendadak mencekam ketika sebuah insiden menegangkan menghentikan denyut nadi lalu lintas yang biasanya sibuk.
Kamisr siang 8 Oktober 2026, tepat pukul 12.45 WIB, amukan angin kencang yang berpadu dengan guyuran hujan deras tiba-tiba memicu bencana kecil yang nyaris merenggut nyawa warga.
Kawasan yang dikenal sebagai salah satu titik nadi mobilitas harian masyarakat dengan aktivitas lalu-lalang yang begitu padat mendadak berubah menjadi arena evakuasi yang menegangkan akibat robohnya sebuah pohon berukuran besar secara tiba-tiba ke tengah badan jalan.
Di tengah kepanikan dan derasnya air hujan, kesaksian dari salah seorang warga sekitar bernama Joni memberikan gambaran nyata mengenai betapa cepatnya petaka tersebut datang tanpa aba-aba.
Joni menuturkan bahwa cuaca di lokasi kejadian memang sedang tidak bersahabat dengan hembusan angin kencang yang menggoyang dahan-dahan pohon di sepanjang sisi jalan.
Tanpa diduga, suara patahan kayu yang begitu keras menggelegar di udara sebelum akhirnya raksasa hijau tersebut tumbang melintang menutupi jalanan, tepat pada saat arus lalu lintas di sekitar lokasi terpantau sedikit lengang dari biasanya.
Keberuntungan tampaknya masih memayungi para pengguna jalan yang melintas karena insiden dramatis tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka berat.
Kendati demikian, hantaman batang dan reruntuhan ranting pohon yang menutup akses utama ini sempat memicu kemacetan sesaat sebelum warga sekitar bergerak cepat mengambil tindakan tanggap darurat.
Tanpa buang waktu, warga bahu-membahu mengamankan lokasi kejadian dan segera melaporkan insiden ini kepada pihak kelurahan agar dapat segera diteruskan kepada dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak.
Menanggapi peristiwa yang nyaris berujung tragis ini, warga setempat langsung menyuarakan desakan keras kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak agar lebih sigap dalam melakukan langkah-langkah preventif.
Mereka meminta agar pihak berwenang secara rutin melaksanakan perawatan berkala, termasuk pemangkasan dahan-dahan pohon yang rimbun dan berpotensi rapuh di sepanjang jalur-jalur padat penduduk.
Langkah pencegahan ini dinilai sangat krusial agar ancaman serupa tidak kembali terulang dan tidak ada lagi korban yang jatuh akibat kelalaian dalam pemeliharaan fasilitas ruang terbuka hijau di tengah kota.
Berkat kesigapan warga yang langsung berkoordinasi dengan aparat kelurahan dan instansi berwenang, arus lalu lintas di Jalan Parit Mayor akhirnya berhasil dipulihkan dan kembali lancar dalam waktu relatif singkat.
Evakuasi material pohon yang menutup jalan segera dilakukan agar aktivitas masyarakat dapat berdenyut kembali secara normal tanpa hambatan berarti.
Meskipun situasi telah kondusif, bayang-bayang insiden siang itu tetap meninggalkan pesan mendalam bagi semua pihak tentang pentingnya kewaspadaan ekstra dan perawatan infrastruktur kota yang lebih proaktif di tengah cuaca ekstrem yang kerap melanda.
(Red)
















Komentar