Discoverynews.id ~ Jauh melangkah meninggalkan tanah kelahiran demi sebuah harapan, seorang warga negara Indonesia asal Kalimantan Barat kini justru harus menghadapi kenyataan pahit tertahan di negeri orang.
Tanpa kepastian yang jelas, ia bersama sejumlah saudara sebangsa dari berbagai daerah harus melewatkan hari-hari penuh kecemasan di dalam kompleks penampungan Pochentong yang terletak di Phnom Penh, Kamboja.
Suasana getir tersebut semakin terasa menyesakkan karena mereka terjebak jauh dari sanak saudara yang selama ini menanti di kampung halaman.
Berbagi nasib yang sama dengan para perantau asal Jawa, Medan, dan Jakarta, mereka hidup dalam bayang-bayang kerinduan yang mendalam serta keterbatasan yang kian menghimpit setiap harinya.
Harapan mereka sebenarnya sangat sederhana dan tidak pernah meminta hal-hal yang muluk-muluk dari kehidupan luar sana.
Mereka hanya ingin segera mendapatkan uluran tangan serta bantuan finansial sekadarnya guna membeli tiket penerbangan agar bisa kembali menginjakkan kaki di bumi pertiwi.
Suara hati yang mewakili kepedihan tersebut terungkap jelas dari kalimat singkat penuh keputusasaan yang terus mereka ulang demi kelangsungan hidup.
Kami ingin pulang dan bertemu keluarga,” menjadi satu-satunya doa sekaligus kalimat yang terus mereka gantungkan di tengah kebisuan malam di tempat penampungan.
Permohonan memilukan ini akhirnya menjelma menjadi sebuah asa besar yang dialamatkan langsung kepada pemerintah Republik Indonesia serta pihak-pihak terkait yang berwenang.
Mereka sangat mendambakan adanya tindakan cepat tanggap untuk membantu memfasilitasi seluruh proses kepulangan agar penderitaan di negeri rantau ini segera menemui titik terang.
Di balik dinginnya dinding penampungan dan jeritan permohonan tersebut, terdapat barisan keluarga tercinta di tanah air yang tak pernah lelah menanti kabar dengan hati yang senantiasa berdebar.
Para ibu, anak, dan pasangan hidup terus memanjatkan doa agar orang-orang yang mereka kasihi dapat kembali pulang dengan selamat tanpa kurang suatu apa pun.
Semoga pintu kemudahan segera terbuka lebar dan ada jalan terang bagi saudara-saudara kita tercinta untuk segera meninggalkan pengasingan ini.
(Tim/Red)












Komentar