oleh

Visi Membangun Generasi Tangguh Berjiwa Kesatria, Perisai Diri Kabupaten Tasikmalaya Gelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT)

Tasikmalaya,Discoverynews.id – Dalam upaya menjaga regenerasi atlet sekaligus meningkatkan kualitas dan kemampuan anggota, Keluarga Besar Perisai Diri Cabang Kabupaten Tasikmalaya menggelar kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Pramuka Kabupaten Tasikmalaya Jl. Dalem Wirawangsa KM 1, Mangunreja, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (11/10/2026). Dan diikuti oleh anggota Perisai Diri yang mengikuti proses evaluasi kemampuan sesuai dengan tingkatan masing-masing.

Discovery Photo Eksklusif

Momen Terbaik Hari Ini

Jelajahi kumpulan foto pilihan dengan cerita visual yang memukau dan penuh inspirasi di balik setiap lensanya.

Pelaksanaan UKT menjadi salah satu tahapan penting dalam pembinaan anggota, khususnya untuk mengukur penguasaan teknik, kedisiplinan, mental, serta pemahaman terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam seni bela diri Perisai Diri.

Selain sebagai bentuk evaluasi kemampuan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun regenerasi yang berkelanjutan agar organisasi Perisai Diri di Kabupaten Tasikmalaya terus berkembang dan mampu melahirkan generasi pesilat yang berkualitas.

Sementara itu Ketua Perisai Diri Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Sopian Haris, menyampaikan bahwa Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) merupakan bagian penting dari proses evaluasi hasil latihan para siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana peserta mampu memahami dan menguasai materi yang telah diberikan oleh pelatih.

Menurut Ahmad Sopian Haris, pelaksanaan UKT di Kabupaten Tasikmalaya dibagi menjadi empat tahap karena wilayahnya cukup luas dan jarak antardaerah relatif berjauhan.

“Untuk Kabupaten Tasikmalaya, UKT dilaksanakan dalam empat tahap. Tahap pertama ini mencakup wilayah sekitar ibu kota kabupaten. Minggu depan akan dilaksanakan di daerah Ciawi, Kecamatan Kadipaten, yang meliputi wilayah Tasik Utara. Kemudian untuk Tasik Selatan bertempat di SMK Cipatujah, dan pada tanggal 25 nanti dilaksanakan di wilayah Tasik Timur, tepatnya di Manonjaya,” jelasnya.

Ia menegaskan, tujuan utama UKT bukan sekadar menentukan kenaikan tingkat siswa, tetapi juga menjadi sarana untuk mengetahui daya tahan, kemampuan, serta pemahaman peserta terhadap materi latihan yang telah disampaikan.

Selain sebagai bahan evaluasi, UKT juga menjadi pintu gerbang bagi para siswa untuk mempelajari materi berikutnya sesuai dengan tingkatan yang dicapai.

“Setelah UKT, akan ada program lanjutan dan evaluasi berikutnya. Dalam latihan Perisai Diri, yang dinilai bukan hanya kemampuan teknis, hafalan, dan pemahaman, tetapi juga kemampuan aplikatif yang harus diterapkan dalam situasi nyata,” ungkapnya.

Siapkan PD Cup Kabupaten Tasikmalaya

Sebagai bentuk evaluasi terhadap kemampuan aplikatif para siswa, Perisai Diri Kabupaten Tasikmalaya juga merencanakan kegiatan pertandingan bertajuk PD Cup Kabupaten Tasikmalaya, yang dijadwalkan sekitar 20 Desember mendatang.

Menurut Ahmad Sopian Haris, kegiatan pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk menguji kemampuan yang telah dipelajari selama latihan, sekaligus membangun mental bertanding dan sportivitas.

Ia menjelaskan, setelah rangkaian kegiatan di tingkat kabupaten selesai, para pesilat berpeluang mengikuti agenda pertandingan Perisai Diri di tingkat Priangan Timur. Selanjutnya, tahapan kompetisi dapat berlanjut ke tingkat Provinsi Jawa Barat hingga ajang Perisai Diri International Championship yang mempertemukan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia dan luar negeri.

Ia mencontohkan, ajang internasional sebelumnya pernah diselenggarakan di Bali. Sementara itu, untuk pelaksanaan tahun depan, pihaknya mengaku belum memperoleh informasi mengenai lokasi penyelenggaraan.

Membangun Generasi Tangguh dan Berjiwa Kesatria

Lebih jauh, Ahmad Sopian Haris berharap pembinaan Perisai Diri di Kabupaten Tasikmalaya dapat melahirkan generasi muda yang berprestasi, memiliki karakter kuat, serta mampu menghadapi berbagai tantangan pada masa depan.

Menurutnya, pencak silat Perisai Diri tidak hanya berorientasi pada kemampuan bela diri, tetapi juga mengandung nilai-nilai pendidikan yang relevan untuk membentuk karakter dan mengembangkan potensi peserta didik.

Ia menekankan pentingnya membangun kemampuan berpikir kritis (critical thinking), kreativitas (creative thinking), komunikasi, serta kerja sama dalam kelompok.

“Visi kita adalah membangun generasi tangguh dan berjiwa kesatria. Anak-anak kita akan menghadapi tantangan masa depan yang tidak ringan. Karena itu, mereka harus dibiasakan menghadapi tantangan sejak dini,” tuturnya.

Ia menambahkan, tantangan dalam proses latihan merupakan bagian penting dari pembentukan kualitas diri. Semakin baik kemampuan siswa dalam menghadapi tantangan, semakin besar pula peluang mereka untuk berkembang menjadi pribadi yang tangguh dan berkualitas.

“Kalau mereka hanya menghadapi tantangan biasa, mungkin kualitas yang terbentuk juga biasa-biasa saja. Namun, apabila mereka dilatih menghadapi tantangan luar biasa, insyaallah kualitas mereka juga akan luar biasa, karena masa depan yang akan kita hadapi penuh dengan tantangan,” pungkas Ahmad Sopian Haris.

Melalui UKT ini, diharapkan para peserta semakin termotivasi untuk meningkatkan kemampuan, menjunjung tinggi sportivitas, serta mengamalkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya pembinaan yang berkesinambungan dalam menjaga eksistensi Perisai Diri serta mempersiapkan generasi penerus yang mampu membawa nama baik organisasi di masa mendatang.

Dengan semangat regenerasi dan  pembinaan berkelanjutan, Perisai Diri Kabupaten Tasikmalaya terus berkomitmen mencetak pesilat berprestasi sekaligus generasi muda yang disiplin, berkarakter, berjiwa kesatria, dan siap menghadapi tantangan zaman. (UR)

U Rustandi
Author: U Rustandi

Komentar