TASIKMALAYA, Discoverynews.id – Dalam upaya meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental remaja sekaligus mencegah penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (Napza), UPTD Puskesmas Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, melaksanakan skrining kesehatan jiwa dan Napza yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di lingkungan sekolah, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan tersebut menyasar sebanyak 400 pelajar dari SMPN 2 Pagerageung dan SMA Serba Bakti Suryalaya. Skrining ini menjadi salah satu langkah preventif untuk mendeteksi secara dini potensi gangguan kesehatan jiwa serta mengenali risiko penyalahgunaan Napza di kalangan remaja.
Masa remaja merupakan fase penting dalam proses tumbuh kembang yang membutuhkan perhatian, pendampingan, serta lingkungan yang mendukung kesehatan fisik dan mental. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi langkah strategis untuk mengenali faktor risiko dan menentukan tindak lanjut bagi pelajar yang membutuhkan pemeriksaan atau pendampingan lebih lanjut.
Pelaksanaan skrining yang terintegrasi dengan program CKG di sekolah diharapkan dapat memperluas akses pelayanan kesehatan bagi peserta didik. Upaya ini tidak hanya berfokus pada kondisi kesehatan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek psikologis dan perilaku berisiko yang dapat memengaruhi masa depan generasi muda.
Kepala UPTD Puskesmas Pagerageung, H. Yoyo Suhartoyo, SKM., M.K.M., menyampaikan bahwa skrining kesehatan jiwa dan Napza perlu dilakukan sejak dini, terutama pada anak usia sekolah.
“Dalam rangka mengetahui, mencegah, dan menanggulangi gangguan kesehatan jiwa serta penyalahgunaan Napza pada remaja, perlu dilakukan deteksi dini. Salah satu upayanya adalah melalui skrining terhadap anak-anak usia sekolah,” ungkap H. Yoyo Suhartoyo.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pelayanan kesehatan preventif untuk meningkatkan perhatian terhadap kesehatan jiwa remaja sekaligus mengantisipasi risiko penyalahgunaan Napza sejak dini.
Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara fasilitas pelayanan kesehatan dan institusi pendidikan dalam membangun lingkungan sekolah yang lebih peduli terhadap kesehatan mental. Melalui kolaborasi tersebut, pelajar diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan jiwa serta menjauhi perilaku yang berisiko bagi kesehatan dan masa depan mereka.
Dengan sasaran 400 pelajar di dua satuan pendidikan, skrining ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kesehatan mental dan bahaya penyalahgunaan Napza.
Namun, deteksi dini perlu diikuti dengan edukasi, pendampingan yang tepat, serta rujukan atau pelayanan lanjutan apabila diperlukan. Perlindungan privasi dan kerahasiaan hasil skrining juga menjadi hal penting agar peserta didik merasa aman dan nyaman dalam mengakses layanan kesehatan.
Melalui kegiatan tersebut, UPTD Puskesmas Pagerageung diharapkan terus memperkuat pelayanan kesehatan promotif dan preventif di lingkungan pendidikan guna mendukung tumbuh kembang generasi muda yang sehat, tangguh, dan terhindar dari risiko penyalahgunaan Napza. (UR)











Komentar