Pandeglang-Discoverynews.id- Diduga penyalahgunaan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan). Bantuan berupa mesin panen padi combine dari Dinas Pertanian pada tahun 2025, combine tersebut yang seharusnya diperuntukkan bagi Kelompok Tani (Poktan) Ciapus Jaya Desa Padamulya Kecamatan Angsana Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, sempat menghilang dan diduga dimanfaatkan demi keuntungan pribadi.
Salah satu orang petani setempat yang tidak mau disebutkan namanya mengaku tidak pernah merasakan manfaat dari alat tersebut sejak diserahterimakan oleh pihak terkait. Bantuan yang bernilai ratusan juta rupiah bukannya membantu meringankan beban kerja petani di Padamulya, melainkan mendadak sempat menghilang dari kediaman ketua kelompok.
“Semenjak diterima oleh ketua kelompok sampai saat ini, belum pernah saya merasakan manfaat dari mesin combine itu. Malah sekarang combine itu tidak ada di lokasi kediaman ketua, tidak tahu dibawa ke mana,” ujar salah satu orang pada 3 hari yang lalu
Sementara Ketua Poktan Ciapus Jaya inisial (E.E )diduga terkesan menghindar saat dikonfirmasi mengenai keberadaan unit Alsintan tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, pimpinan kelompok tani tersebut belum memberikan keterangan resmi, baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat WhatsApp.
Dalam dugaan pelanggaran makin diperkuat oleh keterangan Koordinator Penyuluh (Korluh) Pertanian Kecamatan Angsana, Nana. Ia mengatakan bahwa keberadaan alat bantuan itu sempat dipertanyakan kepada ketua kelompok tani tersebut.
“Kemarin-kemarin saya sudah menanyakan kepada ketua Kelompok Ciapus Jaya, beliau beralasan bahwa combine itu sedang berada di wilayah Kecamatan Patia,” terang Nana.
Nana secara tegas menyatakan bahwa membawa alat keluar dari wilayah operasional kelompok penerima manfaat merupakan pelanggaran terhadap ketentuan peruntukan bantuan.
“Seharusnya combine itu tetap berada di lokasi Kelompok Tani Ciapus Jaya agar bisa dimanfaatkan secara nyata oleh para petani di Desa Padamulya,” tegasnya.
Pengungkapan Combine yang diduga sempat menghilang mesin panen itu mengalami titik terang setelah diberitakan. Tak lama setelah polemik mencuat ke Publik, unit mesin panen tersebut mendadak dikembalikan ke rumah Ketua Poktan.
Pengembalian unit tersebut dikonfirmasi oleh T.I, seorang warga Kecamatan Patia yang memegang dan mengoperasikan mesin tersebut selama dua musim panen di luar wilayah operasional Poktan Ciapus Jaya.
“Betul, alat itu tadinya ada pada saya. Dua musim panen menjalankan komben tersebut di wilayah Kecamatan Patia. Pas panen pertama komben itu diantarkan, namun yang kedua tidak diantarkan. Tapi sekarang sudah saya antarkan kembali ke rumah ketua kelompok, karna saya tidak mau pusing dan tidak mau terseret-seret dengan masalah ini, saya hanya kuli yang menjalankan mesin,” beber T.I.
Tak hanya itu, T.I juga mengonfirmasi adanya praktik transaksi komersial di balik pengalihan unit bantuan tersebut
“Kenapa saya tidak mengantarkan komben itu setelah beres panen kemarin, karena uang saya kepakai buat betulin komben bagian trek sebesar 15 juta rupiah, jadi kanan kiri yang saya ganti trek tersebut 30jt . Kalau terkait komben itu, bukan sistem gadai atau gimana, komben itu sistemnya sewa per hektare 1 juta rupiah kepada kelompok Tani Ciapus Jaya,” tutup T.i
Juhadi GML
















Komentar