TASIKMALAYA,Discoverynews.id – Kepedulian dan semangat gotong royong masyarakat kembali terlihat di Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya. Warga Desa Salebu dan Desa Sukasukur bahu-membahu memperbaiki saluran irigasi yang rusak akibat bencana longsor di kawasan Kampung Warung Cikopi hingga wilayah Sukasukur.
Kerusakan saluran irigasi tersebut mencapai sekitar 16 meter panjangnya dan dinilai mendesak untuk segera diperbaiki agar aliran air dapat kembali berfungsi normal. Karena perbaikan harus segera dilakukan, masyarakat dari kedua desa berinisiatif melaksanakan pembangunan secara swadaya, baik melalui sumbangan material maupun tenaga.
Perwakilan masyarakat, Adad Rosadi, mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan inisiatif bersama warga Desa Salebu dan Desa Sukasukur untuk mengatasi kerusakan irigasi yang menghubungkan kedua wilayah.
“Kami dari masyarakat berinisiatif melaksanakan gotong royong untuk memperbaiki irigasi yang terkena longsor sepanjang kurang lebih 16 meter. Karena kondisinya mendesak, kami bersama masyarakat dari dua desa sepakat melakukan perbaikan secara swadaya,” ujar Adad.
Menurutnya, kesepakatan untuk melakukan perbaikan juga telah dibicarakan bersama kedua pemerintah desa. Ia mengaku mengawali dukungan material dengan menyumbangkan 10 sak semen dari dana pribadi, kemudian diikuti sumbangan dari masyarakat lainnya.
“Awalnya saya berinisiatif menyumbang 10 sak semen dari pribadi. Alhamdulillah, masyarakat lainnya ikut membantu sehingga donasi untuk keberlangsungan pekerjaan perbaikan irigasi ini bisa terkumpul,” ungkapnya.
Adad berharap Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dapat memberikan perhatian dan bantuan untuk menuntaskan perbaikan saluran irigasi tersebut agar dapat kembali dimanfaatkan masyarakat.
Kepala Desa Salebu: Perbaikan Menelan Biaya Sekitar Rp20 Juta
Kepala Desa Salebu, Tatang Hermawan, menjelaskan bahwa longsor telah memutus saluran irigasi yang berada di perbatasan Desa Salebu dan Desa Sukasukur, tepatnya di Kampung Warung Cikopi.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, warga dari kedua desa sepakat melakukan pembangunan secara swadaya dengan melibatkan masyarakat dalam penyediaan material dan tenaga kerja.
“Kami bersama warga mengadakan swadaya untuk pembangunan irigasi, berupa bangunan talang atau saluran pengganti, karena saat ini perbaikannya sangat dibutuhkan. Kami berinisiatif bersama masyarakat Desa Salebu dan Desa Sukasukur untuk bergotong royong, baik dari segi material maupun tenaga,” kata Tatang.
Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Desa Salebu sebelumnya telah mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Namun, menurutnya, hingga perbaikan mulai dilaksanakan, pihak desa belum menerima tanggapan atas pengajuan tersebut.
Karena kebutuhan perbaikan dinilai mendesak, masyarakat akhirnya mengambil langkah swadaya agar aliran air dapat segera kembali berjalan.
“Pekerjaan ini menghabiskan anggaran kurang lebih Rp20 juta untuk kebutuhan material saja, sedangkan tenaga pengerjaannya dilakukan melalui gotong royong masyarakat dari dua desa,” jelasnya.
Tatang juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi infrastruktur irigasi yang dibutuhkan masyarakat.
“Kami berharap pemerintah memberikan perhatian dan bantuan untuk perbaikan saluran irigasi ini. Kami sebagai masyarakat selalu berupaya memenuhi kewajiban membayar pajak, dan tentunya kami juga membutuhkan dukungan pemerintah, khususnya untuk infrastruktur irigasi,” tambahnya.
Camat Mangunreja Apresiasi Semangat Gotong Royong Warga
Sementara itu, Camat Mangunreja, Ucu Supriadi, S.Sos, M.Si. mengapresiasi inisiatif masyarakat Desa Salebu dan Desa Sukasukur yang bergotong royong memperbaiki saluran irigasi terdampak longsor tersebut.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam penanganan kerusakan infrastruktur merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kebutuhan lingkungan dan keberlangsungan pengairan.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dapat memberikan dukungan melalui program perbaikan irigasi agar kerusakan tersebut dapat ditangani secara lebih optimal.
“Saya sangat mengapresiasi masyarakat dari dua desa yang telah melaksanakan gotong royong memperbaiki irigasi melalui swadaya. Semoga masyarakat Desa Salebu dan Desa Sukasukur semakin kompak, begitu juga seluruh masyarakat Kecamatan Mangunreja, agar semangat gotong royong terus terjaga,” ujar Ucu saat ditemui dikantornya, Rabu (14/10/2026).
Semangat kebersamaan warga kedua desa tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat dapat menjadi langkah awal dalam mengatasi persoalan infrastruktur yang mendesak. Meski demikian, dukungan pemerintah daerah tetap diharapkan agar perbaikan saluran irigasi dapat dituntaskan dengan baik dan manfaatnya dirasakan masyarakat secara berkelanjutan. (UR)















