oleh

BKPSDM Sulbar Petakan Kompetensi PNS, Dorong Birokrasi Profesional Berbasis Merit

MAMUJU, Discoverynews.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat kualitas sumber daya manusia aparatur melalui penerapan sistem merit dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui penilaian kompetensi atau assessment bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) jabatan pelaksana pada Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh UPTD Penilaian Kompetensi BKPSDM Provinsi Sulawesi Barat tersebut berlangsung di Ruang Assessment Centre BKPSDM Sulbar. Penilaian ini bertujuan memetakan kompetensi dan potensi pegawai secara objektif, terukur, serta sesuai dengan standar yang berlaku.

Assessment menjadi bagian penting dalam mendukung pengelolaan ASN yang profesional, sekaligus menyediakan data dan informasi sebagai dasar pengembangan karier, peningkatan kapasitas, serta pengelolaan talenta aparatur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti proses penilaian menggunakan berbagai metode assessment sesuai standar yang telah ditetapkan. Melalui metode tersebut, hasil penilaian diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai kompetensi setiap pegawai, baik sebagai bahan evaluasi maupun dasar penyusunan program pengembangan sumber daya manusia.

Kepala BKPSDM Provinsi Sulawesi Barat, Herdin Ismail, menegaskan bahwa penilaian kompetensi bukan sekadar kegiatan evaluasi, melainkan instrumen strategis untuk memastikan pengelolaan ASN berjalan berdasarkan kompetensi dan potensi yang dimiliki masing-masing pegawai.

“Assessment bukan sekadar proses penilaian, tetapi menjadi dasar untuk mengenali potensi dan kompetensi ASN secara objektif. Dengan data tersebut, organisasi dapat merancang pengembangan kompetensi serta penempatan pegawai yang lebih tepat sesuai kebutuhan,” ujar Herdin.

Menurutnya, pemetaan kompetensi yang dilakukan secara terukur dapat membantu perangkat daerah menyusun strategi pengembangan pegawai secara lebih terarah dan berkelanjutan. Dengan demikian, peningkatan kapasitas ASN diharapkan berdampak langsung terhadap kinerja organisasi serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga  80 Sandeq Membelah Laut Pamboang, Angin Kencang Jadi Tantangan Etape Kedua

Herdin juga menekankan pentingnya pemanfaatan hasil assessment sebagai bahan pertimbangan dalam membangun manajemen talenta ASN. Data kompetensi yang akurat menjadi salah satu faktor pendukung dalam mengidentifikasi potensi pegawai, merencanakan pengembangan karier, serta menyesuaikan kebutuhan organisasi dengan kemampuan sumber daya manusia yang tersedia.

Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan arah kebijakan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia aparatur melalui penerapan sistem merit dan pengembangan talenta ASN.

Upaya tersebut diarahkan untuk mewujudkan birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil. Dengan aparatur yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan jabatan, penyelenggaraan pemerintahan diharapkan semakin efektif dalam mendukung pembangunan daerah.

Melalui kegiatan assessment ini, UPTD Penilaian Kompetensi BKPSDM Provinsi Sulawesi Barat menegaskan komitmennya untuk terus memberikan layanan penilaian kompetensi yang berkualitas, objektif, dan akuntabel.

Pemetaan kompetensi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan menjadi fondasi pengembangan ASN yang lebih terarah, sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan mutu pelayanan publik di Sulawesi Barat.

Gilang Sulbar
Author: Gilang Sulbar