oleh

Gong Sumpah Pemuda Menggema Di Unias, Rektor Nyalakan Gelora Dari Kepulauan

Gunungsitoli, DiscoveryNews.id — Pukul 09.00 WIB, Kamis 15 Oktober 2026. Lapangan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nias riuh. Gong dipukul. Dentangnya memecah pagi Gunungsitoli.

Dengan itu, Rektor Universitas Nias secara resmi membuka Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nias.

Tema yang diusung tidak main-main: GELORA. Gali Esensi Diri, Kobarkan Semangat Membangun Bangsa. Sebuah ajakan bagi mahasiswa untuk menengok ke dalam diri, lalu menyalakannya untuk bangsa.

Ketua Panitia Putra Kemurahan Zai, mahasiswa semester III Teknik Sipil, memaparkan rangkaiannya. Ada Pekan Olahraga Mahasiswa, Jalan Sehat sivitas akademika, Fashion Show, hingga Bazar Kuliner Mahasiswa. Ruang kreasi dibuka selebar-lebarnya.

Ketua BEM Universitas Nias Juni Arman Zebua, mahasiswa semester VII Manajemen, menegaskan pesan utama. Ini bukan sekadar seremoni. Ini tentang persatuan. Tentang solidaritas. Tentang bagaimana mahasiswa tidak hanya dituntut pintar secara akademik, tetapi juga berkarakter.

Apresiasi datang dari Rektor Universitas Nias. Menurut Rektor, inisiatif BEM ini adalah bentuk kreativitas yang harus terus dipupuk. Mahasiswa harus tumbuh tidak hanya sebagai sarjana, tetapi sebagai pemimpin yang berintegritas dan menjawab tantangan zaman.

Dukungan juga datang dari Ketua Umum KONI Kota Gunungsitoli Yose Rizal Mendrofa. Baginya, olahraga mahasiswa adalah kawah candradimuka. Di sanalah disiplin, sportivitas, dan mental juara ditempa.

Di atas semua itu, ada pesan besar yang dititipkan hari itu. Pesan untuk anak-anak kepulauan.

Jangan pernah merasa kecil hanya karena lahir dan tumbuh di Kepulauan Nias. Dari tanah kepulauan ini, kita bisa melahirkan pemimpin, ilmuwan, pendidik, pengusaha, dan atlet.

Pesan itu menggema. Bahwa jarak dari pusat bukanlah alasan untuk mengecilkan mimpi. Keterbatasan geografis bukan vonis.

Baca Juga  Menyusuri Tradisi Leluhur: Semarak Acara Tuba Adat di Desa Petai Patah Dusun Nago Kabupaten Ketapang

Gelora diharapkan bukan hanya menjadi tema, melainkan gerakan. Bahwa perubahan besar bisa dimulai dari ruang kuliah, dari kampus di ujung barat Indonesia, untuk Nias yang lebih maju dan Indonesia yang bermartabat.

Red.

Haris
Author: Haris