oleh

H.Oleh Sholeh Ingatkan Tagline PKB ” PKB Peduli Ummat Melayani Masyarakat” Pada Pengurus PKB Garut Sebagai Pijakan Gerakan Politik

Garut, discoverynes.id – H. Oleh Sholeh SH  Anggota DPR dari Fraksi PKB hadiri Pelantikan Pengurus DPC PKB Kabupaten Garut yang diselenggarakan di Graha Patriot Cipanas Garut Sabtu 17/02/2027 .

Ia mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran pengurus DPC PKB Kabupaten Garut dan berharap kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah organisasi secara optimal, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap PKB.

“Saya mengucapkan selamat atas pelantikan DPC PKB Kabupaten Garut. Saya melihat komposisi kepengurusan sekarang cukup representatif. Ada unsur pesantren, generasi muda, serta perpaduan kader senior dan junior. Artinya, berbagai unsur sudah terakomodasi dalam kepengurusan ini,” ungkapnya.

H. Oleh Soleh menilai keberagaman latar belakang pengurus merupakan modal penting bagi PKB untuk membangun kekuatan organisasi yang solid. Dengan menggabungkan pengalaman para kader senior dan semangat pembaruan dari generasi muda, partai diharapkan mampu bergerak lebih dinamis serta menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas.

Ia juga menyatakan dukungannya terhadap semangat dan target politik yang disampaikan oleh ketua DPC terpilih. Menurutnya, seluruh kader harus memiliki visi yang sama, menjaga kekompakan, serta bekerja secara terukur agar cita-cita politik partai dapat diwujudkan melalui kerja nyata. Kerja kerja nyata itu harus sesuai dg Tagline PKB Hari ini yaitu PKB Peduli Ummat Melayani Rakyat sebagai pijakan dasar dalam membangun konsolidasi politik untuk merebut Hati masyarakat.

PKB Harus Menjadi Bagian dari Solusi Persoalan Masyarakat Garut

Dalam kesempatan tersebut, H. Oleh Soleh mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Garut untuk bersama-sama membangun daerah melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk partai politik.

Ia menegaskan bahwa keberadaan PKB tidak boleh hanya dirasakan ketika menjelang pemilihan umum. Lebih dari itu, partai harus hadir secara konsisten untuk mendengarkan keluhan masyarakat, memperjuangkan aspirasi, dan membantu mencari jalan keluar atas berbagai persoalan yang belum terselesaikan.

“Saya mengajak seluruh warga Garut untuk bersama-sama dengan PKB menuntaskan persoalan-persoalan yang masih dihadapi masyarakat. Kita harus melihat langsung kebutuhan warga dan berusaha mencari solusi atas masalah yang mereka alami,” ujarnya.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatiannya adalah kondisi infrastruktur jalan, khususnya di wilayah Garut bagian selatan. Menurutnya, akses jalan yang memadai sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, membuka akses pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.

Pembangunan infrastruktur, kata dia, harus menjadi perhatian bersama karena dampaknya berhubungan langsung dengan aktivitas sehari-hari masyarakat. Jalan yang baik akan memudahkan warga menjangkau pusat pendidikan, fasilitas kesehatan, pasar, dan berbagai layanan lainnya.

Ia berharap aspirasi masyarakat mengenai kebutuhan infrastruktur dapat terus disampaikan dan diperjuangkan melalui koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta para wakil rakyat sesuai kewenangannya.

Perjuangkan Akses Listrik bagi Rumah Warga yang Belum Terlayani

Selain persoalan infrastruktur jalan, H. Oleh Soleh juga menyoroti masih adanya rumah warga di wilayah Garut yang menurut informasi yang diterimanya belum mendapatkan aliran listrik.

Baginya, akses listrik merupakan kebutuhan mendasar yang berkaitan erat dengan kualitas hidup, pendidikan, kegiatan ekonomi, dan kesejahteraan keluarga. Karena itu, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian agar tidak ada masyarakat yang terus tertinggal dalam memperoleh layanan dasar.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan pihak yang disebutnya sebagai Panglima TNI untuk mendorong penanganan rumah-rumah warga yang belum teraliri listrik.

Menurut informasi yang diterimanya, pendataan terhadap rumah-rumah tersebut telah dilakukan dan sebagian penanganan bahkan dikabarkan sudah mulai dikerjakan.

“Kemarin saya sudah menelepon Panglima TNI terkait rumah-rumah warga yang belum teraliri listrik. Alhamdulillah, menurut informasi yang saya terima, hari ini sudah dilakukan pendataan dan sebagian sudah mulai dikerjakan. Mudah-mudahan persoalan ini bisa segera dituntaskan,” tuturnya.

Ia berharap upaya tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama warga di wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan dasar.

Meski demikian, percepatan pemerataan listrik tetap membutuhkan koordinasi dengan instansi dan pihak penyedia layanan yang berwenang agar proses pendataan, penentuan kebutuhan, serta pelaksanaan penyambungan dapat berjalan tepat sasaran.

Persoalan Pengangguran dan Ekonomi Harus Menjadi Perhatian Bersama

H. Oleh Soleh juga menyinggung persoalan pengangguran yang masih menjadi tantangan dalam pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan suatu wilayah tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia berpandangan bahwa pembangunan ekonomi perlu diarahkan agar mampu membuka kesempatan kerja, memperkuat usaha masyarakat, dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Meskipun bertugas di Komisi I DPR RI, ia menyatakan memiliki perhatian terhadap berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat, termasuk masalah pengangguran dan kesejahteraan keluarga.

Menurutnya, pembangunan harus dilakukan secara menyeluruh. Infrastruktur yang baik perlu diiringi dengan pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja yang lebih luas, serta peningkatan kualitas kehidupan sosial masyarakat.

Dengan demikian, hasil pembangunan tidak hanya terlihat dalam bentuk fasilitas fisik, tetapi juga dapat dirasakan melalui meningkatnya taraf hidup warga.

Pembinaan Keluarga Harmonis Dinilai Sama Pentingnya dengan Pembangunan Fisik

Baca Juga  Turun ke Aspal Siliwangi, Golkar Cianjur Bagi Ratusan Nasi Kuning di Jumat Berkah: Politik Itu Harus Mengenyangkan

Dalam wawancara tersebut, H. Oleh Soleh turut menekankan pentingnya pembinaan keluarga sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan masyarakat.

Ia berpandangan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak semata-mata ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi dan kelengkapan infrastruktur. Keharmonisan keluarga, ketahanan sosial, serta kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi persoalan rumah tangga juga perlu mendapatkan perhatian.

Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun kehidupan sosial yang sehat. Ketika keluarga mampu menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya dengan baik, lingkungan masyarakat pun memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh secara harmonis.

Karena itu, ia mendorong adanya kolaborasi berbagai pihak untuk membantu keluarga yang mengalami kesulitan, baik dalam aspek sosial maupun dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.

Ia juga menyampaikan kesiapannya untuk mendukung upaya pembinaan keluarga yang membutuhkan pendampingan melalui program yang disebutnya sebagai program Sakinah. Namun, pelaksanaan program tersebut tetap perlu didukung mekanisme yang jelas, pendampingan yang tepat, dan keterlibatan pihak-pihak yang memiliki kompetensi di bidangnya.

“Pembangunan Garut bukan hanya soal ekonomi yang bagus atau infrastruktur yang memadai. Pembinaan keluarga yang harmonis juga penting. Kita harus ikut memikirkan bagaimana keluarga-keluarga yang sedang menghadapi persoalan bisa mendapatkan pendampingan dan menemukan solusi,” ujarnya.

Ia menilai pendekatan sosial yang menyentuh kehidupan keluarga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan masyarakat, terutama bagi kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.

Instruksikan Kader PKB Hadir Langsung di Tengah Masyarakat

Lebih jauh, H. Oleh Soleh mengingatkan bahwa seluruh struktur PKB, mulai dari tingkat cabang hingga para kader yang duduk di lembaga legislatif, harus memiliki komitmen yang sama dalam menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa slogan “Peduli Umat, Melayani Rakyat” tidak boleh berhenti sebagai rangkaian kata atau sekadar identitas politik. Slogan tersebut harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurutnya, kader partai harus membangun kedekatan dengan warga, memahami kondisi lingkungan, dan tidak menunggu datangnya laporan ketika masyarakat sedang mengalami kesulitan.

Ia bahkan mengingatkan para kader untuk memperhatikan kondisi warga yang berada di lingkungan sekitar mereka, termasuk tetangga yang tinggal di depan, belakang, maupun di sisi kanan dan kiri rumah.

Pendekatan sederhana tersebut dinilainya penting karena persoalan masyarakat sering kali dapat diketahui lebih awal apabila kader memiliki kepedulian dan hubungan yang dekat dengan warga.

“Jangan hanya berbicara tentang peduli umat dan melayani rakyat. Kita harus benar-benar melaksanakannya. Perhatikan masyarakat di sekitar kita. Lihat bagaimana keadaan mereka, apakah ada yang sakit, apakah ada keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok, atau apakah ada warga yang membutuhkan bantuan,” tegasnya.

Ia mencontohkan, ketika mengetahui ada warga yang sakit, kader diharapkan menunjukkan kepedulian dengan menjenguk dan membantu mencarikan akses pertolongan. Begitu pula apabila ada keluarga yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, kader harus berupaya membantu sesuai kemampuan dan melalui jalur yang tepat.

Menurutnya, kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui program besar atau bantuan dengan nilai yang tinggi. Perhatian, kehadiran, kemauan mendengarkan, serta tindakan nyata dalam membantu masyarakat juga merupakan bentuk pelayanan yang sangat berarti.

Ia berharap seluruh kader PKB di Kabupaten Garut mampu menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai pedoman dalam menjalankan aktivitas politik dan pengabdian sosial.

Konsolidasi Harus Berujung pada Kerja Nyata

H. Oleh Soleh menegaskan bahwa konsolidasi organisasi memiliki arti penting apabila mampu menghasilkan gerakan yang terarah dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Kepengurusan yang kuat, menurutnya, harus dibuktikan melalui kemampuan membangun komunikasi internal, memperluas jangkauan pelayanan, menyerap aspirasi warga, serta memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui jalur organisasi dan lembaga pemerintahan yang tersedia.

Ia berharap kepengurusan DPC PKB Kabupaten Garut yang baru dapat menjaga soliditas, memperkuat kerja sama antarkader, serta menjadikan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.

Dengan komposisi pengurus yang dinilainya mampu mengakomodasi beragam unsur, ia optimistis PKB memiliki modal untuk meningkatkan kontribusi dalam pembangunan Kabupaten Garut.

Namun, ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat tidak cukup dibangun melalui pernyataan politik. Kepercayaan harus dirawat melalui konsistensi tindakan, keberanian memperjuangkan aspirasi, serta kesediaan hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

“Intinya, kader PKB harus benar-benar menjalankan semangat peduli umat dan melayani rakyat. Struktur partai dari tingkat bawah sampai para kader di DPRD harus bergerak bersama. Jangan sampai kita dekat dengan masyarakat hanya ketika ada kepentingan politik. Kita harus hadir, mendengarkan, dan membantu mencari solusi atas persoalan yang mereka hadapi,” pungkasnya.

Melalui konsolidasi tersebut, H. Oleh Soleh berharap PKB Kabupaten Garut semakin solid dan mampu memperkuat peran politik yang berorientasi pada pelayanan publik. Dengan demikian, keberadaan partai diharapkan tidak hanya terlihat dalam kegiatan organisasi, tetapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari pungkas Oleh Sholeh. (Diens Elfajr)

Babeh Dindin
Author: Babeh Dindin