oleh

Atlet Catur Mempawah Menjadi Korban Begal Payudara Mempawah: Polisi Diminta Tangkap Pelakunya

KALBAR MEMPAWAH,Discoverynews.id ~ Sebuah insiden meresahkan menimpa seorang atlet catur perempuan berinisial PED di kawasan Terminal Mempawah.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 17 Oktober 2026, ketika korban yang sedang berada di salah satu warung kopi tiba-tiba menjadi sasaran dugaan aksi pelecehan seksual berupa begal payudara.

Terduga pelaku pelecehan tersebut diketahui merupakan seorang pria berinisial ST.

Kejadian ini langsung memicu gelombang keprihatinan sekaligus kecaman keras dari jajaran pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mempawah setelah menerima laporan resmi dari korban.

Aksi tak terpuji itu terungkap setelah PED melaporkan kejadian trauma yang dialaminya kepada pihak KONI Kabupaten Mempawah pada Sabtu sore sekitar pukul 16.13 WIB.

Peristiwa ini melukai perasaan korban yang saat ini tengah memfokuskan diri untuk berlatih keras demi membela nama daerahnya.

Insiden yang berlangsung di tempat umum seperti warung kopi kawasan terminal tersebut menunjukkan rentannya keamanan bagi kaum perempuan, bahkan di tengah ruang publik yang ramai.

Kejadian yang menimpa PED berimbas sangat serius mengingat korban merupakan atlet andalan yang sedang dalam masa persiapan intensif menuju ajang olahraga bergengsi.

PED diproyeksikan untuk memperkuat kontingen Kabupaten Mempawah pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat yang dijadwalkan bakal berlangsung pada November 2026 mendatang.

Dugaan pelecehan seksual ini dipastikan berdampak negatif terhadap kondisi psikologis sang atlet yang seharusnya difokuskan pada persiapan fisik dan mental menjelang kompetisi.

Sikap tegas dan kecaman bertubi-tubi disampaikan langsung oleh Ketua Bidang Hukum KONI Kabupaten Mempawah, Deky Mulyadi, S.H., M.H. Dalam narasinya.

Deky menyuarakan kemarahan mendalam atas tindakan tidak bermoral yang menimpa atlet daerah tersebut.

Ia menegaskan bahwa segala bentuk pelecehan seksual sama sekali tidak dapat ditoleransi dan harus ditindak tegas, demi memberikan keadilan bagi korban serta perlindungan maksimal bagi seluruh insan olahraga.

Baca Juga  Discoverynews.id dan Ketua Umum AJB Sambut Silaturahmi Komnas Perlindungan Anak di Gedung Dewan Pers

Dalan menyikapi insiden ini, Deky Mulyadi menegaskan bahwa tidak ada ruang sedikit pun bagi pelaku pelecehan seksual di mana pun berada.

Menurutnya, para atlet perempuan yang memikul beban berat untuk mengharumkan nama daerah di ajang olahraga wajib mendapatkan jaminan keamanan penuh, perlindungan hukum, dan rasa aman, bukannya justru menjadi korban aksi pelecehan yang merendahkan martabat. ( R )