oleh

Buntut Sempol Berbau Aroma Bangkai, Alasan Asda 1 Pandeglang, Ketua Umum Patwal RI Buka Suara

Pandeglang-Discoverynews.id-  Terkait olahan makanan jenis sempol berbau busuk menyerupai aroma bangkai di Kabupaten Pandeglang, masih terus menjadi sorotan serta memicu kecaman keras. Makanan tak layak konsumsi tersebut diketahui bersumber dari Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Kubang, Desa Surakarta Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pandeglang Banten.

Ketua Umum Patwal Ri, Adang Sukandar, BA , angkat bicara dan menanggapi secara tegas meresahkannya di tengah masyarakat penerima manfaat. Pihaknya menyayangkan lolosnya menu makanan yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat tersebut.

Adang S, menilai insiden itu sebagai bukti nyata adanya dugaan kelalaian pada ranah pengolahan dan distribusi makanan gizi di lapangan.

“Sangat disayangkan menu yang tidak layak konsumsi seperti itu bisa lolos sampai ke tangan penerima. Keadaan sempol itu jelas-jelas berbau busuk. Ini berpotensi membahayakan penerima manfaat dan tidak boleh dianggap remeh,” ujar Adang dengan nada tegas.

Selain itu Adang juga menyoroti respons Asisten Daerah (Asda) 1 Kabupaten Pandeglang yang mana menyebut bahwa aroma busuk tersebut berasal dari proses pengolahan daging serta tidak beracun.

 

Menurut Adang S, dalih tersebut justru memperjelas tumpulnya sistem pengawasan , Ia mendesak pihak Pemerintah dan Dinas terkait untuk tidak hanya memberikan pembelaan atau kesimpulan sepihak sebelum melakukan pemeriksaan objektif secara menyeluruh.

“Kalau memang alasannya karena olahan daging, lantas apakah sejak awal tidak ada pengecekan mutu terlebih dahulu? Ke mana fungsi pengawasannya? Jangan hanya mengambil kesimpulan dan jangan menunggu ada korban keracunan dulu baru bertindak, apalagi itu ada yang sampai di buang, itu mubazir ” kritiknya.

Adang S, menegaskan bahwa setiap keluhan penerima manfaat atas ketidaklayakan makanan harus direspons dengan tindakan nyata di lapangan, bukan sekadar imbauan teknis.

Baca Juga  Tidak Sampai 24 Jam Pelarian Wagiono Berakhir di Resmob Polda Kalbar: Misteri Pembunuhan Istri di Sambas Terkuak

Tidak hanya itu Adang S, juga menduga kuat terdapat unsur kecerobohan serius dari pihak pengelola dapur SPPG Kubang. Bukti nyata di lapangan memperlihatkan sempol berbau busuk lolos dari uji teknis hingga akhirnya terdistribusikan dan memicu protes publik.

Ia juga mendesak pihak berwenang untuk segera menindaklanjuti kasus ini sesuai petunjuk teknis (juknis) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku tanpa ada toleransi.

“Jika memang terbukti melanggar juknis atau SOP terkait hal tersebut, pihak berwenang harus menjatuhkan sanksi tegas mulai dari teguran tertulis, penghentian sementara, hingga penutupan permanen,” pungkas Adang Sukandar.BA, Selaku Ketua Umum Patwal RI

Juhadi geembol
Author: Juhadi geembol