oleh

Demo BEM Untan di Kantor Gubernur Kalbar Berakhir Ricuh, Serukan 20 Tuntutan Rakyat!

PONTIANAK,Discoverynews.id ~ Aksi unjuk rasa yang disuarakan oleh mahasiswa di Kalimantan Barat berakhir memanas pada Selasa, 20 Oktober 2026. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Tanjungpura (BEM Untan) menggelar demonstrasi besar-besaran yang berlokasi tepat di depan Kantor Gubernur Kalimantan Barat.

Suasana di lapangan dilaporkan berlangsung ricuh setelah ribuan massa berkumpul untuk menyuarakan aspirasi mereka di depan gedung pemerintahan tersebut.  

Berdasarkan kronologi sementara di lokasi kejadian, kericuhan mulai terpicu di tengah-tengah jalannya aksi unjuk rasa, meski hingga saat ini pihak-pihak yang terlibat memicu bentrokan masih belum diketahui secara pasti.

Aksi massa yang awalnya berlangsung sebagai ruang penyampaian aspirasi publik ini mendadak memanas, sehingga memicu ketegangan di area sekitar Kantor Gubernur.  

Aksi demonstrasi yang diusung oleh BEM Untan ini membawa misi besar dengan menuntut solusi atas 20 persoalan krusial yang saat ini menjadi sorotan utama masyarakat.

Berbagai isu krusial yang diangkat dalam aksi tersebut mencakup pelaksanaan tuntutan rakyat, upaya mitigasi bencana alam, penanganan serius terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga keprihatinan terhadap kondisi ekonomi masyarakat bawah.  

Dalam orasinya, para mahasiswa juga secara tajam menyoroti beban ekonomi warga yang semakin berat akibat lonjakan kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran.

Tak hanya masalah pangan, massa aksi turut mendesak peningkatkan kesejahteraan melalui kecukupan upah dan perlindungan pekerja yang lebih layak, transparansi anggaran pemerintah, serta kemudahan akses layanan kesehatan dan fasilitas pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.  

Daftar tuntutan mahasiswa semakin panjang dengan menyentuh ranah tata kelola pemerintahan dan politik nasional. BEM Untan menyuarakan keresahan mereka terkait isu sentralisasi kekuasaan yang dinilai mengancam otonomi daerah, serta menuntut pemberantasan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang masih membelenggu birokrasi pemerintahan.  

Baca Juga  Tingkatkan Kualitas Lingkungan, Pemdes Denok dan Elemen Masyarakat Gelar Gotong Royong Kebersihan Selokan

Selain itu, massa pengunjuk rasa menuntut perbaikan mendasar pada infrastruktur dasar dan evaluasi mendalam terhadap kebijakan publik yang dinilai merugikan rakyat.

Permasalahan riil di lapangan seperti krisis air bersih, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), maraknya tindakan penggusuran paksa, hingga kekhawatiran terhadap perluasan kewenangan TNI dan Polri turut menjadi poin kritikal yang disampaikan dalam aksi ini.  

Seluruh rangkaian informasi mengenai jalannya aksi unjuk rasa ini dihimpun dan dilaporkan langsung oleh media lokal Kalbaronline sebagai narasumber utama pemberitaan di lapangan.

Laporan tersebut menegaskan dinamika aksi mahasiswa Untan dalam mengawal berbagai isu kerakyatan dan kebijakan pemerintah yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat luas. (R)