PONTIANAK,Discoverynews.id ~ Gelombang protes bergemuruh di Kota Pontianak ketika puluhan massa menggelar aksi unjuk rasa mendadak pada Senin, 19 Oktober 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.
Peristiwa yang menyita perhatian publik ini bermula di depan Gedung DPRD Kalimantan Barat di mana para demonstran berkumpul meluapkan kekecewaan mendalam atas dugaan pelanggaran berat yang dilakukan salah satu wakil rakyat.
Dengan pengawalan ketat dari jajaran kepolisian, massa membentangkan spanduk tuntutan serta menyuarakan keprihatinan mereka secara terbuka di area kompleks pemerintahan tersebut.
Kronologi aksi berlanjut ketika para demonstran melangkahkan kaki menuju lokasi kedua, yakni Kantor DPW Partai NasDem Kalimantan Barat, untuk menyampaikan tuntutan serupa secara langsung kepada pengurus partai.
Kedatangan massa yang membawa bukti lembaran tuntutan membuat suasana di halaman markas partai politik tersebut memanas.
Mereka mengecam keras tindakan oknum wakil rakyat berinisial HK yang dinilai telah mencoreng institusi legislatif dan menuntut keadilan segera ditegakkan tanpa pandang bulu.
Dalam tuntutannya, massa mengesahkan desakan kuat kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPRD Kalbar serta jajaran pimpinan Partai NasDem untuk segera mencopot HK dari jabatannya sebagai anggota DPRD Kalbar dapil Kota Pontianak.
Isu tajam ini mencetuskan gejolak lantaran HK dituding terlibat secara langsung dalam praktik haram peredaran gelap narkoba serta tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dinilai merusak moralitas dan kepercayaan publik terhadap wakil rakyat.
Menanggapi aksi mendadak tersebut, Ketua Bapilu DPW Partai NasDem Kalbar, Idris Maheru, secara langsung menemui massa aksi di halaman kantor partai untuk mendengarkan seluruh aspirasi yang disampaikan.
Kehadirannya di tengah demonstran menjadi titik krusial dalam meredam ketegangan, di mana ia menegaskan sikap resmi partai terhadap dugaan kasus hukum berat yang melibatkan kadernya.
Idris Maheru menyarankan agar seluruh bukti serta dugaan pelanggaran tersebut segera dilaporkan dan diproses secara resmi oleh pihak Kepolisian.
Ia menegaskan komitmen tegas bahwa Partai NasDem tidak akan pernah memberikan perlindungan ataupun pembelaan terhadap kader mana pun yang terbukti secara sah melanggar hukum dan terlibat dalam kejahatan narkoba maupun pencucian uang. (R)
Sumber: inspirasikalbarcom
















