oleh

Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi Apresiasi Pendidikan Inklusi SIT Darul Fikri Makassar

Discoverynews.id,Makassar – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Hj. Fatmawati Rusdi, S.E., M.M., memberikan apresiasi tinggi terhadap penerapan sistem pendidikan inklusi di Sekolah Islam Terpadu (SIT) Darul Fikri Makassar yang berlokasi di Jalan Meranti Nomor 1, Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

 

Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Inclusive Education Talk Show yang dirangkaikan dengan peresmian kolam renang SIT Darul Fikri Makassar, Selasa (20/10/2026).

 

Kehadiran orang nomor dua di Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan itu menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan inklusi yang memberikan kesempatan kepada seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas, berkeadilan, dan sesuai dengan potensi masing-masing.

 

SIT Darul Fikri Makassar dinilai memiliki pendekatan pendidikan yang menarik dan berbeda karena mengintegrasikan pembelajaran di kelas reguler dengan layanan terapi khusus, pendampingan individual, serta pembentukan karakter dan akhlak peserta didik.

 

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi antara pihak Yayasan SIT Darul Fikri Makassar dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan yang sebelumnya berlangsung di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel.

 

Dalam audiensi tersebut, pihak sekolah memaparkan berbagai program pendidikan, khususnya sistem pendidikan inklusi yang selama ini dikembangkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada anak-anak berkebutuhan khusus.

 

Pembahasan itu kemudian berlanjut dengan penyelenggaraan talk show pendidikan inklusi yang melibatkan orang tua murid, tenaga pendidik, serta sejumlah kepala sekolah tingkat SD dan SMP dari wilayah sekitar Makassar dan Gowa.

 

Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman, pengetahuan, sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah, aman, dan mendukung perkembangan seluruh peserta didik tanpa membedakan kondisi maupun kemampuan mereka.

 

Fatmawati Rusdi Terkesima Melihat Lingkungan Sekolah

 

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mengaku terkesima ketika pertama kali memasuki lingkungan SIT Darul Fikri Makassar.

 

Menurutnya, sekolah tersebut memberikan kesan positif, terutama dalam upaya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya mengedepankan kemampuan akademik, tetapi juga pendidikan agama, pembentukan akhlak, dan kepedulian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.

 

Fatmawati menyampaikan bahwa memilih sekolah bagi anak merupakan salah satu keputusan penting yang harus dipertimbangkan secara matang oleh setiap orang tua.

 

Ia menilai, sekolah yang baik tidak semata-mata ditentukan oleh popularitas, fasilitas mewah, maupun status sebagai lembaga pendidikan terkenal, melainkan bagaimana sekolah mampu membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kebaikan, serta memberikan lingkungan pergaulan yang sehat bagi anak.

 

“Saya terkesima melihat sekolah ini. Sulit mencari sekolah yang terbaik. Utamanya adalah pendidikan akhlak. Apresiasi saya, wajib hadir, saya mau melihat sekolah langsung,” ujar Fatmawati Rusdi.

 

Ia menjelaskan, kehadirannya secara langsung di SIT Darul Fikri Makassar merupakan wujud penghargaan terhadap komitmen pihak yayasan, kepala sekolah, guru, dan seluruh tenaga pendidik yang telah berupaya membangun sistem pendidikan yang memperhatikan kebutuhan setiap peserta didik.

 

Fatmawati juga menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan masa depan generasi muda.

 

Karena itu, orang tua diharapkan tidak hanya melihat prestasi akademik maupun nama besar sekolah, tetapi juga memperhatikan bagaimana lembaga pendidikan tersebut membimbing anak dalam kehidupan sehari-hari.

 

Menurutnya, keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari nilai ujian, kemampuan menguasai mata pelajaran, atau prestasi yang diraih siswa, melainkan juga dari sikap, perilaku, tanggung jawab, serta kepedulian anak terhadap lingkungan sosialnya.

 

Ingatkan Orang Tua Jangan Asal Memilih Sekolah

 

Dalam kesempatan tersebut, Fatmawati Rusdi turut memberikan pesan khusus kepada para orang tua agar tidak mudah terpengaruh oleh tren dalam menentukan pilihan pendidikan bagi putra-putri mereka.

 

Ia mengingatkan bahwa sekolah yang memiliki nama besar belum tentu sesuai dengan kebutuhan, karakter, dan perkembangan setiap anak.

 

“Jangan terkecoh si A sekolah di sekolah terkenal, si B sekolah di internasional. Tapi kita tidak tahu sekolah itu seperti apa. Jangan ikut-ikutan,” katanya.

 

Menurut Fatmawati, orang tua perlu memahami secara langsung sistem pembelajaran, lingkungan pergaulan, kualitas tenaga pendidik, serta nilai-nilai yang diterapkan oleh sekolah sebelum memutuskan tempat pendidikan anak.

 

Ia menilai, pendidikan akhlak merupakan fondasi penting yang harus menjadi perhatian utama di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat.

 

Apalagi, saat ini anak-anak menghadapi berbagai tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya.

 

Kemajuan teknologi digital, penggunaan media sosial, perubahan pola pergaulan, hingga kemudahan mengakses berbagai informasi menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga dan lembaga pendidikan.

 

Fatmawati juga menyoroti munculnya kecenderungan gaya hidup hedonisme yang dapat memengaruhi perilaku dan pola pikir anak apabila tidak diimbangi dengan pendidikan karakter yang kuat.

 

Oleh karena itu, ia berharap sekolah dapat menjadi tempat yang tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membimbing anak untuk memahami nilai kesederhanaan, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, serta pentingnya menghormati sesama.

 

Menurutnya, pembentukan karakter tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada guru atau pihak sekolah. Peran keluarga tetap menjadi unsur utama dalam memastikan anak mendapatkan pendidikan dan pendampingan yang baik.

 

Kerja sama antara orang tua, guru, dan lingkungan masyarakat dinilai sangat penting untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kematangan emosional, spiritual, dan sosial.

 

Apresiasi Ekosistem Pendidikan Inklusi

 

Selain menyoroti pentingnya pendidikan akhlak, Fatmawati Rusdi memberikan perhatian khusus terhadap sistem pendidikan inklusi yang diterapkan SIT Darul Fikri Makassar.

 

Ia menilai, pendidikan inklusi merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian lembaga pendidikan dalam memberikan kesempatan yang setara kepada setiap anak untuk memperoleh pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.

 

Menurutnya, mendidik anak berkebutuhan khusus memerlukan pendekatan yang berbeda, kesabaran, ketekunan, serta dukungan dari tenaga pendidik yang memiliki kompetensi dan kepedulian tinggi.

 

Karena itu, keberadaan sekolah yang mampu membangun ekosistem pendidikan inklusi secara terpadu perlu mendapatkan apresiasi dan dukungan.

 

“Paling utama, ekosistem yang harus dibangun. Alhamdulillah, di SIT Darul Fikri Makassar ini sudah membangun ekosistem, mulai dari tenaga pendidik. Mereka harus kreatif dan aktif,” tuturnya.

 

Fatmawati menjelaskan, ekosistem pendidikan inklusi tidak cukup hanya menyediakan ruang kelas bagi anak berkebutuhan khusus.

 

Lebih dari itu, sekolah harus mampu menciptakan lingkungan yang memberikan rasa aman, nyaman, diterima, dan dihargai kepada seluruh peserta didik.

 

Tenaga pendidik juga diharapkan memiliki kreativitas dalam menyampaikan materi pembelajaran agar dapat dipahami oleh siswa dengan karakteristik dan kemampuan yang beragam.

 

Ia menambahkan bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki potensi yang dapat terus dikembangkan apabila mendapatkan pendampingan, perhatian, serta kesempatan yang tepat.

 

Menurutnya, keterbatasan tertentu tidak seharusnya menjadi penghalang bagi seorang anak untuk belajar, berprestasi, maupun mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.

 

Oleh sebab itu, ia berharap pendekatan pendidikan yang dikembangkan SIT Darul Fikri Makassar dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Sulawesi Selatan.

 

Fatmawati juga mendorong para orang tua untuk lebih terbuka dalam memahami kebutuhan pendidikan anak, termasuk mempertimbangkan lembaga pendidikan yang memiliki sistem pembelajaran dan pendampingan sesuai dengan kondisi putra-putri mereka.

 

Dorong Pendidikan Berbasis Akhlak dan Kepedulian

 

Fatmawati Rusdi menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas harus dimulai dari pendidikan yang mengutamakan keseimbangan antara ilmu pengetahuan, keterampilan, dan akhlak.

 

Menurutnya, kecerdasan akademik tanpa disertai karakter yang baik belum cukup untuk mempersiapkan anak menghadapi tantangan kehidupan.

 

Karena itu, sekolah perlu membangun budaya pendidikan yang menumbuhkan sikap saling menghormati, membantu, memahami perbedaan, serta memiliki empati terhadap sesama.

 

Nilai-nilai tersebut dinilai semakin penting diterapkan dalam lingkungan pendidikan inklusi, karena anak-anak dengan kondisi dan kemampuan yang berbeda dapat belajar berinteraksi serta memahami satu sama lain.

 

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan generasi muda saat ini tidak hanya berkaitan dengan pendidikan formal, tetapi juga pengaruh negatif perkembangan teknologi.

 

Paparan konten digital yang tidak sesuai usia, penyalahgunaan media sosial, ancaman judi online, hingga berbagai persoalan sosial dalam lingkungan keluarga harus menjadi perhatian bersama.

 

Fatmawati berharap seluruh pihak dapat memperkuat komunikasi dan kerja sama dalam mendampingi anak-anak agar tidak terjerumus pada perilaku yang merugikan masa depan mereka.

 

“Mari kita sama-sama menjaga anak-anak dan keluarga kita,” katanya.

 

Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter dan akhlak harus tetap menjadi prioritas utama, sekalipun dunia pendidikan terus berkembang mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

SIT Darul Fikri Terapkan Pembelajaran dan Terapi Terpadu

 

Sementara itu, Ketua Yayasan SIT Darul Fikri Makassar, Ustadz Rasyidin Adnan, S.H., menjelaskan bahwa pendidikan inklusi yang dikembangkan pihaknya bertujuan memberikan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus untuk belajar dan berkembang bersama siswa lainnya dalam lingkungan pendidikan yang mendukung.

 

Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi anak berkebutuhan khusus, tetapi juga bagi siswa reguler.

 

Melalui interaksi sehari-hari, siswa reguler dibimbing untuk memahami perbedaan, mengembangkan empati, serta membangun sikap saling menghargai dan membantu teman yang memiliki kebutuhan berbeda.

Baca Juga  Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu 47 Penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin Maros Sulsel

 

Sebaliknya, anak berkebutuhan khusus mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi, berkomunikasi, dan membangun kemampuan sosial melalui aktivitas pembelajaran bersama teman-teman sebayanya.

 

“Anak-anak reguler kita edukasi bagaimana mereka bisa berinteraksi dengan baik dan positif dengan anak-anak inklusi. Sebaliknya, anak-anak inklusi juga bisa mendapatkan manfaat dari interaksi tersebut untuk mendukung tumbuh kembang mereka,” ujar Rasyidin.

 

Ia menjelaskan bahwa sistem pendidikan inklusi di SIT Darul Fikri Makassar dirancang dengan menggabungkan kegiatan pembelajaran reguler, pendampingan individual, serta layanan terapi sesuai kebutuhan masing-masing siswa.

 

Dalam pelaksanaannya, anak berkebutuhan khusus tetap mengikuti proses pembelajaran bersama siswa reguler dengan dukungan tenaga pendamping.

 

Pada waktu tertentu, siswa juga mendapatkan layanan terapi di ruangan khusus untuk membantu perkembangan kemampuan komunikasi, interaksi sosial, kemandirian, maupun aspek perkembangan lainnya sesuai kebutuhan.

 

Setelah mengikuti kegiatan terapi, siswa dapat kembali melanjutkan pembelajaran di kelas bersama teman-temannya.

 

Rasyidin menilai, pendekatan terpadu tersebut memberikan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan kemampuan secara lebih menyeluruh.

 

Selain memperoleh materi akademik, siswa juga mendapatkan dukungan dalam membangun kepercayaan diri, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, serta beradaptasi dengan lingkungan sosial.

 

Dampingi Sekitar 102 Anak Berkebutuhan Khusus

 

Rasyidin Adnan mengungkapkan bahwa saat ini SIT Darul Fikri Makassar mendampingi sekitar 102 anak berkebutuhan khusus melalui sistem pendidikan inklusi yang telah dikembangkan pihak sekolah.

 

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, sekolah menyiapkan sekitar 120 hingga 121 guru pendamping, termasuk guru pendamping khusus dan shadow teacher yang bertugas memberikan pendampingan individual kepada siswa.

 

Keberadaan tenaga pendamping menjadi salah satu unsur penting dalam memastikan setiap anak mendapatkan perhatian dan pelayanan sesuai dengan kebutuhan belajarnya.

 

Selain tenaga pendidik, sekolah juga memiliki sekitar 13 hingga 15 terapis yang memberikan layanan terapi kepada anak berkebutuhan khusus.

 

Menurut Rasyidin, setiap anak mendapatkan sesi terapi sekitar satu jam sebelum mengikuti kegiatan pembelajaran, dengan pelaksanaan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa.

 

Layanan tersebut merupakan bagian dari sistem pendidikan terpadu yang dikembangkan untuk membantu anak mengoptimalkan kemampuan dan potensi yang dimilikinya.

 

Rasyidin menegaskan bahwa pendekatan pendidikan inklusi tidak hanya berorientasi pada kemampuan anak mengikuti pelajaran di kelas, tetapi juga memperhatikan perkembangan sosial, emosional, komunikasi, dan kemandirian mereka.

 

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pendampingan anak berkebutuhan khusus membutuhkan kerja sama yang kuat antara guru, terapis, orang tua, dan seluruh unsur lingkungan sekolah.

 

Setiap anak memiliki karakteristik, kemampuan, serta kebutuhan perkembangan yang berbeda. Karena itu, pendekatan pembelajaran maupun pendampingan tidak dapat disamaratakan.

 

Menurutnya, guru dan tenaga pendamping harus mampu memahami kondisi masing-masing siswa agar proses pembelajaran berlangsung secara efektif, menyenangkan, dan tidak memberikan tekanan berlebihan kepada anak.

 

Anak Berkebutuhan Khusus Mampu Tunjukkan Prestasi

 

Lebih lanjut, Rasyidin Adnan menyampaikan bahwa sejumlah anak berkebutuhan khusus di SIT Darul Fikri Makassar telah menunjukkan perkembangan dan kemampuan yang membanggakan dalam berbagai bidang.

 

Di antaranya terdapat siswa yang mampu menghafal Al-Qur’an hingga dua juz, memiliki kemampuan desain grafis menggunakan perangkat lunak CorelDRAW, serta menunjukkan keterampilan bahasa yang baik.

 

Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki potensi yang dapat berkembang apabila mendapatkan kesempatan dan pendampingan yang tepat.

 

Rasyidin menekankan bahwa tujuan utama pendidikan inklusi bukanlah mengubah kondisi anak agar menjadi sama dengan siswa lainnya, melainkan membantu mereka mengenali dan mengembangkan kelebihan masing-masing.

 

“Jadi, kita tidak mengatakan sembuh, tetapi bagaimana mengoptimalkan potensi-potensi yang mereka miliki,” jelasnya.

 

Menurutnya, setiap anak memiliki keunikan tersendiri yang perlu dihargai dan dikembangkan melalui pendekatan pendidikan yang tepat.

 

Anak yang memiliki tantangan dalam satu aspek perkembangan belum tentu mengalami kesulitan pada bidang lainnya.

 

Bahkan, dalam kondisi tertentu, anak berkebutuhan khusus dapat menunjukkan kemampuan yang menonjol pada bidang tertentu apabila mendapatkan bimbingan dan kesempatan yang memadai.

 

Karena itu, pihak sekolah berupaya mengembangkan sistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada hambatan belajar, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk menunjukkan bakat, minat, kreativitas, dan kemampuan terbaik mereka.

 

Rasyidin berharap masyarakat semakin memahami bahwa pendidikan inklusi bukan sekadar menyediakan tempat belajar bagi anak berkebutuhan khusus, melainkan membangun lingkungan pendidikan yang menghargai keberagaman kemampuan setiap anak.

 

Talk Show Jadi Sarana Edukasi Orang Tua dan Sekolah

 

Penyelenggaraan Inclusive Education Talk Show di SIT Darul Fikri Makassar juga menjadi momentum penting untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pendidikan inklusi.

 

Kehadiran orang tua murid, kepala sekolah, serta tenaga pendidik dari sejumlah sekolah di wilayah Makassar dan sekitarnya diharapkan dapat mendorong pertukaran pengalaman mengenai metode pembelajaran dan pendampingan anak berkebutuhan khusus.

 

Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan gambaran mengenai pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang mendukung seluruh peserta didik, baik dari aspek akademik, sosial, emosional, maupun pembentukan karakter.

 

Rasyidin menilai, pemahaman masyarakat terhadap pendidikan inklusi perlu terus diperkuat agar tidak muncul pandangan keliru mengenai kemampuan dan kebutuhan anak berkebutuhan khusus.

 

Menurutnya, dukungan orang tua sangat menentukan keberhasilan proses pendidikan dan pendampingan anak.

 

Komunikasi yang baik antara keluarga dan sekolah menjadi salah satu kunci agar perkembangan anak dapat dipantau dan didukung secara berkesinambungan.

 

Ia juga berharap para kepala sekolah dan tenaga pendidik yang mengikuti kegiatan tersebut dapat memperoleh inspirasi untuk mengembangkan lingkungan pendidikan yang semakin terbuka dan ramah terhadap keberagaman peserta didik.

 

Dengan demikian, pendidikan inklusi tidak hanya dipahami sebagai program khusus yang diterapkan oleh sekolah tertentu, tetapi menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memberikan kesempatan pendidikan yang adil dan bermakna kepada seluruh anak.

 

Peresmian Kolam Renang Lengkapi Fasilitas Sekolah

 

Selain menghadiri talk show pendidikan inklusi, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi juga mengikuti rangkaian kegiatan peresmian kolam renang SIT Darul Fikri Makassar.

 

Peresmian fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan sarana dan prasarana sekolah dalam mendukung kegiatan pendidikan dan pengembangan potensi peserta didik.

 

Keberadaan fasilitas kolam renang diharapkan dapat memberikan pilihan aktivitas olahraga dan pembelajaran yang lebih beragam bagi siswa.

 

Fasilitas tersebut juga menjadi salah satu bentuk komitmen pihak yayasan dalam terus meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh.

 

Pengembangan fasilitas pendidikan dinilai perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas tenaga pendidik, pembelajaran, serta layanan pendampingan yang diberikan kepada siswa.

 

Dalam konteks pendidikan inklusi, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai dapat menjadi bagian dari lingkungan pendukung, dengan pemanfaatan yang tetap memperhatikan kebutuhan, kemampuan, dan keselamatan masing-masing anak.

 

Harap Jadi Inspirasi Sekolah Lain di Sulsel

 

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi berharap sistem pendidikan inklusi yang dikembangkan SIT Darul Fikri Makassar dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya di Sulawesi Selatan.

 

Ia menilai, setiap anak berhak memperoleh kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan kemampuan dalam lingkungan yang mendukung.

 

Karena itu, sekolah diharapkan mampu menghadirkan pendekatan pendidikan yang tidak hanya mengejar pencapaian akademik, tetapi juga memperhatikan kebutuhan individu, pendidikan akhlak, dan perkembangan karakter.

 

Fatmawati kembali mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam menentukan lingkungan pendidikan yang sesuai bagi putra-putri mereka.

 

Ia mengajak masyarakat untuk lebih mengenal kualitas sekolah secara langsung, termasuk memahami sistem pembelajaran, nilai-nilai pendidikan, serta dukungan yang diberikan kepada siswa.

 

SIT Darul Fikri Makassar menjadi salah satu contoh lembaga pendidikan yang berupaya memadukan pembelajaran akademik, pendidikan agama, pembentukan akhlak, dan pendampingan anak berkebutuhan khusus dalam satu lingkungan sekolah.

 

Sementara itu, Ketua Yayasan SIT Darul Fikri Makassar, Rasyidin Adnan, berharap perhatian dan apresiasi dari Wakil Gubernur Sulawesi Selatan dapat menjadi motivasi bagi seluruh tenaga pendidik dan pengelola sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.

 

Ia juga berharap kegiatan talk show tersebut mampu membuka wawasan masyarakat mengenai pentingnya pendidikan inklusi sekaligus memperkuat dukungan terhadap anak berkebutuhan khusus.

 

Melalui komitmen bersama antara pemerintah, lembaga pendidikan, tenaga pendidik, terapis, dan orang tua, diharapkan semakin banyak anak mendapatkan kesempatan pendidikan yang sesuai dengan potensi dan kebutuhannya.

 

Kegiatan Inclusive Education Talk Show dan peresmian kolam renang SIT Darul Fikri Makassar sekaligus menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pendidikan berkualitas bukan hanya tentang mencetak siswa yang unggul secara akademik, melainkan juga membentuk generasi yang berakhlak, mandiri, percaya diri, memiliki kepedulian sosial, dan mampu menghargai perbedaan.

 

Dengan semangat pendidikan yang inklusif, SIT Darul Fikri Makassar diharapkan terus berkontribusi dalam menghadirkan lingkungan belajar yang memberikan ruang bagi setiap anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, sekaligus menjadi inspirasi bagi penguatan pendidikan inklusi di Sulawesi Selatan.