oleh

Disdik Cianjur Disorot, Guru SD Keluhkan Birokrasi Berlapis hingga Kewenangan K3S dan Kordik

CIANJUR,discoveryNews.id – Dunia pendidikan dasar di Kabupaten Cianjur tengah disorot. Banyaknya unsur organisasi dan koordinasi di lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Cianjur memunculkan pertanyaan besar di kalangan guru: apakah struktur tersebut sudah bekerja sesuai fungsi, atau justru menambah beban kerja guru?

Sorotan itu mencuat setelah beredar infografis yang menggambarkan tumpang tindih kewenangan antara berbagai unsur. Mulai dari K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah), Pengawas SD yang mendapat SK dan operasional, Kordik (Koordinator Pendidik) yang mendapat SK tapi tanpa operasional, PGRI, hingga Gugus Sekolah.

Kondisi tersebut dikeluhkan membuat guru SD harus menghadapi laporan dan kegiatan yang berulang.

Seorang guru SD di Cianjur yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, guru kerap dihadapkan pada instruksi yang hampir sama dari beberapa pihak berbeda.

“Rapatnya dari K3S ada, dari Pengawas ada, dari Kordik ada, dari Gugus juga ada. Laporannya juga hampir sama, pendataannya juga. Akhirnya kami yang di bawah bingung, ini tupoksinya siapa? Kewenangannya sampai di mana?” ujarnya.

Padahal, tugas utama guru adalah fokus mengajar dan meningkatkan mutu pendidikan di kelas. Namun, realitasnya waktu guru lebih banyak tersita untuk urusan rapat, laporan, pendataan, dan kegiatan organisasi.

Lima Pertanyaan Masyarakat yang Harus Dijawab Disdik

Dari keresahan tersebut, muncul lima pertanyaan mendasar yang kini menjadi pertanyaan masyarakat pendidikan Cianjur:

1. Apa dasar pembentukan masing-masing unsur tersebut?
2. Apa tupoksi dan kewenangannya secara jelas?
3. Bagaimana mekanisme koordinasinya agar tidak tumpang tindih?
4. Apakah sistem yang berjalan saat ini sudah efisien?
5. Jangan sampai guru justru menanggung beban tambahan akibat birokrasi yang berbelit.

Publik menilai, pendidikan butuh koordinasi, bukan birokrasi yang berbelit. Jika koordinasi tidak jelas, maka guru lah yang akan menjadi korban birokrasi.

Baca Juga  Bahlil Bantah Krisis Batu Bara Jadi Penyebab Listrik Mati Bergilir di Jawa

Pengamat pendidikan Cianjur menilai, evaluasi menyeluruh perlu segera dilakukan oleh Kepala Disdikpora Cianjur.

“Jelasnya tupoksi, efektifnya koordinasi, maka meningkatnya mutu pendidikan. Kuncinya di situ. Jangan sampai guru fokus mengurus laporan, bukan mengajar. Tagline-nya harus: Guru Fokus Mengajar, Pendidikan Maju!” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, DiscoveryNews.id masih berupaya mengkonfirmasi pihak Disdikpora Kabupaten Cianjur terkait kejelasan tupoksi dan mekanisme koordinasi antara K3S, Pengawas, Kordik, PGRI dan Gugus.

Tomi Hendrawan
Author: Tomi Hendrawan