oleh

Puncak Hari Santri Nasional 2026, Ade Suryaman: Santri Penentu Masa Depan Indonesia Emas 2045

TASIKMALAYA, Discoverynews.id — Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Tasikmalaya mencapai puncaknya pada Kamis (22/10/2026). Berbagai rangkaian kegiatan telah dilaksanakan melalui kolaborasi Forum Pondok Pesantren Kabupaten Tasikmalaya bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya dan Kementerian Agama.

Ketua Forum Pondok Pesantren Kabupaten Tasikmalaya, Ade Suryaman dari Pondok Pesantren Nurul Iman, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan HSN 2026 berlangsung dengan lancar, mulai dari kegiatan ziarah kepada para sesepuh pesantren, seminar edukasi, perlombaan, kegiatan sosial, hingga upacara puncak peringatan.

“Alhamdulillah, berbagai kegiatan dalam rangka Hari Santri Nasional 2026 dapat terlaksana dengan lancar. Kami berkolaborasi bersama pemerintah daerah dan Kementerian Agama untuk menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan,” ujar Ade Suryaman.

 

Ziarah kepada Sesepuh dan Pendiri Pesantren

 

Ade menjelaskan, rangkaian kegiatan dimulai sejak 13 Oktober 2026 melalui kegiatan ziarah tus shoyib, yakni silaturahmi dan ziarah ke makam para sesepuh serta pendiri pondok pesantren di Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para ulama yang telah berjasa dalam membangun dan mengembangkan pendidikan pesantren di daerah tersebut.

Sejumlah makam ulama dan pendiri pesantren dikunjungi, di antaranya di kawasan Cipasung, termasuk Mama Ruhiyat dan KH Ilyas, dilanjutkan ke makam KHZ Musthafa. Rombongan kemudian menuju Cintawana untuk berziarah ke makam KH Muhammad Toha dan KH Isyak Farid, serta Mama Haji Agan Aon di Mangunreja.

Ziarah juga dilakukan ke kawasan Sariwangi, makam KH Shahbandi dan KH Umar Sanusi, Pondok Pesantren Cilenga, Pesantren Peuteuyjaya yang berkaitan dengan Abd Tauhid, serta sejumlah pesantren lainnya.

Pada 14 Oktober, kegiatan berlanjut ke Manonjaya dengan mengunjungi makam KH Wa Zurpah, KH Khoer Affandi dari Pesantren Miftahul Huda, serta Mama Maniis.

Dalam pelaksanaannya, rombongan dibagi menjadi dua tim yang dipimpin Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya. Tim Bupati mengunjungi kawasan Manonjaya dan Maniis, sedangkan tim Wakil Bupati berziarah ke Batul Hikmah Haurkuning, makam KH Syahfudin Juhri, kemudian ke Pesantren Khoerul Falah di Pancatengah dan berakhir di kawasan Cikalong, makam Mama Oot.

Pada 15 Oktober, ziarah dilanjutkan ke wilayah utara, di antaranya ke makam pendiri Pesantren Suryalaya, Syekh Abdul Arifin, kawasan Pageningan, Pati Idrisiyah di Cisayong, serta makam pendiri Pesantren Kikisik yang berada di kawasan Galunggung.

Menurut Ade, kegiatan ziarah tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para ulama sekaligus menanamkan penghormatan terhadap jasa para pendiri pesantren kepada generasi santri.

 

Diikuti Sekitar 10 Ribu Santri

 

Selain ziarah, panitia juga menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif, sosial, dan keagamaan. Kegiatan tersebut meliputi perlombaan, pelatihan, seminar, sarasehan, donor darah, serta pembinaan santri mengenai pentingnya menjaga kesehatan di lingkungan pesantren.

Pada 17 Oktober 2026, digelar Seminar Edukasi Santri bertajuk “Santri Maju, Santri Mampu” dengan tema “Bahaya Bullying dan LGBT”, yang diikuti sekitar 200 santri perwakilan pondok pesantren se-Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman santri mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang santri.

Ade juga mengungkapkan bahwa pada 20 Oktober 2026, kegiatan Karnaval Kirab Santri diikuti sekitar 10 ribu santri bersama aparatur sipil negara (ASN) dan berbagai unsur masyarakat.

Baca Juga  Dandim Bengkalis Dampingi Katim Wasev Mabesad Tinjau Pembangunan Sasaran Fisik TMMD di Pinggir

Kegiatan tersebut turut dimeriahkan bazar serta penampilan seni Islami, seperti kasidah rebana, hadroh, dan marawis. Berbagai perlombaan yang diselenggarakan dalam rangkaian HSN juga telah menghasilkan para juara.

 

Pesantren Harus Menjadi Tempat yang Aman dan Nyaman

 

Ade menegaskan, salah satu perhatian penting dalam peringatan Hari Santri Nasional tahun ini adalah menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan nyaman bagi seluruh santri.

Menurutnya, tindakan perundungan atau bullying, baik berupa penghinaan, pelecehan verbal, maupun ejekan yang dianggap sekadar candaan, perlu mendapat perhatian serius.

“Kami ingin pesantren menjadi tempat yang nyaman dan tenang bagi para santri. Karena itu, kami mengadakan seminar mengenai anti-bullying agar mereka memahami apa itu perundungan, penghinaan, dan ejekan. Jangan sampai ada perkataan yang menyakiti atau merendahkan teman,” jelasnya.

Ia menuturkan, perundungan dapat berdampak terhadap kenyamanan santri dalam menempuh pendidikan, bahkan berpotensi membuat sebagian santri meninggalkan pesantren.

Untuk memperkuat edukasi tersebut, panitia menghadirkan berbagai unsur, termasuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan kepolisian, guna memberikan pemahaman mengenai pencegahan perundungan serta pentingnya perlindungan terhadap anak dan santri.

 

Upacara Puncak dan Doa Bersama

 

Puncak peringatan Hari Santri Nasional 2026 tingkat Kabupaten Tasikmalaya dilaksanakan pada Kamis (22/10/2026), melalui upacara di lapangan belakang Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya.

Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan hiburan kasidah rebana dan hadroh yang menghadirkan penyanyi Gita KDI sebagai bintang tamu.

Pada malam harinya, rangkaian kegiatan dijadwalkan berlanjut dengan doa bersama, penutupan acara, serta tilawatil Qur’an yang melibatkan lima qari terbaik peraih prestasi tingkat nasional. Acara kemudian ditutup dengan lantunan selawat bernuansa reggae yang dibawakan Hamid Duye.

Selain rangkaian kegiatan tersebut, pemerintah daerah juga memberikan perhatian kepada santri melalui bantuan pendidikan dan dukungan sosial. Ade menyebutkan adanya bantuan bagi santri penerima bantuan berupa uang, sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah. Rincian penerima dan mekanisme penyalurannya tidak dijelaskan lebih lanjut.

 

Santri sebagai Generasi Penerus Bangsa

 

Menutup keterangannya, Ade Suryaman berharap peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para santri untuk terus belajar, berprestasi, dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa.

Ia menilai santri memiliki peran penting dalam perjalanan Indonesia, baik melalui pendidikan agama, penguatan karakter, maupun kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap melalui Hari Santri ini, para santri semakin berprestasi dan mampu memberikan kontribusi bagi bangsa. Setelah negeri ini merdeka, santri turut mengambil peran dalam menguatkan Indonesia. Mudah-mudahan cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat terwujud, karena generasi santri hari ini merupakan calon pemimpin pada masa mendatang,” pungkas Ade.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan HSN 2026, diharapkan semangat kebersamaan, penghormatan terhadap ulama, kepedulian sosial, serta komitmen menciptakan pesantren yang aman dan nyaman semakin menguat di Kabupaten Tasikmalaya. (UR)

U Rustandi
Author: U Rustandi