Maluku,Discoverynews.id-Festival budaya yang digelar di Timor-Leste bukan sekadar pentas seni bagi masyarakat Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyuarakan harapan besar: terbukanya kembali hubungan laut antara Kisar dan Timor-Leste yang telah terputus selama kurang lebih 26 tahun.

Camat Kisar Utara Fernando R. Rupilu,SH.LLM.C.Md,hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
Turut hadir dalam rombongan tersebut adalah Alex Dadiara,SH,beserta Masyarakat Desa Oirata.
Di sela-sela acara, terlihat jabat tangan yang hangat dan penuh keakraban antara Fernando R. Rupilu dan tokoh masyarakat Timor-Leste, Sanana Gusmao.
sebuah simbol persaudaraan yang tak terputus meski terpisah batas negara.
Bukan Sekadar Pentas Seni
Warga masyarakat Kisar tidak ingin festival ini hanya jadi acara panggung semata. Kami ingin festival ini menjadi pintu untuk membuka kembali jalan laut, jalan ekonomi, dan jalan keluarga yang sudah tertutup selama kurang lebih 26 tahun,” ujar Fernando R. Rupilu.

Selama ini, banyak keluarga yang terpisah di kedua sisi perbatasan belum dapat saling berkunjung secara mudah. Terbukanya akses laut diharapkan dapat menghidupkan kembali roda ekonomi masyarakat pesisir sekaligus memulihkan hubungan kekerabatan yang telah terjalin sejak lama.
Harapan Membuka Kembali Hubungan Bilateral
Masyarakat Kisar berharap pemerintah kedua negara segera mengambil langkah konkret untuk membuka kembali hubungan laut bilateral antar-saudara, yang terputus sejak Timor-Leste merdeka dari Indonesia. Jarak yang terdekat antara Pulau Kisar dan Timor-Leste hanya beberapa mil laut, namun warga belum dapat melintas secara resmi.
Hingga saat ini, belum ada kesepakatan resmi mengenai pembukaan jalur laut antara Kisar dan wilayah perbatasan Timor-Leste. Masyarakat berharap melalui dialog dan kerja sama yang baik antar-pemerintah, akses tersebut dapat segera terwujud demi kepentingan kemanusiaan, ekonomi, dan pelestarian hubungan persaudaraan yang tak lekang oleh waktu.










