oleh

Guru Gemuk, Murid Kurus: Juknis BOP Bantah Dalih TK Tunas Ceria

Nias Barat,DiscoveryNews.id – Data tidak pernah berbohong, tapi bisa digemukkan. Itulah yang terjadi di TK Swasta Tunas Ceria Soi’iwa, Desa Ambukha, Kecamatan Lolofitu Moi.

Di atas kertas negara, sekolah ini terlihat besar. 9 guru tercatat di Dapodik nasional. Namun di ruang kelas, faktanya kempis. Hanya 23 murid.

Rasio 1 banding 2,5. Satu guru hanya mengasuh dua setengah anak. Rasio yang tidak masuk akal di dunia pendidikan mana pun. Bahkan PAUD di kota besar tidak semewah itu.

Kejanggalan ini terbongkar setelah operator sekolah berdalih.

Juli Waruwu, operator TK Tunas Ceria, mengaku sekolahnya tidak menerima dana operasional karena berstatus yayasan. Para guru disebut hanya cari pengalaman.

“Bedanya mengajarkan SD dengan anak TK bang. Jadi mereka juga di sana tidak dapat apa-apa,” kilahnya.

Kilahan itu runtuh oleh aturan negara sendiri.

Juknis BOP PAUD Kemendikbudristek tegas: TK yayasan justru WAJIB menerima BOP Rp 600 ribu per anak per tahun. Syaratnya hanya satu: Dapodik valid. NPSN ada, izin ada, rekening sekolah ada.

Jika Dapodiknya valid dengan 9 guru dan 23 murid, maka Tunas Ceria berhak menerima uang negara. Lalu mengapa mengaku tidak menerima? Ada apa dengan Dapodik itu?

Di sinilah dugaan penggelembungan itu muncul.

Dapodik bukan sekadar data. Dapodik adalah kunci brankas negara. Kunci untuk mencairkan BOP PAUD, tunjangan profesi, insentif guru, dan bantuan lainnya. Semakin gemuk nama di Dapodik, semakin besar kunci itu.

Warga Ambukha pun bersuara. Mereka menduga ada nama siluman. Tercatat sebagai guru di Dapodik, tapi tidak pernah terlihat mengajar di Soi’iwa.

Baca Juga  Sembunyikan Hp Hasil Curian Penadah Di Amankan Kapolsek mandau

Dugaan itu masuk akal. Untuk apa 23 anak balita butuh 9 guru? Untuk apa sistem roster sampai datangkan 2 sarjana dari luar desa hanya untuk mengasuh 2 anak?

Ini bukan lagi soal rasio. Ini soal kejujuran data.

Jika 9 nama itu benar-benar mengajar, tunjukkan absensinya. Tunjukkan jadwal rosternya. Tunjukkan SK mengajarnya.

Jika tidak, maka publik berhak curiga: apakah Dapodik TK Tunas Ceria sengaja digemukkan?

Kini Dinas Pendidikan Nias Barat tidak boleh tutup mata. Jangan hanya duduk di kantor. Turun ke Ambukha. Verifikasi faktual. Hitung muridnya. Panggil gurunya. Cek satu per satu, siapa yang nyata, siapa yang hanya nama.

Jika penggemukan Dapodik ini dibiarkan, yang kurus bukan hanya 23 murid itu. Yang kurus adalah integritas data pendidikan Nias Barat dan kepercayaan rakyat pada dana negara.

Redaksi : DiscoveryNews.id membuka ruang hak jawab seluas-luasnya. Tapi bukan jawaban normatif. Jawab dengan data.

Haris
Author: Haris