KALBAR MEMPAWAH,Discoverynews.id ~ Sebuah unggahan rekaman video yang beredar di media sosial melalui akun @pontianak_infomedia Sabtu,24/10/2026 mendadak viral serta menjadi sorotan hangat publik.
Peristiwa yang terjadi di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat ini memperlihatkan satu unit kendaraan pikap operasional bertuliskan “KOPERASI DESA MERAH PUTIH”.
Kendaraan operasional berwarna putih tersebut diduga kuat tengah dimanfaatkan oleh oknum untuk melakukan aktivitas ngecer atau melangsir Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi dalam jumlah yang sangat besar.
Aktivitas mencurigakan ini berhasil direkam oleh warga dari dalam kendaraan lain yang kebetulan melintas di area lokasi. Dalam cuplikan rekaman visual tersebut, bagian bak belakang dari kendaraan pikap operasional tampak dipenuhi oleh sejumlah jeriken penampung berkapasitas besar.
Fenomena ini langsung memicu munculnya beragam pertanyaan kritis dari warganet, salah satunya menyoroti bagaimana fasilitas operasional yang seharusnya diperuntukkan bagi kepentingan desa justru dipakai untuk mengangkut BBM subsidi.
Kejadian tersebut lantas mendulang gelombang tanggapan keras dan reaksi kritis dari netizen serta masyarakat luas di Kalimantan Barat, khususnya publik di wilayah Kabupaten Mempawah.
Kehadiran program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sejatinya dibentuk pemerintah untuk menunjang aktivitas perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa setempat.
Namun, fasilitas berupa kendaraan dinas tersebut justru disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab demi keuntungan pribadi.
Masyarakat dan warganet menilai bahwa tindakan pengisian serta pengangkutan BBM bersubsidi menggunakan jeriken berkapasitas besar dengan memanfaatkan atribut kendaraan operasional program pemerintah merupakan bentuk penyalahgunaan fasilitas publik secara nyata.
Kasus ini merefleksikan pentingnya pengawasan ketat terhadap penggunaan aset-aset operasional desa agar fungsi dan manfaatnya tetap tepat sasaran demi kemajuan warga desa.
Melalui publikasi yang bersumber dari laporan media lokal kalbarkeras.id serta unggahan akun media sosial @pontianak_infomedia, narasi kasus ini diangkat ke publik.
Pwristiwa yang viral ini berasal dari unggahan serta tangkapan layar pertanyaan dari warganet (netizen) di media sosial yang mengkritisi penggunaan mobil operasional Kopdes tersebut.
Sorotan publik ini diharapkan dapat menjadi perhatian aparat dan pihak berwenang di Mempawah untuk menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan fasilitas publik tersebut. (R)
Sumber: @pontianak_infomedia
















