oleh

TERPANGGIL PERANG LAWAN KATARAK, RSUD Sayang Cianjur Diundang ke Forum Nasional di Ritz-Carlton Jakarta

JAKARTA, discoveryNews.id – Bukan sekadar undangan seremonial. Panggilan untuk ikut perang melawan kebutaan akibat katarak datang dari pusat. Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) yang sudah bergerak sejak 1964 secara resmi memanggil RSUD Sayang Cianjur untuk duduk bersama dalam agenda nasional penanggulangan kebutaan.

Undangan tersebut tertuang dalam surat resmi bernomor 209/Perd.XVII/Sek/10/2026 yang diteken langsung Ketua Umum PERDAMI Pusat, Prof. dr. Budu dan Ketua Penanggulangan Buta Katarak, Dr. dr. Ahmad Ashraf Amalius. Agenda besar ini digelar dalam rangka peringatan World Sight Day atau Hari Penglihatan Sedunia.

Bagi Cianjur, ini momentum penting. Pasalnya, forum bergengsi ini akan digelar di The Ritz-Carlton Jakarta Mega Kuningan, Sabtu (24/10/2026) pagi, dengan menghadirkan langsung Menteri Kesehatan RI sebagai keynote speaker. Sejumlah tokoh kesehatan mata nasional seperti Ir. Budi Gunadi Sadikin dan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek juga dijadwalkan memaparkan peta jalan pemberantasan kebutaan di Indonesia hingga capaian WHO dan IAPB.

Fokusnya jelas: bagaimana operasi katarak massal bisa menjangkau hingga pelosok daerah.

Direktur RSUD Sayang Buka Suara: Kasus Katarak di Cianjur Masih Banyak

Menanggapi undangan tersebut, Direktur RSUD Sayang Kabupaten Cianjur, dr. Hj. Yuli Hendriyani, M.H., M.K.M., menyambut positif dan langsung mengajak warga Cianjur untuk lebih peduli.

Dalam keterangannya, dr. Yuli menegaskan peringatan World Sight Day harus menjadi alarm bagi semua orang.

“Dalam rangka memperingati Hari Penglihatan Sedunia, saya mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mata. Jangan menunggu sampai penglihatan terganggu untuk memeriksa mata,” tegasnya.

Baca Juga  Pengukuhan Paskibra SMPN 4 Cikarang Selatan, 37 Peserta Siap Jalankan Tugas

Ia meminta warga untuk tidak menyepelekan pemeriksaan mata rutin.

“Mari lakukan pemeriksaan mata secara berkala, terapkan pola hidup sehat, gunakan HP secara bijak dan segera periksa ke fasilitas kesehatan saat mata mengalami gangguan. Banyak gangguan mata yang bisa dideteksi dan dicegah lebih dini apabila mendapat penanganan yang tepat,” sambung dr. Yuli.

Fakta di lapangan memang mengkhawatirkan. Menurut dr. Yuli, kasus katarak di Cianjur masih cukup banyak ditemukan di layanan RSUD.

“Sebaiknya diperiksa di faskes oleh dokter sehingga mendapatkan penanganan yang tepat,” pungkasnya.

Kehadiran RSUD Sayang dalam forum di Ritz-Carlton nanti diharapkan bisa membuka jalan kolaborasi program bakti sosial operasi katarak massal gratis untuk warga Cianjur yang selama ini terkendala

Tomi Hendrawan
Author: Tomi Hendrawan