oleh

Angka Kematian Kecalakaan di Kalbar Tembus 331 Jiwa, Polda Kalbar Perketat Pengamanan Lewat 1.117 Kasus Laka Lantas

PONTIANAK,Discoverynews.id– demi tragedi terus membayangi jalur lalu lintas di wilayah Kalimantan Barat sepanjang tahun ini. Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mencatat lonjakan kasus kecelakaan yang sangat memprihatinkan sejak awal tahun hingga memasuki kuartal ketiga.

Fenomena kelalaian di jalan raya ini telah menelan banyak korban jiwa serta merugikan masyarakat hingga miliaran rupiah, sekaligus menjadi alarm keras bagi seluruh pengguna jalan.

Secara akumulatif, terdapat sebanyak 331 orang yang dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di seluruh wilayah hukum Polda Kalbar pada periode Januari hingga September 2026.

Dari total 1.117 kejadian laka lantas yang berhasil didata oleh Polres dan Polresta jajaran, dampaknya tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menyebabkan 568 orang mengalami luka berat dan 1.137 orang menderita luka ringan. Selain dampak trauma fisik dan jiwa, total kerugian materiil akibat rentetan insiden ini menembus angka fantastis, yakni sebesar Rp5.974.775.526.

Melihat peta persebaran kerawanan lalu lintas di Provinsi Kalimantan Barat, wilayah Kota Pontianak menjadi daerah dengan tingkat kerawanan tertinggi.

Polresta Pontianak memimpin catatan kejadian terbanyak dengan total 372 kasus kecelakaan. Posisi memprihatinkan berikutnya ditempati oleh wilayah hukum Polres Sanggau yang mencatatkan 113 kejadian, disusul ketat oleh wilayah Polres Mempawah dengan total 107 kasus kecelakaan dalam kurun waktu sembilan bulan tersebut.

Tingginya angka fatalitas dan kerapnya insiden jalan raya ini menjadi gambaran nyata betapa beratnya tantangan keselamatan berlalu lintas yang sedang dihadapi masyarakat Kalimantan Barat saat ini. Kondisi darurat keselamatan ini mengudara tepat di tengah momentum pelaksanaan Operasi Patuh Kapuas 2026.

Baca Juga  ‎9 Pejabat Eselon II Aceh Tengah Bergeser, Ini Daftar Lengkap Jabatan Barunya

Langkah penertiban serentak oleh pihak kepolisian tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, terhitung mulai tanggal 26 Oktober hingga 8 November 2026 di seluruh pelosok daerah.

Guna merespons situasi kritis ini, Inspektur Pengawas Daerah Polda Kalbar Kombes Pol Irwan memberikan penekanan tegas mengenai pentingnya kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat.

Perwira menengah kepolisian tersebut menegaskan bahwa peningkatan kepatuhan warga terhadap aturan berlalu lintas merupakan kunci utama dalam menekan angka pelanggaran di jalan. Kedisiplinan setiap pengendara dipandang sebagai aspek vital untuk menekan angka fatalitas kecelakaan agar korban jiwa tidak terus berjatuhan.

Operasi Patuh Kapuas 2026 kini diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan rutin kepolisian, melainkan momentum pembenahan mentalitas berkendara di Kalimantan Barat.

Penegakan hukum dan edukasi di lapangan diprioritaskan untuk mengubah perilaku pengemudi yang sering kali mengabaikan keselamatan demi kecepatan. Evaluasi ketat akan terus dilakukan selama periode operasi demi memastikan jalanan di Kalimantan Barat menjadi ruang publik yang aman dan manusiawi bagi setiap penggunanya. (R)