RANCAEKEK, KABUPATEN BANDUNG — 28 Oktober 2026
DISCOVERY.NEWS — Pekerjaan pembangunan sistem drainase perkotaan di jalur Jalan Majalaya–Rancaekek, Desa Rancaekek Wetan, Kampung Rancabatok, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, dilaporkan telah mencapai progres 33 persen.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan program Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), dengan sumber pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bandung Tahun Anggaran 2026.
Dalam papan proyek tercantum nama paket Pembangunan Sistem Drainase Perkotaan Rancaekek–Majalaya, dengan nilai anggaran sebesar Rp1.988.155.799,00 atau sekitar Rp1,98 miliar.
Sementara itu, berdasarkan keterangan Ujang selaku pelaksana lapangan, pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Tomangkasa. Hingga Rabu, 28 Oktober 2026, progres pekerjaan dilaporkan mencapai 33 persen.
Identitas dan Informasi Resmi Proyek
Berdasarkan informasi yang terbaca pada papan proyek, berikut rincian pekerjaan tersebut:
– Instansi: Pemerintah Kabupaten Bandung, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang.
– Nama paket: Pembangunan Sistem Drainase Perkotaan Rancaekek–Majalaya.
– Kegiatan: Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Drainase yang Terhubung Langsung dengan Sungai dalam Daerah Kabupaten/Kota.
– Subkegiatan: Pembangunan Sistem Drainase Perkotaan.
– Lokasi: Jalan Majalaya–Rancaekek, Desa Rancaekek Wetan, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.
– Sumber dana: APBD Kabupaten Bandung Tahun Anggaran 2026.
– Nilai anggaran yang tercantum: Rp1.988.155.799,00.
– Nomor SPK: 602.1/03/SP/Pemb.SDP.Rancaekek-Majalaya/DPUTR/2026.
– Tanggal SPK: 30 September 2026.
– Pelaksana: CV Tomangkasa.
– Alamat pelaksana pada papan proyek: Kampung Sindang Rasa, RT 001/RW 025, Desa Ciwideuy, Kecamatan Ciwideuy, Kabupaten Bandung.
Informasi tersebut merupakan data yang tercantum pada papan proyek. Adapun rincian realisasi anggaran, volume pekerjaan, dan hasil pelaksanaan tetap perlu diverifikasi melalui dokumen kontrak serta instansi terkait.
Item Pekerjaan di Lapangan
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pelaksana lapangan, pekerjaan meliputi pemasangan U-Ditch, normalisasi saluran, dan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT).
Rincian item pekerjaan yang disampaikan meliputi:
1. Pemasangan U-Ditch berukuran 80 × 80 × 120 cm.
2. Pemasangan U-Ditch berukuran 100 × 100 × 120 cm.
3. Pemasangan U-Ditch berukuran 120 × 120 × 120 cm.
4. Normalisasi saluran melalui kegiatan penanganan dan pengerukan.
5. Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT).
Spesifikasi, volume, dan jumlah masing-masing item pekerjaan perlu dicocokkan dengan dokumen kontrak, gambar teknis, serta daftar kuantitas dan harga pekerjaan untuk memastikan kesesuaiannya dengan perencanaan.
Pengawasan dan Kualitas Pekerjaan
Ujang selaku pelaksana lapangan menyampaikan bahwa pengawasan pekerjaan dilakukan setiap hari oleh konsultan pengawas, Dinas PU, serta UPTD melalui pemeriksaan perkembangan pekerjaan di lapangan.
Meski demikian, kesesuaian mutu pekerjaan dengan standar teknis perlu dipastikan melalui pemeriksaan dokumen spesifikasi, gambar kerja, mutu material, metode pelaksanaan, dan hasil pekerjaan di lapangan.
Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan pemasangan U-Ditch, pekerjaan beton, dan pembangunan TPT dilaksanakan sesuai ketentuan teknis yang berlaku.
Pembuangan Lumpur Hasil Normalisasi
Terkait pembuangan material lumpur hasil pengerukan, Ujang menjelaskan bahwa material tersebut ditempatkan di tiga titik berdasarkan permintaan warga. Salah satu lokasi disebut merupakan lahan milik warga yang akan dimanfaatkan untuk keperluan pengurugan.
Penempatan material hasil pengerukan tersebut perlu dipastikan telah memperoleh persetujuan pemilik lahan serta memperhatikan ketentuan lingkungan dan keselamatan di sekitar lokasi.
Upah dan Fasilitas Pekerja
Dalam keterangannya, Ujang turut menyampaikan informasi mengenai upah dan fasilitas yang diberikan kepada para pekerja, dengan rincian sebagai berikut:
– Upah tukang sebesar Rp170.000 per hari.
– Upah laden atau pekerja pembantu sebesar Rp130.000 per hari.
– Fasilitas BPJS bagi pekerja.
– Mes atau tempat tinggal pekerja.
– Penyediaan bahan makanan mentah untuk kebutuhan pengolahan makanan.
Jumlah tenaga kerja dilaporkan sebanyak 17 orang, dengan dukungan dua operator dan satu pengemudi kendaraan angkut. Komposisi jumlah personel tersebut masih perlu dikonfirmasi untuk memastikan apakah operator dan pengemudi termasuk dalam jumlah 17 orang atau merupakan personel tambahan.
Transparansi Anggaran dan Akuntabilitas Proyek
Dengan nilai anggaran yang tercantum pada papan proyek sebesar Rp1.988.155.799,00, keterbukaan informasi mengenai pelaksanaan pekerjaan menjadi penting bagi masyarakat.
Nilai tersebut merupakan anggaran yang diumumkan pada papan proyek dan tidak dengan sendirinya menunjukkan besaran pembayaran yang telah direalisasikan. Informasi mengenai progres keuangan, volume pekerjaan yang telah diselesaikan, serta kesesuaian realisasi dengan kontrak memerlukan data pendukung dari instansi terkait.
Pengawasan juga perlu memastikan bahwa pekerjaan drainase dilaksanakan sesuai spesifikasi, volume, mutu material, dan ketentuan kontrak yang berlaku.
Perlu Konfirmasi dari Instansi Terkait
Progres pekerjaan yang dilaporkan mencapai 33 persen menjadi salah satu informasi perkembangan proyek. Namun, penilaian terhadap kualitas dan kesesuaian pekerjaan harus didasarkan pada pemeriksaan teknis serta dokumen pendukung.
Untuk memperoleh pemberitaan yang lengkap dan berimbang, diperlukan konfirmasi lebih lanjut dari CV Tomangkasa, konsultan pengawas, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung, serta UPTD terkait mengenai nilai kontrak, spesifikasi teknis, pengawasan mutu, dan target penyelesaian pekerjaan.
DISCOVERY.NEWS membuka ruang hak jawab, konfirmasi, dan klarifikasi bagi seluruh pihak terkait demi menjaga akurasi dan keberimbangan informasi kepada masyarakat.
Sumber informasi: Papan proyek di lokasi dan keterangan Ujang selaku pelaksana lapangan.
DISCOVERY.NEWS
Aktual • Tajam • Berimbang • Untuk Publik










