oleh

Sikat Habis! Kalapas Pontianak Copot Dua Anak Buah yang Diduga Main Mata Soal Barang Haram

PONTIANAK,Discoverynews.id ~ Pontianak, 28 Oktober 2026 Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Pontianak adalah Ridha Ansari Langkah berani diambil oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Pontianak yang secara terbuka membongkar praktik kotor di dalam lembaga pemasyarakatan yang dipimpinnya.

Dalam sebuah pernyataan resmi yang mengejutkan publik, pihak lapas mengakui adanya celah keamanan yang dimanfaatkan oleh oknum internal untuk memasukkan berbagai barang terlarang ke dalam area tahanan.

Pengungkapan transparan ini menjadi titik balik bagi institusi pemasyarakatan dalam membersihkan diri dari praktik pungutan liar dan peredaran barang ilegal yang selama ini kerap mencoreng nama baik penegak hukum.

Buntut dari pengakuan terbuka tersebut langsung berbuah pada tindakan administratif yang sangat tegas berupa mutasi jabatan terhadap dua orang petugas lapas yang diduga kuat terlibat dalam pelanggaran prosedur tersebut.

Keputusan pencopotan dan pemindahan tugas ini diambil setelah tim investigasi internal melakukan pemeriksaan mendalam terkait temuan sejumlah barang yang seharusnya tidak boleh berada di dalam sel tahanan.

Langkah cepat ini dinilai sebagai bentuk komitmen pimpinan lapas dalam menegakkan disiplin kerja serta memberikan efek jera agar tidak ada lagi pegawai yang berani bermain-main dengan aturan hukum yang berlaku.

Peristiwa pengungkapan ini bermula dari kegiatan inspeksi mendadak yang dilakukan oleh jajaran pengamanan lapas pada pekan ini, di mana petugas menemukan berbagai barang terlarang mulai dari alat komunikasi ilegal hingga benda-benda tajam tersembunyi di beberapa blok hunian narapidana.

Kecurigaan semakin menguat ketika hasil penelusuran menunjukkan adanya indikasi keterlibatan orang dalam yang melonggarkan pengawasan demi meraup keuntungan pribadi.

Baca Juga  Hadir di Tengah Masyarakat, Polres Nganjuk Gencarkan Patroli Bersepeda Kabupaten Nganjuk

Berkat kesigapan tim Satops Patnal, jaringan kecil yang mencoba menyelundupkan barang-barang terlarang tersebut berhasil diputus sebelum menimbulkan gangguan keamanan yang lebih besar di dalam area lapas.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Pontianak, dalam keterangan persnya yang didampingi oleh jajaran pejabat struktural terkait, menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak akan memberikan toleransi kepada siapa pun petugas yang terbukti melanggar SOP pengamanan.

Beliau menyampaikan bahwa transparansi ini sengaja dipilih agar masyarakat dapat melihat langsung proses pembenahan internal yang sedang berlangsung secara masif dan tanpa ditutup-tutupi.

Penegasan ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi seluruh pegawai agar senantiasa menjaga integritas moral serta menjunjung tinggi sumpah jabatan dalam mengemban tugas negara yang penuh tantangan ini.

Ke depan, pihak Lapas Pontianak berencana untuk memperketat seluruh lini pengamanan, mulai dari pemeriksaan barang bawaan pengunjung, peningkatan frekuensi razia rutin, hingga pemasangan sistem pengawasan digital yang lebih modern di setiap sudut area steril.

Langkah preventif ini diharapkan mampu menutup rapat segala celah penyelundupan barang terlarang serta mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap profesionalisme lembaga pemasyarakatan.

Dengan sanksi mutasi yang telah dijatuhkan kepada dua oknum petugas tersebut, lembaran baru penegakan hukum di Lapas Pontianak kini resmi dimulai menuju tata kelola institusi yang jauh lebih bersih dan akuntabel. (R)