oleh

Bosan Ajukan Proposal, Supriyadi Rela Keluarkan Ratusan Juta Bangun Saluran Air di Kalaena

LUWU TIMUR, Discoverynews.id – Lelah mengandalkan pengajuan proposal bantuan, Supriyadi (69) Ketua Kelompok Tani Sejahtera di Desa Sumber Agung, Kecamatan Kalaena, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, memilih mengambil langkah nyata. Ia rela mengeluarkan dana pribadi hingga ratusan juta rupiah untuk membangun saluran air sepanjang 150 meter demi menunjang kebutuhan pertanian.

“Sudah sering buatkan Profosalnya namun kurang ditanggapi, terpaksa apa boleh buat karena kebutuhan,” tutur Supriyadi, Kamis (29/10/26).

Langkah tersebut menjadi gambaran perjuangan seorang penggerak kelompok tani yang memilih bertindak di tengah keterbatasan sarana pengairan yang dibutuhkan petani.

Bagi Supriyadi, ketersediaan air merupakan kebutuhan penting bagi keberlangsungan kegiatan pertanian. Tanpa dukungan saluran air yang memadai, pengelolaan lahan pertanian berpotensi menghadapi berbagai kendala, terutama ketika distribusi air tidak berjalan optimal.

Alih-alih terus menunggu realisasi bantuan, ia memilih mengupayakan pembangunan saluran air secara mandiri dengan biaya yang tidak sedikit.

Keputusan Supriyadi mengeluarkan dana hingga ratusan juta rupiah menunjukkan besarnya upaya yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur pengairan di wilayah pertanian.

Menurut Supriyadi, Pembangunan saluran air tersebut diharapkan dapat membantu memperlancar distribusi air dan mendukung aktivitas para petani kelompoknya dengan luas areal ± 10 hektar.

Di sisi lain, langkah ini juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kebutuhan sarana pertanian di tingkat kelompok tani.

Diketahui, Infrastruktur pengairan merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian.

“Masih ada kisaran 800 meter lagi kita rencanakan pembangunannya bila dana mencukupi,” sambungnya.

Mirisnya, Ketika kebutuhan masyarakat petani tersebut diupayakan melalui dana swadaya dalam jumlah besar, sementara pemerintah daerah dan instansi terkait kurang akurat melihat langsung kondisi yang dihadapi petani di lapangan.

Baca Juga  Kalla Institute Makassar dan IM3 Dorong Literasi AI Mahasiswa

Harapan untuk Perhatian Pemerintah

Upaya yang dilakukan Ketua Kelompok Tani “Sejahtera” tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan pertanian masih rentan terabaikan secara data sangat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Pemerintah daerah melalui instansi terkait diharapkan memperkuat pendataan kebutuhan infrastruktur pertanian, termasuk saluran pengairan, agar program bantuan dapat disusun berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Semestinya, dukungan pemerintah tetap diperlukan agar beban pembangunan sarana pertanian tidak sepenuhnya bertumpu pada kemampuan swadaya petani.

Inisiatif Supriyadi di Desa Sumber Agung Kecamatan Kalaena ini  menjadi gambaran semangat masyarakat dalam mengatasi persoalan pertanian secara mandiri tanpa banyak bergantung bantuan pemerintah.

Namun, besarnya biaya yang dikeluarkan juga menjadi alasan penting bagi pihak terkait untuk memperhatikan kebutuhan infrastruktur pengairan di wilayah tersebut. (*)

Mulyadi
Author: Mulyadi