oleh

Keluarga Pertanyakan Pelayanan IGD RS Sandi Karsa Makassar Usai Anak Meninggal

Makassar,discoverynews.id –Peristiwa meninggalnya seorang anak setelah menjalani penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Sandi Karsa Makassar berlokasi Jl. Abdullah Daeng Sirua No.16A, Masale, Kec. Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90231 menjadi perhatian dan menyisakan sejumlah pertanyaan dari pihak keluarga. Pada Kamis ( 29 /10/2026 )

 

Keluarga korban menduga adanya keterlambatan dalam pemberian pertolongan medis ketika anak tersebut tiba di rumah sakit dalam kondisi darurat. Mereka mempertanyakan respons petugas serta proses pelayanan di ruang IGD yang dinilai belum berjalan sebagaimana mestinya dalam situasi yang membutuhkan penanganan segera.

 

Menurut pihak keluarga, kondisi korban saat tiba di rumah sakit memerlukan tindakan medis secara cepat dan tepat. Namun, mereka menilai terdapat proses pelayanan yang berlangsung lambat sehingga menimbulkan kekhawatiran mengenai ketepatan waktu penanganan terhadap pasien.

 

Keluarga menyayangkan kejadian tersebut. Bagi mereka, pelayanan di Instalasi Gawat Darurat seharusnya mengutamakan kecepatan respons, ketepatan pemeriksaan, serta penanganan berdasarkan tingkat kegawatan pasien. Terlebih, pasien yang datang dalam kondisi darurat membutuhkan perhatian dan tindakan medis tanpa penundaan yang tidak diperlukan.

 

Meninggalnya anak tersebut kemudian memunculkan pertanyaan besar di kalangan keluarga mengenai bagaimana proses penanganan sejak pertama kali pasien tiba, siapa yang melakukan pemeriksaan awal, bagaimana penilaian terhadap kondisi kegawatdaruratan pasien, hingga tindakan medis apa saja yang telah diberikan sebelum korban dinyatakan meninggal dunia.

 

Pihak keluarga berharap seluruh rangkaian pelayanan tersebut dapat dijelaskan secara terbuka dan transparan oleh pihak rumah sakit. Mereka juga menginginkan adanya penelusuran menyeluruh untuk memastikan apakah seluruh prosedur pelayanan kegawatdaruratan telah dilaksanakan sesuai standar operasional dan ketentuan medis yang berlaku.

 

Persoalan ini dinilai penting untuk mendapat perhatian serius, mengingat Instalasi Gawat Darurat merupakan salah satu bagian terdepan dalam pelayanan rumah sakit. Kecepatan melakukan penilaian kondisi pasien, menentukan prioritas penanganan, serta memberikan tindakan medis yang diperlukan merupakan bagian penting dari pelayanan kegawatdaruratan.

Baca Juga  Penutupan Turnamen Bola Voli Liga Desa Piala Bupati Garut 2026

 

Keluarga tidak hanya berharap memperoleh penjelasan mengenai kejadian yang menimpa anak mereka, tetapi juga meminta agar pihak rumah sakit melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan IGD. Evaluasi tersebut diharapkan mencakup kesiapan tenaga medis, mekanisme penerimaan pasien darurat, kecepatan respons petugas, serta koordinasi dalam pemberian tindakan medis.

 

Selain itu, pihak terkait diharapkan dapat melakukan pemeriksaan secara objektif terhadap dugaan keterlambatan penanganan tersebut. Apabila ditemukan adanya kekurangan dalam prosedur pelayanan, diharapkan dilakukan perbaikan agar tidak kembali terjadi peristiwa serupa.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan, khususnya di ruang gawat darurat, menyangkut keselamatan dan nyawa manusia. Setiap pasien yang datang membutuhkan penanganan berdasarkan kondisi medisnya, dengan tetap mengedepankan standar keselamatan pasien dan profesionalitas tenaga kesehatan.

 

Hingga seluruh fakta dan kronologi kejadian dapat dijelaskan secara menyeluruh, dugaan keterlambatan penanganan tersebut masih perlu diklarifikasi melalui pemeriksaan dan keterangan dari pihak-pihak terkait.

 

Pihak Rumah Sakit Sandi Karsa Makassar diharapkan dapat memberikan penjelasan resmi mengenai kronologi penanganan pasien serta langkah evaluasi yang akan dilakukan. Klarifikasi juga diperlukan agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat tidak hanya bersumber dari satu pihak.

 

Keluarga berharap kejadian ini mendapat perhatian serius dari manajemen rumah sakit maupun instansi yang berwenang. Mereka menginginkan kejelasan atas peristiwa yang terjadi sekaligus perbaikan pelayanan kesehatan, sehingga masyarakat yang membutuhkan pertolongan darurat dapat memperoleh pelayanan yang cepat, tepat, profesional, dan manusiawi.