oleh

Alih-alih mengikuti Bimtek, sejumlah kepala Desa pesta miras dan karaoke di Bali, IKIF:”Jangan pakai uang rakyat untuk bersenang-senang”

Kupang, DiscoveryNewsId_ Perjalanan dinas sejumlah Kepala Desa di Kabupaten Kupang ke Bali berubah menjadi ajang hiburan. Foto-foto pesta minuman keras (miras) dan karaoke yang beredar di media sosial memicu kecaman keras dari Ikatan Kaum Intelektual Fatuleu (IKIF).

Para kepala desa itu diketahui sedang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dibiayai uang negara. Namun, alih-alih fokus belajar, mereka justru terekam asyik berfoya-foya.

“Kami mengecam keras. Ini bukan lagi soal etika, ini soal pengkhianatan terhadap uang rakyat,” tegas Ketua IKIF, Marsel Nomleni dalam rilis tertulis, Rabu (4/11/2026).

Menurut Marsel, perjalanan dinas menggunakan uang negara tidak boleh dijadikan kesempatan untuk bersenang-senang. Perilaku tersebut menunjukkan mentalitas pejabat yang dibenci masyarakat.

“Perjalanan ini pakai uang negara. Jangan ambil kesempatan untuk bersenang-senang. Itu perilaku buruk yang hari ini dibenci masyarakat,” kata Marsel.

Ia menegaskan, Bimtek seharusnya murni untuk kepentingan masyarakat desa. Ilmu yang didapat di Bali harus dibawa pulang untuk membangun desa, bukan sekadar foto-foto pesta.

“Bimtek ini pakai uang rakyat, jadi harus diikuti dengan baik agar bermanfaat untuk masyarakat di desa. Bukan untuk berfoya-foya,” tegasnya.

IKIF menilai persoalan ini bukan persoalan sepele. Ini persoalan serius yang merusak moral dan martabat pemimpin desa.

“Ini persoalan serius yang merusak moral. Pemda Kabupaten Kupang harus bertanggung jawab. Tindak tegas oknum kepala desa yang terlibat. Dan mereka harus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Kabupaten Kupang,” desak Marsel.

Di akhir pernyataan sikapnya, IKIF menegaskan bahwa uang rakyat bukan uang pribadi. Tidak ada ruang untuk kegiatan di luar agenda Bimtek yang merusak etika pemimpin.

Baca Juga  Sentuhan Kemanusiaan Yayasan Rudi Dewi Marhali dan Man Besi: Saat Air Bersih Mengalirkan Bantuan Air di Kelurahan Banjar Serasan

“Gunakan uang rakyat, pulang harus bawa manfaat baru bagi rakyat. Bukan pulang bawa cerita foya-foya. Itu merusak etika dan moral sebagai kepala desa,” tutup Marsel.

***Red

Risal Boimau
Author: Risal Boimau