oleh

Gempa Magnitudo 3,8 Guncang Singkawang, Nelayan Teluk Karang Mengaku Tak Rasakan Getaran

KALBAR SINGKAWANG,Discoverynews.id ~ Warga pesisir Kota Singkawang, Kalimantan Barat, khususnya para nelayan tradisional di kawasan Teluk Karang, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, dikagetkan dengan informasi aktivitas seismik yang melanda wilayah mereka pada malam hari.

Berdasarkan rilis resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, wilayah tersebut diguncang oleh gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 3,8. Peristiwa alam yang cukup mengejutkan ini tercatat terjadi pada hari Kamis, 5 November 2026, tepatnya pada pukul 20.48 Waktu Indonesia Barat.

Meskipun instansi pencatat gempa mendeteksi adanya aktivitas bumi tersebut, sejumlah warga setempat justru memberikan kesaksian yang berbeda mengenai situasi di lapangan.

Para nelayan tradisional yang sedang beraktivitas maupun beristirahat di sekitar pesisir Teluk Karang mengaku sama sekali tidak merasakan adanya getaran atau goncangan fisik saat gempa itu berlangsung.

Aktivitas masyarakat di perkampungan nelayan tersebut dilaporkan tetap berjalan normal tanpa ada kepanikan yang berarti akibat minimnya tanda-tanda fisik gempa yang dirasakan secara langsung.

Berdasarkan analisis teknis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, pusat episenter gempa bumi ini terletak di laut, berjarak sekitar 59 kilometer arah barat daya dari pusat Kota Singkawang.

Titik kedalaman gempa tersebut teridentifikasi berada pada kedalaman yang cukup dangkal, yakni 10 kilometer di bawah permukaan laut.

Karakteristik gempa dangkal seperti ini biasanya memiliki area sebaran getaran yang spesifik tergantung pada struktur batuan di sekitar wilayah pesisir barat Kalimantan Barat.

Meskipun kekuatan magnitudo yang tercatat tergolong kecil dan kedalamannya dangkal, posisi sumber gempa yang berada di perairan barat daya membuat getarannya tidak merata di daratan.

Baca Juga  Sinergi Aparat di Cibalong, Patroli Malam Idul Fitri Digelar Demi Jaga Kondusivitas Wilayah

Sejumlah narasumber dari kalangan nelayan setempat menyatakan bahwa mereka tengah fokus pada kegiatan melaut atau beristirahat sehingga luput dari sensasi getaran singkat tersebut.

Hingga laporan ini diturunkan, pihak berwenang belum menerima adanya laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat guncangan gempa malam itu.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui pengamatan instrumennya terus memantau perkembangan situasi geologis di wilayah Kalimantan Barat dan sekitarnya guna mengantisipasi potensi susulan.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak panik, serta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak bersumber dari instansi resmi terkait penanggulangan bencana.

Pemerintah daerah bersama unsur terkait juga senantiasa mengingatkan warga pesisir agar tetap waspada terhadap dinamika cuaca ekstrim maupun potensi bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (R)