GARUT | Discoverynews.id kamis 04/11/2026 Kabar baik datang untuk masyarakat Desa Maroko, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut. Pemerintah Desa Maroko mendapatkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya warga yang membutuhkan perbaikan rumah tidak layak huni.
Program ini diharapkan bisa membantu masyarakat memiliki tempat tinggal yang lebih layak, sehat, aman, dan nyaman untuk ditempati bersama keluarga.
Kepala Desa Maroko, H. Ma’mun Nugraha, yang akrab disapa Abah Aink, menyampaikan bahwa program bantuan tersebut harus benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat yang berhak menerimanya. Ia juga mengingatkan agar warga memahami tujuan utama dari program BSPS.
Menurutnya, bantuan ini bukan untuk membangun rumah baru dari nol, melainkan sebagai stimulan atau bantuan pendorong agar masyarakat bisa memperbaiki rumahnya dengan dukungan swadaya dan semangat gotong royong.
“Perlu dipahami oleh seluruh warga, BSPS ini bukan modal untuk membangun rumah baru dari nol. Sifatnya adalah stimulan atau pengungkit. Tujuannya agar masyarakat terpacu untuk memperbaiki rumahnya secara swadaya dan bergotong royong,” ujar Abah Aink.
Sebagai informasi, setiap rumah yang telah dinyatakan lolos verifikasi akan mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta. Dana tersebut dibagi menjadi dua peruntukan, yakni Rp17,5 juta untuk pembelian bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk biaya upah tenaga kerja atau Hari Orang Kerja (HOK).
Pemerintah Desa Maroko berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama warga yang selama ini membutuhkan perbaikan tempat tinggal. Dengan adanya bantuan tersebut, kondisi rumah warga diharapkan menjadi lebih baik dan layak huni.
Selain itu, pemerintah desa juga berkomitmen untuk ikut mengawal proses pelaksanaan program agar berjalan sesuai ketentuan. Pengawasan ini penting untuk memastikan bantuan diterima oleh warga yang berhak, menghindari praktik pungutan liar, serta memastikan penggunaan dana dan kualitas bahan bangunan sesuai dengan peruntukannya.
Dalam pelaksanaannya, pengerjaan renovasi rumah juga diharapkan mengedepankan kebersamaan dan gotong royong antarwarga. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat dari perbaikan rumah, tetapi juga bisa saling membantu serta membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar.
Abah Aink berharap bantuan BSPS ini menjadi langkah positif dalam meningkatkan kualitas tempat tinggal dan kesejahteraan masyarakat Desa Maroko.
“Yang terpenting, mari kita manfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Jaga kebersamaan, saling membantu, dan utamakan gotong royong. Semoga rumah warga menjadi lebih layak dan manfaatnya bisa dirasakan bersama,” harapnya.
Melalui program BSPS ini, Pemerintah Desa Maroko berharap semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati hunian yang layak, sekaligus memperkuat budaya gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pedesaan.










