oleh

Warga Dusun I Hilinaa Kecewa Berat, Janji Reses DPRD Dapil 1 Hanya Janji Manis, Banjir Terus Menghantui

Gunungsitoli, DiscoveryNews.id – Masyarakat Dusun I, Desa Hilinaa, Kecamatan Gunungsitoli, akhirnya buka suara. Mereka kecewa berat. Mereka merasa dibohongi. Aspirasi yang mereka titipkan lewat reses wakil rakyat, ternyata hanya menjadi janji manis tanpa realisasi.

Setiap hujan turun, walau hanya sebentar, Dusun I Hilinaa selalu kebanjiran. Air meluap, masuk ke pekarangan, merendam jalan, menghambat aktivitas warga. Ini bukan banjir sekali setahun. Ini banjir langganan. Banjir yang sudah bertahun-tahun dikeluhkan, tapi tidak pernah diselesaikan.

Padahal warga sudah berulang kali menyampaikan. Sudah berulang kali mengadu. Sudah berulang kali berharap.

Janji Reses Yang Menguap

Warga mengungkapkan, dalam kegiatan reses tahun sebelumnya, anggota DPRD Kota Gunungsitoli dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1, yakni *Arofao Telaumbanua dan Fatinasa Zalukhu*, pernah berjanji akan memperjuangkan pembangunan drainase dan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Dusun I Desa Hilinaa.

Janji itu diucapkan di depan warga. Janji itu dicatat warga. Janji itu dipegang warga.

Namun hingga hari ini, realisasinya nihil. Nol. Tidak ada TPT. Tidak ada drainase. Yang ada hanya banjir yang terus datang.

“Kalau hanya untuk datang reses, foto-foto, janji-janji, lalu pergi, untuk apa reses? Kami butuh bukti, bukan janji,” ujar salah satu warga Dusun I dengan nada kecewa.

Warga Menduga Pembangunan Tidak Tepat Sasaran

Kekecewaan warga semakin memuncak karena mereka melihat pembangunan lain justru lebih diutamakan, padahal tidak mendesak. Warga menyoroti pembangunan jalan rabat beton yang dinilai diduga lebih berorientasi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, sementara penanggulangan banjir yang mengancam keselamatan warga justru diabaikan.

Pertanyaannya sederhana: Mana yang lebih penting? Jalan rabat beton yang bagus untuk foto, atau drainase dan TPT yang menyelamatkan warga dari banjir?

Baca Juga  Karo Logistik Polda Sumbar Pimpin Kegiatan Subuh Keliling (SULING) Tampung Aspirasi Masyarakat

Warga Dusun I merasa aspirasi mereka dikalahkan oleh kepentingan lain.

Pemerintah Desa Dinilai Tutup Mata

Tidak hanya DPRD, Pemerintah Desa Hilinaa juga disorot. Berbagai pengaduan yang telah disampaikan berulang kali kepada pihak Pemerintahan Desa disebut belum mendapat penanganan atau respons yang memadai.

Warga merasa dibiarkan berjuang sendiri melawan banjir. Mengadu ke desa, tidak ada jawaban. Menunggu DPRD, tidak ada realisasi. Akhirnya warga hanya bisa pasrah setiap hujan turun.

“Kami ini warga juga. Kami juga bayar pajak. Kami juga pilih mereka. Masa kami dibiarkan kebanjiran terus?” keluh warga lainnya.

Desakan Warga: Jangan Tunggu Ada Korban

Menghadapi kondisi ini, masyarakat Dusun I Desa Hilinaa mendesak Pemerintah Kota Gunungsitoli untuk segera turun tangan dan memberikan perhatian serius.

Warga berharap ada langkah nyata, bukan lagi janji, bukan lagi survei, bukan lagi sekadar kunjungan. Warga meminta alokasi anggaran tanggap darurat guna mengatasi banjir langganan yang telah lama dikeluhkan di setiap musim hujan.

Jangan tunggu ada korban. Jangan tunggu rumah warga roboh. Jangan tunggu ada anak yang hanyut. Baru setelah itu pemerintah bergerak.

DPRD Dapil 1 harus membuktikan bahwa reses bukan sekadar formalitas. Arofao Telaumbanua dan Fatinasa Zalukhu harus membuktikan bahwa janji mereka bukan janji kosong.

Warga Dusun I Hilinaa sedang menunggu. Dan kesabaran warga ada batasnya.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih membuka ruang hak jawab seluas-luasnya kepada anggota DPRD Kota Gunungsitoli Dapil 1, Arofao Telaumbanua, Fatinasa Zalukhu, Pemerintah Desa Hilinaa, dan Pemerintah Kota Gunungsitoli.

Red.

Haris
Author: Haris